
Setelah kejadian singkat itu, kini keduanya tidur bersama di atas ranjang. Mereka terlihat saling berpelukan, tidak! tepatnya Justin-lah yang memeluk Emeli dengan erat. Nafas mereka terlihat sangat teratur siang ini. Saat ini mereka tidur begitu nyenyaknya hingga berhasil menutup matanya hingga petang tiba. Karena siang tadi Justin tak terlalu kenyang, membuat perut sispeknya berbunyi. Hal itu membuat Justin membuka matanya terlebih dahulu dari Emeli.
Justin mengucek matanya lalu menatap ke arah Emeli sesaat, setelah itu ia menatap jam di arloji mahalnya. Betapa kagetnya ia sebab tidur cukup lama. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 16:09 sore. Justin segera bangkit dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tak lama Justin masuk kamar mandi, tiba-tiba saja Emeli bangun dari tidurnya.
"Hm," dehemnya sembari mengumpulkan semua nyawanya. "Dimana aku?" gumamnya pelan seakan lupa ia sedang berada di hotel bersama Justin. Ingatan Emeli pun kembali membuatnya tersadar.
Emeli memalingkan wajah ke arah kamar mandi, ia mendengar suara air yang mengalir pertanda ada seseorang yang tengah membersihkan diri. "Itu pasti Justin," gumamnya lagi lalu segera bangkit dari ranjangnya. Emeli melirik jam di tangannya, bertepatan dengan itu Justin keluar dari dalam kamar mandi.
"Kau sudah bangun?" tanya Justin sembari mengeringkan rambutnya yang basa. Emeli mengangguk pelan di iringi senyum simpulnya, "Mandilah, sebentar lagi kita akan pulang," ucap Justin yang lagi-lagi hanya mendapatkan anggukan dari Emeli.
__ADS_1
Tak ingin berlama-lama berbicara dengan Justin, Emeli segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Ia membersihkan tubuhnya dengan begitu lembutnya. Setelah selesai, Emeli segera mengenakan pakaiannya lalu berjalan ke arah cermin yang berada di dalam kamar mandi tersebut.
Betapa lemahnya hatiku jika sudah berurusan dengan yang namanya cinta, batin Emeli menatap pantulan dirinya di dalam cermin dengan wajah sendu.
"Cepatlah Emeli, aku sudah sangat lapar," ucap Justin dari balik pintu membuat Emeli segera menyelesaikan kegiatannya.
"Ayo," ucap Emeli sembari menggunakan sepatunya. Justin hanya mengangguk dengan tangan yang merapikan jasnya.
"Dimana Riko?" tanya Emeli dengan datarnya.
__ADS_1
Justin yang fokus melihat jalan hanya melirik Emeli sekilas, "Aku sudah memerintahkannya untuk meninggalkan kita," ucapnya sembari memutar mobilnya.
"Hm," dehemnya pelan namun mampu membuat Justin tak nyaman.
"Kita singgah ke lestoran dulu ya, aku sangat lapar," ucapnya yang lagi-lagi hanya di balas dengan anggukan.
Ada apa lagi denganmu Ceria? semenjak pulang dari luar negeri sikapnya jadi banyak berubah, kemana wajah ceriamu. Kemana sikap ceria nan mengesalkanmu. Aku lebih suka kau banyak bicara daripada diam tanpa suara, Batin Justin dengan mata yang sesekali melirik Emeli.
Beberapa menit membela jalan, kini Justin dan Emeli sudah berada di lestoran seafood. Wajah datar Emeli sedikit berubah ceria sebab ia sangat menyukai seafood seperti Justin. Dua sejoli itu mempunyai Minat yang sama. Jadi tak susah bagi Justin untuk membuat Emeli bahagia atau sekedar mengambil hatinya.
__ADS_1
"Ayo," ajak Justin setelah berhasil memarkirkan mobilnya.
Mereka pun turun dari mobil lalu berjalan bersama memasuki lestoran. Justin segera memesan seafood jumbo untuk porsi dua orang. Tak lupa ia juga memesan kepiting Alaska. Setelah pesanan mereka tiba, keduanya pun langsung menikmati makanannya dengan tenang. Tak ada suara di sana selain keheningan.