CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Kembali ke Indonesia


__ADS_3

Waktu terus berlalu, kini Emeli benar-benar teguh pada keinginannya untuk kembali ke Indonesia. Justin yang tak bisa meluluhkan hati Emeli, mau tak mau ikut kembali bersama gadis itu. Di sini Clara-lah yang paling kesal sebab ia tak bisa bersenang-senang lebih lama bersama Justin.


Karena semuanya sudah siap, mereka pun pergi menggunakan taksi menuju bandara. Emeli terus saja menguatkan hatinya ketika melihat kemesraan Clara dan Justin di dalam mobil. Di dalam sana Raka duduk di samping supir, sedang Justin, Clara dan Emeli duduk bertiga di kursi penumpang. Di sana Clara-lah yang menjadi benteng di antara Emeli dan Justin. Wanita itu seakan merasa jika Justin adalah miliknya sedangkan Emeli hanyalah orang asing.


Riko yang memperhatikan tiga orang yang berada di belakangnya hanya diam menahan kesal. Walaupun ia datar dan dingin, namun ia masih memiliki hati nurani dan rasa peduli pada semua orang. "Sudah tiba Tuan, Nona," ucap supir taksi yang di tanggapi oleh Riko. Mereka segera turun lalu mengurus segala keperluan di bandara itu. Setelah selesai, mereka pun pergi ke ruang tunggu pesawat.


Tak lama menunggu, kini terdengar pengumuman jika pesawat mereka telah siap untuk berangkat. Mereka pun kembali berjalan menuju pesawat. Setelah berada di dalam pesawat, dengan lancangnya Clara mengambil kursi Emeli. Emeli hanya menatap datar ke arah Justin dan Clara. Justin yang tak ingin ada keributan hanya meminta Emeli untuk mengalah dan membiarkan Clara duduk di sampingnya. Tanpa Justin sadari, Clara tersenyum mengejek ke arah Emeli. Emeli hanya menghempaskan nafasnya dengan kasar lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan Riko.

__ADS_1


"Kenapa kau membiarkan wanita itu merebut tempat dudukmu?" tanya Riko dengan nada yang terdengar kesal.


"Biarkan sajalah, aku malas berdebat," Jawabnya yang membuat Riko menghembuskan nafasnya dengan pelan.


"Ingat yang ku katakan kemarin Emeli, baik boleh, bodoh jangan! kau terlalu mengandalkan hatimu yang kecil itu," ucap Riko membuat hati Emeli kembali lemah.


Aku tidak bisa Riko, rasanya aku tidak tega untuk menolak permintaan Justin, cinta yang berada di hatiku seakan mengendalikan diriku, batinnya yang tanpa sadar membuat matanya kebanjiran.

__ADS_1


Maafkan aku Ceria, aku tidak tau kau sampai sesedih itu hanya karena kursimu di duduki oleh Clara. batin Justin terus menatap Emeli yang membuat Clara lagi-lagi menahan api cemburu.


Tak kehabisan akal, Clara pun mencari cara agar Justin hanya fokus pada dirinya. "Sayang, aku mengantuk, bisakah kau mengelus punggungku agar aku segera tertidur?" pinta Clara dengan mata kuncinya membuat Justin tak bisa menolak keinginan gadis itu.


"Tentu saja sayang," ucap Justin sembari mencium kening Clara membuat Emeli yang tak sengaja melihatnya langsung menutup matanya.


Tenang Emeli, tak lama lagi kita tiba di Indonesia. Setelah sampai di sana, kau akan bebas dari belenggu keromantisan dua manusia itu, batin Emeli lalu memutuskan untuk masuk ke alam mimpinya.

__ADS_1


"Hati-hati Emeli," ucap Riko yang menghalangi kepala Emeli dari dinding kursi yang berada di samping kepalanya. Jika saja Riko tak menangkapnya, mungkin kepala gadis itu sudah terbentur.


"Maafkan aku Rik, dan terimakasih. Aku tidak fokus sebab mengantuk," ucap Emeli tersenyum pada Riko membuat Justin terlihat kepanasan menahan api cemburu. Ia melampiaskan amarahnya dengan cara mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Bahkan tangan pria itu sampai terluka sebab kukunya yang sedikit panjang menembus telapak tangannya. Tak ingin ada yang menyadarinya, Justin segera mengelap darah di tangannya dengan tisu.


__ADS_2