
"Maaf Pa, aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini," ucap Justin membuat Erika menangis sembari menggeleng lemah.
Nino yang merasakan kekecewaan yang sama dengan Justin hanya bisa menghela nafas pasrah dengan semua keputusan yang telah Justin buat. "Baiklah Nak, Kami tidak akan menyalakanmu sebab kau adalah korban dari kebohongan anak kami sendiri, hiks," ucap Nino membuat justin menarik pria paruh baya itu kedalam pelukannya.
"Sudahlah Pa, ini semua sudah terjadi, walaupun saya dan Clara tidak jadi menikah, setidaknya kita masih tetap bisa menjadi suadara," ucap Justin yang di angguki Vino setelah lepas dari pelukan Justin.
"Terimakasih Nak," ucap Nino sembari menepuk bahu Justin seakan memberikan kekuatan. Setelah pembicaraan singkat itu, akhirnya kini Justin memutuskan untuk pulang kekediamannya. Tak lupa ia menghubungi Riko agar segera menyusulnya.
__ADS_1
Setelah tiba Justin langsung masuk ke dalam rumahnya. Tak lama Justin tiba, Riko pun tiba juga di kediamannya. Kini mereka tengah duduk berdua di ruang tamu.
"Tuan," ucap Riko mencoba membuka pembinaan.
Justin langsung mengalihkan pandangan ke arah Riko. Riko dapat melihat jika Justin terlihat habis menangis, hal itu kelihatan dari mata sembab dan sayunya. "Rik, Maafkan aku karena menyerahkan semua urusan perusahaan pada mu. Aku menyesal Rik, sebab telah percaya pada wanita licik dan penipu itu! bahkan aku sampai menyakiti hati Emeli," curhat Justin yang membuat hati Riko senang.
"Sudahlah Tuan, semuanya sudah berlalu, intinya sekarang Tuan harus memikirkan bagaimana caranya agar Nona Emeli mau kembali pada Tuan," ucap Riko membuat Justin termenung sesaat sebab baru ingat jika Emeli sudah tak berada di rumahnya sendari kemarin.
__ADS_1
Pria bodoh ini pakai bertanya lagi! jelas saja Emeli mau kembali padanya, toh selama ini Emeli sangat mencintainya tapi dia saja yang tak tau dan tak peka dengan perasaan Emeli padanya! batin Riko sedikit geram dengan Justin yang bodohnya sudah sangat kelewatan.
"Maaf Tuan sebelumnya, sudah lama saya ingin mengatakan hal ini," ucap Riko yang langsung membuat Justin fokus menatapnya. "Apakah anda tau jika selama ini Nona Emeli sangat mencintai anda? bahkan sebelum anda bertemu dengan Clara?" ucap Riko yang terlihat enggan memanggil Clara dengan sebutan Nona.
"Deg!" Justin langsung menegakkan tubuhnya sebab terkejut dengan penuturan Riko.
Benarkah selama ini Emeli mencintaiku? tetapi kenapa dia tidak mengatakannya? apa karena aku Sering mengatakan padanya jika aku tidak akan pernah menikah dengan yang namanya sahabat? sit, aku sangat bodoh mengabaikan wanita yang benar-benar tulus mencintaiku. Kenapa aku bisa tidak peka! Batin Justin sembari mengutuki dirinya sendiri.
__ADS_1
"Riko, tolong kau selidiki semuanya, aku ingin menemui Emeli di kediaman orang tua-nya," ucap Justin dengan sangat terburu-buru hingga meninggalkan Riko seorang diri di sana.
Riko tersenyum devil melihat itu, ia sangat senang dengan semua kejadian yang menimpa bos bodohnya itu. Tak sia-sia dia selalu mengikuti Clara bahkan hingga ke rumah sakit sekalipun. Ia memerintahkan dokter yang selalu mengganti KB yang di gunakan Clara agar melepas KB itu. Dan hal itu tak muda, ia harus mengeluarkan jutaan uang untuk menutup mulut sang dokter, itulah sebabnya kenapa Clara bisa hamil.