CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Kelelahan


__ADS_3

Saat ini di dapur terlihat Emeli tengah mengambil beberapa buah di kulkas. Ia memindahkan beberapa buah kesukaannya ke mangkuk lalu membawanya ke wastafel. Emeli pun mulai mencuci buah itu secara perlahan. Air keran yang mengalir jernih tiba-tiba saja berubah menjadi merah darah. Emeli kaget dan menghempaskan buah yang ia pegang.


"Ah,,," teriaknya ketakutan. Tangannya gemetar melihat keran itu terus menyalah dengan air berwarna merah seperti darah.


Di kamar mandi terlihat Justin bangkit dari bathtub lalu segera mengenakan kimono-nya. Karena sudah panik, Justin pun langsung berlari menuju dapur.


"Sayang," panggil Justin menghampiri Emeli yang sudah meringkuk ketakutan.


"Hiks, i-itu a-airnya be-berubah menja-jadi darah, hiks," aduh Emeli terbata-bata dengan ekspresi yang sangat ketakutan.


"Darah?" tanya Justin mengerutkan dahinya heran.


"I-iya, hiks, aku takut sekali," ucap Emeli sembari terus menangis.


"Tenanglah sayang, kau akan baik-baik saja," ucap Justin lalu mengecup kening Emeli. "Sayang, kau tunggu disini dulu ya, aku mau periksa kerannya," ucap Justin namun Emeli seakan tak ingin jauh darinya.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku sayang," liriknya dengan nada yang ketakutan.


"Sebentar saja sayang," ucap Justin laku melepaskan tangan Emeli dengan perlahan. Setelah terlepas dari genggaman Emeli, Justin pun beranjak menuju wastafel.


Justin pun perlahan memutar keran dan mengamatinya dengan jeli. Justin menghela nafas ketika melihat air keran mengalir bersih. "Kau lihat sayang? tidak ada darah di sini," ucap Justin membuat Emeli menggeleng pelan.


"Tidak, aku melihatnya sendiri sayang. Air itu berubah menjadi merah darah," ucap Emeli berusaha meyakinkan Justin.


"Ayolah sayang, kau terlalu lelah," ucap Justin tak memercayai Emeli.


"Sudah, sebaiknya kita beristirahat," ucap Justin lalu membawa Emeli kembali ke kamar dengan cara merangkulnya.


"Tapi sa-" belum sempat Emeli mengucapkan kalimatnya namun Justin sudah lebih dulu memotongnya.


"Sudah sayang, kau harus banyak istirahat agar kau dan bayi kita sehat," ucap Justin membuat Emeli tak dapat membantah.

__ADS_1


Aneh sekali, jelas-jelas aku melihat sendiri air itu berubah warna. Huh, aku bisa gila jika terus seperti ini! Batin Emeli mulai stress dengan semuanya.


Di luar jendela dapur, terlihat pria bermasker tersenyum senang sebab berhasil membuat targetnya ketakutan. Karena hari ini tugasnya sudah selesai, pria itupun pergi menemui bosnya.


"Bagaimana?" tanya Patrick yang saat ini tengah duduk santai sembari menghisap sebatas rokok.


"Semuanya berjalan lancar Tuan, saya melepaskan pipa air. Di saat wanita itu sedang mencuci buah maka air bercampur darah inilah yang mengalir, dan ketika suami wanita itu mengeceknya, saya langsung memasang kembali pipa air itu Tuan sehingga pria itu menganggap istrinya sedang kelelahan," ucap Orang suruhan Patrick.


"Bagus, sebentar lagi aku akan membuat semua orang menganggapnya gila. Aku takkan membiarkan mereka hidup tenang setelah apa yang mereka lakukan pada Claraku!" ucap Patrick dengan rahang yang mengeras.


Tunggulah wanita sial*n, aku akan memberikan pelajaran yang lebih menyenangkan dari ini! Batin Patrick dengan sorot mata penuh kebencian.


"Pergilah, aku akan mengirim bonusmu," ucap Patrick seketika membuat orang suruhan tersenyum bahagia.


"Terimakasih Tuan," ucap orang suruhan itu lalu pergi meninggalkan Patrick sendiri di kediamannya.

__ADS_1


__ADS_2