CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Kedatangan Clara


__ADS_3

Setelah perdebatan singkat itu, kini semuanya kembali senyap. Karena kelelahan, Justin dan Emeli tertidur di kursi penumpang dengan posisi yang saling menyender dan menyentuh. Riko hanya berdecak kesal pada dua orang di belakangnya. Bagaimana ia tak kesal jika ia mengendarai mobil di jalan sepi di tengah malam sendirian. Di tambah waktu perjalanan masih membutuhkan waktu tiga puluh menit lagi untuk sampai di hotel.


Nasib menjadi bawahan, batin Riko yang hanya bisa menghela nafas menerima takdirnya.


Karena jalan sepi di tambah Riko takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan, iapun sedikit menambah kecepatan mobilnya. Buat apa ia berjalan lambat jika jalan yang mereka melewati sangat sepi. Kalaupun ada kendaraan lainnya yang juga lewat, pasti hanya satu dua saja.


Setelah tiba di hotel, Riko segera memarkirkan mobilnya di basement hotel. Setelah itu ia segera membangunkan Justin dan Emeli. Setelah semuanya keluar, ia mengunci mobilnya lalu menyusul Justin dan Emeli yang terlebih dahulu berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Justin dan Emeli langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa berniat membersihkan diri sebab masih mengantuk, akhirnya dua pengantin baru itu kembali menutup matanya dan tertidur. Tidak ada suara yang terdengar di kamar itu selain suara jam yang menempel di dinding.

__ADS_1


Sayup-sayup Emeli mendengar suara burung berkicau, membuat tidur gadis itu terganggu. Dengan perlahan Emeli membuka matanya dengan tubuh yang sudah duduk. Ia melirik keluar jendela yang ternyata sudah sangat terang. Dalam keadaan belum sadar sepenuhnya, Emeli melirik jam yang sedang menunjukkan waktu pukul, 09:00 pagi.


Saking mengantuknya mereka sampai melewatkan waktu sarapan pagi. Karena perutnya sudah keroncongan, Emeli segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, ia pun pergi menuju lantai bawah untuk memesan sarapannya dan Justin.


"Jus," panggil Emeli dengan tubuh yang terlihat lemas karena malas.


"Hm," Justin hanya berdehem tanpa berniat membuka matanya.


"Kau nggak lapar Jus? ayo sarapan, makanan kita sudah mau datang," ucap Emeli sembari menarik tubuh Justin sekuat tenaga. Saking beratnya tubuh itu, membuat Emeli terjatuh di pelukan Justin. Bukankah terbangun, Justru Justin semakin nyenyak tidurnya dengan Emeli yang ia jadikan sebagai guling.

__ADS_1


Emeli menghela nafasnya, perlahan ia mengangkat matanya menatap Justin. Tiba-tiba saja hatinya menghangat melihat wajah teduh itu. Emeli terkejut ketika mendengar suara ketukan pintu di kamarnya. Karena merasa itu pelayan pengantar makanan, Emeli segera melepaskan pelukan Justin di tubuhnya. Dengan cepat ia pun membuka pintu. "Cklek," betapa terkejutnya Emeli ketika melihat wanita yang di kenalnya sudah berdiri tepat di depannya.


"Cla-Clara?" ucapnya gugup sebab tak menyangka jika mantan kekasih suaminya menyusul mereka ke Prancis. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Emeli dengan wajah yang sangat bingung.


Bukannya menjawab, Clara Justru langsung menyelonong masuk ke kamar hotel yang di tempati Emeli dan Justin. Dengan lancangnya wanita itu naik ke atas ranjang dan memeluk Justin tanpa izin. Justin yang mencium aroma parfum yang di kenalnya segera membuka matanya. Awalnya ia merasa ia hanya bermimpi bertemu dengan Clara, namun suara Emeli menyadarkannya jika yang ia rasakan bukanlah mimpi.


"Clara!" ucap Justin refleks bangkit dari tidurnya. Sama halnya dengan Emeli, Justin pun menampilkan wajah terkejutnya dengan kehadiran Clara. Justin menatap Emeli sesaat seakan merasa tak enak dengan gadis itu.


"Sayang, hiks, maafkan aku," ucapnya mulai mengeluarkan air mata kebohongannya. Emeli hanya terdiam di tempatnya dengan mata yang masih fokus memperhatikan Clara yang tengah memeluk suaminya.

__ADS_1


"Lepas Clara," ucap Justin dengan sangat lembut membuat Emeli sedikit kecewa dengan pria itu.


__ADS_2