CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Kabar Bahagia


__ADS_3

"Bagaimana kondisi istri saya Dokter?" tanya Justin dengan sangat cemasnya.


Dokter tersenyum ke arah Justin sembari berkata, "Istri anda baik-baik saja Tuan, ini semua faktor dari kehamilan istri anda yang masih sangat muda," ucap Dokter membuat Justin mematung di tempatnya. Mata calon Ayah itu berkedip-kedip seakan tak percaya bahwa Emeli istrinya tengah mengandung buah hatinya.


"Benarkah Dok?" tanya Justin lagi mencoba mencari kejujuran di mata sang Dokter.


"Benar Tuan, dan sekarang usia kandungan istri anda sudah memasuki usia satu bulan," ucap Dokter yang seketika mendatangkan pelukan dari Justin.


"Terimakasih Dok, terimakasih atas berita bahagia ini," ucap Justin setelah melepas pelukannya dan beralih menjabat tangan sang Dokter.


"Sama-sama Tuan, pesan saya, tolong jaga istri dan calon anak anda dengan baik, sebab hamil muda rentan akan keguguran. Berikan istri anda makanan yang sehat dan bergizi. Sebentar lagi suster akan mengantarkan vitamin untuk istri anda. Vitaminnya di makan di pagi hari dan di malam hari ya," ucap Dokter sembari tersenyum.

__ADS_1


"Baik Dokter, saya akan melakukan apa yang Dokter katakan," ucap Justin pada sang Dokter.


Setelah pembicaraan singkat itu, kini Dokter pun pergi. Tak lama dokter pergi, Emeli pun perlahan mulai sadar dari pingsan nya.


"Hm," lirihnya sembari memegang kepala nya yang masih terasa sedikit pusing.


"Sayang kau sudah sadar?" tanya Justin sembari menggenggam tangan Emeli dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Kita dimana Jus? dan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Emeli sembari menatap Justin dengan tatapan lemahnya.


"Dan?" tanya Emeli dengan dahi yang mengeruk bingung.

__ADS_1


"Dan selamat sayang, sebentar lagi kita akan menjadi Mama dan Papa," ucap Justin yang seketika membuat Emeli menjatuhkan air mata harunya.


"Hiks, benarkah sayang?" tanya Emeli yang langsung di angguki Justin. "Hiks, aku sangat bahagia sayang,,," ucap Emeli sembari memeluk Justin dengan sangat erat.


"Aku juga sangat bahagia sayang. Terimakasih atas segalanya. Terimakasih atas cinta dan hadiah terindah yang kau berikan padaku sayang. Aku berjanji akan menjadi suami dan Papa yang baik untukmu dan anak-anak kita kelak. Aku mencintaimu sayang, sangat-sangat mencintaimu," ucap Justin membuat hati Emeli seakan ingin mencair.


"Aku juga mencintaimu Jus tomatku, bahkan aku lebih sangat-sangat mencintaimu. Terimakasih karena sudah mau menerimaku menjadi istrimu, hiks, aku sangat bahagia," ucap Emeli sembari terus menangis haru.


"Ust,,, jangan katakan hal itu sayang, justru akulah yang harus berterima kasih sebab kau masih mau menerima aku yang jelas-jelas sudah banyak memberikan luka padamu," ucap Justin lalu mencium semua wajah Emeli dengan tangan yang tak henti-hentinya mengelus punggung wanita hamil itu.


"Mari kita pulang, pasti kedua orang tua kita akan sangat bahagia mendengar berita bahagia ini," ucap Justin yang di angguki Emeli.

__ADS_1


Setelah drama haru itu selesai, kini kedua sejoli itupun langsung pergi menuju kediaman Riya dan Bowo, tak lupa mereka juga menghubungi Ela dan Hendra agar segera datang ke kediaman kedua orang tua Emeli.


Setelah melakukan perjalanan singkat nya, kini mobil Justin pun memasuki perkarangan kediaman orang tua Emeli. Setelah mobil berhenti, keduanya pun keluar dari dalam mobil lalu masuk ke dalam mansion mewah itu dengan tangan yang saling menggenggam.


__ADS_2