CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Rencana Clara


__ADS_3

Tadi katanya muak, tetapi kenapa di bahas lagi?! dasar bos dablek! Batin Riko sedikit geram dan gemas dengan sikap Justin yang berubah-ubah.


"Sesuai informasi yang anak buah kita dapatkan Tuan, sekarang Clara tinggal di sebuah rumah Kontrakan kecil lantaran uang yang ia punya semakin menipis, hal itu disebabkan kedua orang tuanya yang tak menganggapnya anak lagi dan tak mengijinkan wanita itu untuk kembali ke kediaman mereka," jelas Riko semakin membuat Justin merasa puas dengan apa yang menimpa mantan kekasihnya itu.


Itu belum seberapa wanita sial*n, aku akan membuat hidupmu jauh lebih sulit dan hancur! Batin Justin seakan menyimpan dendam pada Clara.


"Bagaimana dengan Pria itu dan selingkuhan nya?" tanya Justin dengan sedikit menggerakkan kursi kebesarannya ke kanan dan ke kiri.


Riko mengambil nafas sebelum melanjutkan penjelasannya, " Patrick dan Nita selingkuhan nya sekarang tengah berada di kota B, pria bajing*n itu memanfaat wanita itu untuk mencari uang untuk memenuhi semua kebutuhannya." Jelas Riko yang langsung membuat Justin mengangguk paham.


Ternyata sih bed*bah itu hanya modal tampang dan tongkat saja! cih, sangat tidak berkelas! Batin Justin seakan merasakan jika dirinya jauh lebih baik dari Patrick.

__ADS_1


"Apa pekerjaan jal*ng itu untuk menghidupi pria pemalas itu!" tanya Justin dengan penuh rasa penasaran.


"Huh," Riko menghela nafasnya lantaran lelah sebab terus menjelaskan banyak hal pada Justin, padahal semua informasi yang ingin di ketahui pria itu sudah berada di map coklat yang berada di depannya. "Nita berkerja sebagai simpanan Duda kaya Tuan, yang tak lain Endrik rekan bisnis Anda sendiri," Jelas Riko membuat Justin mendapatkan ide dari dalam benaknya.


"Rik," panggil Justin dengan senyuman jenakanya.


"Iya Tuan?" tanya Riko mencoba menerjemahkan bahasa sorot mata Justin.


Apa bos bodoh ini mau aku menghancurkan wanita itu dan kekasihnya Patrick? Batinnya bertanya-tanya yang ternyata sesuai dengan yang diinginkan Justin.


"Baiklah Tuan, saya akan melakukan apa yang anda inginkan," ucap Riko membuat Justin bangkit dari kursi kebesarannya menghampiri Riko. Ia menepuk bahu asisten sekaligus sekretarisnya itu dengan penuh perasaan bangga dan puas.

__ADS_1


"Itulah yang aku suka darimu Rik, kau sangat pintar dan cepat membaca suasana," ucap Justin yang hanya di balas senyum simpul oleh Riko.


"Memang sudah seharusnya begitu Tuan," ucap Riko yang di angguki Justin.


Setelah pembicaraan singkat itu, kini mereka pun pergi ke semua lestoran untuk melakukan pertemuan dengan beberapa Klien yang sudah membuat janji dengan mereka.


Di kos-kosan kecil, terlihat Clara berdecak kesal pada anak buahnya yang tak mau menuruti keinginannya sebab ia belum memberikan uang pada mereka. "Aku harus cari cara agar Justin mau kembali padaku, aku tak peduli dengan Patrick sial*n itu!" gumam Clara dengan wajah yang sudah sangat memerah sebab menahan Amarah.


"Apa yang harus aku lakukan ya? uang tabunganku semakin hari semakin menipis!" gumamnya sembari mondar mandir tak jelas dengan telunjuk yang mengetuk-ngetuk dagunya.


"Apa aku harus kembali pada Mama dan Papa? apakah mereka masih mau menerimaku kembali? aku harus mencari cara agar mereka mau menerimaku kembali di mansion itu, lagian aku kan anak kandung mereka satu-satunya," ucap Clara dengan penuh percaya diri dan tekat.

__ADS_1


__ADS_2