CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Dalang Di Balik Berita Yang Tersebar


__ADS_3

"Baiklah, Papa percaya pada Mama dan Clara, tapi ingat, jika saja anak dashyat ini berulah lagi, jangan salahkan jika Papa bertindak dan mengambil keputusan terbaik untuknya!" ucap Nino dengan tegas lalu segera pergi meninggalkan Ibu dan anak itu. Etika hanya menghela nafasnya pasrah lalu beralih melihat Clara yang saat ini memulai drama menangisinya.


"Hiks, Ma,,," lirih Clara dengan tubuh yang sudah memeluk Erika.


"Tenanglah sayang, Emosi Papamu hanya sesaat saja," ucap Erika sembari menghapus air mata Clara. "Sudah, jangan menangis dan jangan fikirkan apapun. Fokus saja pada dirimu dan bayimu sayang," ucap Erika dengan sangat lembut nya. Melihat Clara yang terlihat lemas, Erika pun mengantar Clara menuju kamarnya.


Setelah berada di kamar, dan Erika sudah pergi, Clara pun melompat senang sebab rencana berjalan dengan begitu mulusnya. "Yes, yes, sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Justin. Dan kau wanita sial*n, bersiap meratapi nasibmu seumur hidup, karena akan aku pastikan, Justin akan meninggalkanmu dan datang kepadaku!" gumamnya sembari menampilkan senyum angkuhnya.


Di perusahaan, terlihat Riko tengah sibuk mengutak-atik komputer yang berada depannya. Dengan kepintarannya, Riko berhasil menemukan titik awal berita yang tersebar di kalangan masyarakat. Justin terlihat fokus menatap Riko sembari menunggu informasi dari pria itu.


"Bagaimana Rik?" tanya setelah Riko menghentikan kegiatannya.

__ADS_1


"Lihatlah Tuan," ucap Riko sembari membalikkan komputernya menghadap Justin.


Justin segera menatap layar komputer itu dan seketika, "Bruk!" ia memukul mejanya dengan sangat kuat. Rahang pria itu mengeras ketika mengetahui dalang di balik berita buruk tentangnya dan Emeli adalah Clara.


"Wanita ular ini tak henti-hentinya menggangguku dan istriku," ucapnya tertahan dengan tangan yang sudah mengepal dan mengeluarkan urat-urat tangannya. Saking marahnya bahkan urat leher Justin terlihat.


"Apa yang akan kita lakukan Tuan?" tanya Riko dengan mata yang fokus menatap Justin.


Justin menetralkan pernafasannya sembari berfikir tindakan apa yang akan ia ambil. "Yang paling pertama, kita harus menghilangkan rumor tak jelas ini terlebih dahulu, aku tak ingin hubunganku dan Emeli kembali merenggang," ucap Justin yang di setujui Riko.


"Aku percaya padamu Rik," ucap Justin sembari menepuk bahu Riko.

__ADS_1


Setelah pembicaraan singkat itu, Justin pun segera pulang ke kediaman kedua orang tua nya untuk menemui Emeli istri nya. "Sayang," panggil nya ketika sudah berada di ruang keluarga rumahnya.


"Istri mu berada di kamarnya sayang," ucap Ela membuat Justin segera pergi menuju kamarnya.


"Sayang, aku merindukanmu," ucap Justin sembari memeluk Emeli. Riya yang melihat itu segera keluar dari kamar membiarkan keduanya menyelesaikan masalah mereka.


"Pergilah Jus, aku sedang tidak ingin di ajak bicara," ucap Emeli yang sudah seperti patung hidup yang tak bergerak selain mulut dan matanya.


"Tidak, aku tak akan meninggalkanmu sayang, Maafkan aku," ucapnya masih setia memeluk Emeli dengan sangat posesifnya.


"Jus," panggil Emeli membuat Justin melepaskan pelukannya lalu menatap Emeli.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanyanya sembari menatap Emeli yang terlihat begitu hancur.


Emeli mengalihkan tatapan lelahnya pada Justin. "Mari bercerai," Bagai kaca di sambar petir, Justin diam terpaku di tempatnya. Hatinya kacau seakan ingin melompat dari tempatnya. Justin menatap tak percaya pada Emeli.


__ADS_2