
"Bukankah apa, Nak?" tanya Riya yang membuat Justin menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Tidak Ma, Tadi Justin cuma mau memberitahu jika kami baru saja memakan roti untuk mengganjal perut," ucap Justin malu membuat Riya tersenyum. Justin sengaja mengatakan itu sebab sendari tadi Emeli memberi kode melalui sorot mata tajamnya.
"Ya sudah, mari kita makan nasi," ucap Riya yang di angguki Justin.
Bukankah tadi kami sudah makan seafood untuk porsi empat orang? kenapa Emeli masih saja lapar? lambung anak ini benar bertingkat-tingkat. Batin Justin sembari berjalan di belakang Emeli dan Riya.
Setibanya di meja makan, Riya pun segera mengambil piring lalu meletakkan beberapa centong nasi dengan lauk pauknya sekalian. Setelah piring di tangannya penuh, Riya pun meletakan-nya di hadapan Justin. Justin menelan saliva-nya melihat porsi nasi di depannya itu.
Bisa kenyang sampai besok aku ini,,, ya Allah,,, mudahkanlah hamba menghabiskan semuanya,,, dan jagalah perut hamba agar tidak meledak,,, Aamiin. Doa Justin dalam hati.
Tanpa sadar Emeli tertawa membuat Riya dan Justin menolehkan wajahnya secara bersamaan. "Kamu kenapa sayang?" tanya Riya dengan senyum yang tak pudar dari wajahnya.
__ADS_1
"Hm,,," dehem Justin menatap sinis pada Emeli yang mentertawakan-nya.
"Nggak Apa-apa Ma, lucu saja mengingat film yang Emeli tonton semalam," bohong Emeli yang di percayai Riya.
Karena tak ada lagi yang di bicarakan di meja makan, kini tiga orang itu menikmati makanannya kecuali Justin. Suami Emeli itu terlihat kaku memasukkan sesuap makanan ke dalam mulutnya. Emeli yang tak bisa menahan tawanya kembali tertawa. "Kamu kenapa sih sayang, Hhhh," tanya Riya yang juga ikut tertawa.
"Hhhhhh," bukannya menjawab Emeli malah memanjang kan tawa nya. Justin yang tak tahan menyemburkan makanan di mulutnya dan ikut tertawa.
"Maaf Ma," ucap Justin tak enak hati dengan Riya mertuanya.
Awas kau ya sayang,,, aku akan menghukum mu nanti malam! batin Justin sembari menatap Emeli yang langsung membungkam mulutnya.
Matilah aku,,, pasti dia marah dan akan menghukum ku dengan hukuman yang aneh itu. batin Emeli sembari menelan saliva-nya.
__ADS_1
"Ma, nanti kalau ada waktu, pokoknya Mama harus melihat film itu," ucap Emeli masih dengan sedikit tawa di bibirnya.
"Film apa sih sayang? drama atau film horor?Mama jadi penasaran," tanya Riya dengan raut wajah penasarannya.
Apa ya,,, aduh otak,,, cepat berkerja. batin Emeli terlihat pusing sendiri memikirkan film lucu yang pernah ia tonton bersama Justin.
"Serba nggak nyambung," ucap Justin yang langsung di benarkan Emeli.
"Iya-iya benar, serba nggak nyambung," ucap Emeli menatap Justin lalu beralih menatap Riya.
"Baiklah sayang, nanti akan Mama cari filmnya, sekarang ayo habiskan makanan kalian," ucap Riya yang kembali membuat Justin menghela nafas pasrah-nya.
Maafkan aku sayang,,, batin Emeli terlihat sangat senang dengan penderitaan Justin.
__ADS_1
Beberapa Jam telah berlalu, kini di kamar terlihat Justin tertidur dengan perut yang sangat buncit seperti orang hamil. Saking kenyang nya perut nya, Justin sampai tak bisa bangkit dari baring nya.
"Yang sabar Bu,,, sebentar lagi pembukaan nya akan lengkap." goda Emeli sembari cekikik kan. Justin yang mendengar itu hanya melemparkan tatapan kesal pada Emeli.