
"Biar saya saja mbak," ucap Emeli sembari menatap makanan di meja yang berada di kamarnya. Setelah tertata rapi, pelayan segera pergi meninggalkan kamar pengantin baru itu.
Justin yang memang lapar segera mendekati Emeli yang sudah duduk manis di atas sopa. "Makanlah Jus," ucap Emeli yang di angguki Justin. Pagi ini mereka menikmati sarapan paginya tanpa ada embel-embel romantis. Emeli mungkin terlihat biasa saja, namun tidak dengan hatinya. Siapa yang menyangka jika hati gadis itu menjerit karena fikirannya selama ini benar jika Justin tak akan pernah mencintai dirinya. Emeli cemburu dengan Clara, walaupun sudah pergi, tetapi Justin tak sedikit pun membenci wanita itu. Firasat Emeli mengatakan, jika Justin masih mencintai mantan kekasihnya itu.
Di saat menikmati sarapan paginya, Emeli melirik penampilan Justin yang sudah sangat rapi. "Apa pagi ini kau ingin ke kantor Jus?" tanya Emeli sembari menambahkan lauk ke piring Justin.
Justin menghabiskan makanan di mulutnya. Lalu menatap Emeli sembari berkata, "Iya Ceria, rasanya aku ingin mengalihkan pikiranku ke perkejaan kantor saja," ucap Justin yang langsung di angguki Emeli dengan senyum simpul nya. Bibirnya mungkin bisa tersenyum tetapi tidak dengan hatinya yang sedih dengan teramat sangat.
__ADS_1
"Rencana yang bagus, kalau begitu aku izin tidak masuk dulu ya Jus, tubuhku masih sakit semua," ucap Emeli berbohong. Sesungguh nya ia ingin menenangkan diri agar hatinya tidak terlalu sakit.
Mau gimanapun kondisinya, aku harus tegar dan ikhlas sebagaimana di awal. Aku tidak boleh berharap lebih karena bisa saja suatu saat Clara dan dirinya kembali bersama. Bagi Justin aku adalah sahabat terbaiknya, dan tidak lebih dari itu. batin Emeli sembari melamun membuat Justin heran dengan wanita yang sudah berstatus menjadi istrinya itu.
"Ceria, apakah kau baik-baik saja?" tanya Justin sembari memegang kening Emeli untuk mengecek suhu tubuh gadis itu.
Emeli mengarahkan pandangannya melihat Justin sembari tersenyum, "Ya, aku baik-baik saja Jus. Sepertinya aku masih mengantuk makanya melamun," Justin hanya mengangguk lalu melanjutkan sarapan paginya dengan tenang.
__ADS_1
Ada apa dengan Ceria? kenapa sikapnya sangat berbeda dan aneh? bahkan dia tak seceria biasanya. Ntah lah, mungkin saja ia benar-benar sangat lelah sehingga seperti itu. batin Justin berusaha berfikiran positif tentang Emeli.
Setelah mobil Justin hilang dari pandangan, Emeli segera masuk ke dalam rumahnya. Di dalam sana ia di sambut hangat oleh Riya. Karena baru menikah, Riya terus saja menggodanya. Bahkan bibi yang sudah sangat dekat dengan Emeli tak canggung ikut nimbrung bersama Riya untuk membuat gadis itu malu. "Sudah lah Ma, Mama sama Bibi ini tidak lelah ya tertawa terus," ucapnya di iringi senyuman sendu tetapi bibi maupun Riya tak menyadari nya.
"Ya sudah Ma, Emeli ke kamar dulu ya," ucap Emeli yang di angguki Riya yang saat ini tengah membantu bibi memotong sayur.
"Oya sayang, kemana suamimu sayang?" tanya Riya penasaran membuat langkah Emeli terhenti. Dengan menghela nafasnya Emeli kembalikan semua tubuhnya menghadap Riya.
__ADS_1
"Justin sedang ke kantor Ma, katanya ada urusan penting yang tak bisa di tunda," ucap Emeli dengan sedikit bumbu-bumbu di ucapan nya.
"Baiklah sayang," ucap Riya tak bertanya banyak hal lagi membuat Emeli menghela nafas nya senang. Ia pun kembali menerbitkan senyum terpaksa lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar.