CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Pergi Ke Kantor Bersama


__ADS_3

Setelah puas mencurahkan isi hatinya, Emeli pun menyimpan buku dan pulpennya. Ia melirik jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 22:29 malam. Karena sudah sangat mengantuk akhirnya Emeli memutuskan untuk tidur. Beberapa menit memejamkan matanya, nafas Emeli sudah terdengar sangat teratur pertanda gadis itu sudah tidur sangat nyenyak.


Perlahan Mata Emeli mulai terbuka. Ia melihat hari sudah terang melalu celah jendela kamarnya. "Padahal baru saja aku tidur, kenapa rasanya hanya sekejap mata saja? aku benar-benar masih mengantuk," gumam nya namun tetap memaksakan diri untuk bangun. Emeli melirik jam dindingnya, di saja sudah menunjukkan pukul 06:00 pagi. Karena sudah lama libur, akhirnya hari ini Emeli memutuskan untuk pergi bekerja.


"Tok-tok-tok," Emeli menolehkan wajahnya ke arah pintu dengan tangan yang sibuk mengancingkan kemejanya. "Sayang, cepat Nak, itu suami kamu sudah menunggu di bawah," ucap Riya membuat Emeli langsung membuang nafasnya mendengar nama Justin.


"Sebentar Ma, ini Emeli sudah siap, hanya tinggal menggunakan blazer saja," ucap Emeli dari balik pintu.


"Baiklah sayang, jika sudah selesai, segera lah turun. Kita sarapan bersama ya," ucap Riya sebelum pergi dari depan kamar Emeli.

__ADS_1


"Iya Ma," ucap Emeli bertepatan dengan blazer nya yang sudah terpasang.


Untuk apa Justin menjemput ku? bukankah aku sudah mengatakan padanya jika aku sedang tidak Ingin di ganggu. Oh aku lupa, hal seperti ini kan sudah menjadi hal biasa baginya! batin Emeli yang sudah keluar dari kamarnya lalu menuju ruang makan.


"Selamat pagi semuanya," ucap Emeli yang di sambut hangat oleh kedua orang tuanya kecuali Justin. Pria itu terlihat malu menatap Emeli. Saat ini ia memilih hanya diam saja sembari menikmati makanan yang sudah ada di mulutnya.


"Apakah malam nanti kalian menginap disini?" tanya Bowo membuka pembicaraan.


Emeli melirik Justin seakan meminta pria itu untuk menjawab pertanyaan Papa-nya. Justin yang melihat tatapan Emeli langsung mengangkat wajahnya menatap Bowo. Tak lupa ia menampilkan senyum simpul nan menawannya. "Maaf Pa, sepertinya kami akan pulang ke kediaman Mama," ucap Justin yang di angguki Bowo.

__ADS_1


"Baiklah Nak, di lain waktu menginaplah lebih lama di sini, Papa sangat suka jika rumah ini ramai, apalagi kalau Kami sudah mendapat kan cucu dari kalian," ucap Bowo membuat Justin yang sedang melahap makanannya tersedak seketika. Emeli yang melihat itu langsung memberikan segelas air pada Justin. Justin segera menetralkan dirinya yang sudah mulai membaik dari rasa tersedaknya.


"Pelan-pelan, Nak," ucap Riya yang di balas senyuman oleh Justin.


Beberapa menit berlalu, kini justin dan Emeli sudah menghabiskan sarapan paginya. Karena tak ingin terlambat berkerja, keduanya pun pamit pada Bowo dan Riya. Setelah itu mereka keluar dari rumah menuju mobil. Setelah sudah berada di dalam mobil, Justin pun langsung menancap gas menuju kantornya.


Di dalam sana tak ada yang ingin menyedekahkan suaranya untuk menghidupkan suasana. Emeli maupun Justin fokus pada jalan dan fikirannya Masing-masing. Sebenarnya banyak sekali yang ingin Emeli sampaikan dan tanyakan pada pria yang berada di sebelahnya itu, namun, ia mengurungkan niatnya itu.


Tak lama membelah jalan, kini mobil Justin sudah tiba di kantor. Ia maupun Emeli segera turun dari mobil. Karena hubungan mereka belum baik-baik saja, membuat keduanya memasuki kantor dalam keadaan berpencar. Seperti halnya Emeli yang memutuskan untuk masuk terlebih dahulu. Justin hanya menghela nafasnya melihat punggung Emeli yang semakin menjauh.

__ADS_1


__ADS_2