
Pesan Justin:
Bersiap-siaplah sayang, aku akan menunggumu di taman kota sekarang. Jika kau tidak mau mengetahui hal penting ini tidak apa jika tidak ingin datang.
"Huh," Emeli menghela nafas lelahnya setelah membaca pesan suaminya itu. Di satu sisi ia tak ingin datang sebab malas, namun di satu sisi ia sangat penasaran dengan hal penting yang ingin di sampaikan Justin.
Tak ingin membuang waktu, Emeli pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai, iapun mengenakan pakaian santainya. Sebelum pergi tak lupa ia menitip pesan pada bibi agar menyampaikan pada Ela jika ia sedang keluar.
"Pak, kita ke taman kota ya," ucap Emeli pada supir keluarga Justin.
Beberapa menit membela jalan, akhirnya Emeli pun tiba di taman. Sebelum pergi mencari Justin, Emeli tak lupa mengucapkan terimakasih pada sang supir yang telah mengantarnya. "Dimana dia?" gumamnya bertanya-tanya dengan mata yang terus memandangi sekeliling area taman.
"Ting," Justin segera melirik handphonenya yang terdapat pesan dari Emeli.
Pesan Emeli:
__ADS_1
Kau dimana Jus?
Justin tersenyum senang lalu memberitahukan keberadaan pada Emeli. Setelah membaca pesan dari Justin, Emeli pun langsung melangkah kakinya menemui pria itu. "Hey," ucap Emeli berhasil membuat Justin terkejut. Justin mengelus dadanya yang terasa sakit. Emeli yang melihat itu hanya tertawa puas.
"Sayang,,, kau ini suka sekali membuatku terkejut," omel Justin yang membuat Emeli menampilkan senyum devil yang sangat mengesalkan menurut Justin.
"Kau terkejut bukan karena ulahku, tapi memang dasarnya saja kau sudah tua!" ejek Emeli membuat Justin mengerang kesal namun ia menahannya.
Sabar Justin, sabar,,, jangan hancurkan momen langkah ini, Batin Justin lalu kembali menampilkan senyum manisnya pada Emeli.
Sikap inilah yang sangat di sukai Justin. Bahkan pria itu sangat merindukan sikap hangat Emeli ini. "Apakah kau benar-benar ingin mengetahuinya sayang?" tanya Justin dengan wajah lesu nan sedihnya. Emeli yang melihat itu menyipitkan matanya.
Dia ini kenapa? kenapa ekspresinya terlihat menyedihkan seperti itu? apakah ada masalah yang serius? Batin Emeli mencoba menebak-nebak.
"Katakanlah Jus? apakah ada masalah yang serius?" tanya Emeli dengan rasa penasaran yang sudah di ujung tanduk.
__ADS_1
Justin tidak menjawab pertanyaan Emeli, ia hanya mengangguk lemah pada wanita di sampingnya itu. "Jika kau ingin mendengarnya, maka berjanjilah untuk tidak marah padaku," ucapnya dengan suara lirihnya.
Sabar Emeli, jika kau ingin mengetahui hal penting ini maka bersikap baiklah padanya. Batin Emeli dengan mata yang masih memperhatikan Justin.
"Baiklah, aku tidak akan marah," ucap Emeli yang tanpa sadar membuat Justin menarik sudut bibirnya. "Katakan Jus!" ucapnya dengan penuh penekanan sebab rasa penasarannya sudah sangat besar.
"Huh, aku merasa berat mengatakannya. Aku juga gugup dan takut kau pingsan mendengarnya sayang," ucapnya dengan nada yang lirih.
"Kau ini lamban sekali! katakanlah!" desak Emeli dengan wajah yang sudah tidak berjarak dengan wajah Justin.
"Sebenarnya aku,,," ucapnya yang membuat wajah Emeli memerah sebab kesal.
"Kau apa!" tanyanya dengan nada kesal bercampur gemas.
"Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu," ucapnya dengan wajah sayunya. Rasanya ingin sekali Emeli menjambak rambut suami menyebalkannya itu.
__ADS_1