
"Terima kasih sayang karena telah mempercayai dan menerimaku kembali. Aku benar-benar sangat mencintaimu, jangan tinggalkan aku," ucap Clara yang mendapat senyuman hangat dari Justin.
"Sama-sama sayang, aku juga mencintaimu, dan aku takkan meninggalkanmu," ucap Justin membuat hati Clara sangat berbunga-bunga.
"Terimakasih sayang," ucap Clara yang di balas dengan elusan lembut di punggungnya.
"Sayang, tadi aku melihat Emeli, sepertinya dia sedang mencarimu," ucap Clara sembari mengelus punggung tangan Justin.
"Benarkah sayang?" tanyanya sembari mencari kejujuran di mata Clara.
"Iya sayang, dia berbalik ketika melihat kita berpelukan," ucap Clara mencoba menciptakan drama. "Sayang, bagaimana denganku jika kau telah menikah dengan Emeli. Bagaimana jika wanita itu mencintaimu hingga kau meninggalkanku," ucap Clara menampilkan ekspresi khawatir nya.
__ADS_1
"Telanglah sayang, aku dan Emeli hanya sebatas sahabat. Aku maupun dia tak akan pernah saling mencintai. Hanya kaulah wanita yang ku cintai," ucap Justin sembari mencium tangan Clara.
"Benarkah sayang? tapi bagaimana jika Emeli benar mencintaimu?" tanya lagi dengan mata kucingnya.
"Aku tak akan membiarkannya. Dia hanya sahabatku dan tak lebih dari itu. Apa kau percaya padaku sayang?" tanya Justin yang langsung di angguki Clara. Kini mereka pun tertawa bersama sebab kebahagiaan mereka telah kembali seperti awal.
"Ya sudah, kalau begitu kau tunggu disini dulu ya sayang, aku ingin menemui Ceria sebentar," ucap Justin yang di angguki Clara. Clara tersenyum devil menatap punggung Justin yang semakin menjauh.
"Ada apa Jus?" tanya nya dengan tangan yang memeluk lututnya.
Justin segera mengikuti Emeli untuk duduk di sana. Posisinya pun kini juga sama seperti Emeli. "Maafkan aku Ceria," ucap Justin dengan mata yang memandang ke arah laut.
__ADS_1
"Maaf untuk apa?" jawabnya tanpa berniat menatap Justin.
"Untuk semuanya," ucap Justin masih setia memandang laut.
Emeli hanya tersenyum simpul tanpa ingin menjawab ucapan Justin. "Ceria," panggil Justin sudah mengarahkan tubuhnya menghadap Emeli. Tangan besar nan kekarnya sudah menyentuh tangan Emeli dengan lembut.
Mata Justin terlihat seperti berharap suatu hal pada gadis di depannya itu. Emeli terus menatap mata Justin seakan menunggu pria itu mengatakan maksud dan tujuannya. "Clara sudah menjelaskan semuanya, dan aku pun sudah memaafkannya. Kini hubungan kami sudah kembali seperti biasa. Aku sudah pernah bilangkan padamu, jika aku tidak akan pernah mau memiliki hubungan lebih pada sahabatku sendiri. Aku tau posisi kita saat ini begitu sulit. Aku mohon padamu Emeli, izinkan aku menjalin hubungan kembali dengan wanita yang aku cintai," ucap Justin dengan penuh harap membuat Emeli menatap sendu padanya.
"Terus, apakah sekarang ini kau ingin kita bercerai?" tanya Emeli membuat dada Justin tiba-tiba saja seakan di tinju seratus kali.
"Tidak Emeli, kita tidak akan bercerai, aku butuh bantuanmu. Aku tak ingin kedua orang tua kita kecewa untuk yang kedua kalinya. Jadi aku ingin kau menyembunyikan semuanya pada mereka. Bantulah aku Emeli, setelah semuanya selesai, aku akan melepaskanmu untuk mencari kebahagiaan mu sendiri," ucap Justin yang tanpa sadar membuat hati Emeli bagaikan di cucuk ribuan anak panah yang begitu tajam.
__ADS_1