
"Sayang yang makan," ucap Emeli tanpa merasa berdosa. Justin hanya bisa terdiam di tempatnya seakan tak dapat berkata-kata sedikit pun. Ia menatap istri anehnya itu dengan tatapan tak berdaya. Jika sudah begini, ia tak bisa mengelak atau pun menolak sebab Emeli pasti akan mengeluarkan jurusan andalannya. Apalagi kalau bukan ngambek dan menangis.
"Ta-tapi sayang?" ucapnya gugup menatap makanan mengerikan itu dengan saliva yang di teguk.
"Sayang,,," ucap Emeli mulai merengek pada Justin.
Kan-kan, mulai lagi deh dia mengeluarkan jurusan andalannya itu! Batin Justin menatap Emeli dengan ekspresi penuh keputusaan.
"Huh, baiklah sayang," ucap Justin terpaksa tapi tak rela. Emeli langsung bertepuk tangan gembira melihat keinginan nya di turutin oleh Justin.
"Makasih sayang,,, aku sangat mencintaimu," ucap Emeli sembari memeluk Justin dengan sangat manjanya.
Giliran ada maunya saya ia sangat manis begini, coba saja tidak! pasti aku akan di bully, Batin Justin menatap Emeli dengan lirikan sinisnya.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu sayang," ucap Justin tersenyum hambar. Karena tak ingin membuat Emeli kecewa dan sedih, akhirnya mau tak mau pun Justin memakan rujak jeruk nipis itu. Emeli menatap Justin yang terlihat ragu memasuki satu jeruk nipis ke dalam mulutnya.
"Kenapa sayang? ayo makan," ucap Emeli yang di angguki Justin.
"Hhhhhh," Emeli tertawa lucu melihat wajah Justin yang terlihat keasaman di sebabkan memakan jeruk nipis. "Enak sayang?" tanya Emeli dengan senyum yang masih mekar.
Justin hanya mengangguk sembari tersenyum pahit. Rasanya ia ingin sekali memuntahkan makanan Asem itu sekarang juga, namun ia mengurungkan niatnya itu sebab Emeli terus memperhatikannya.
Setelah menghabiskan sepiring jeruk nipis di pagi hari, Justin pun harus menghabiskan sup mangga muda di sore harinya. Terdengar aneh, namun itulah keinginan Emeli. Wanita itu terlihat sangat senang menyaksikan penderita Justin yang selalu menjadi bahan sasarannya. "Kenapa sih kau bisa kerfikiran untuk memasak sup mangga muda sayang? apa sebelumnya kau sudah pernah memakannya?" tanya Justin dengan tatapan herannya pada Emeli.
"Terus, kenapa memasaknya?" tanya Justin dengan alis yang sudah terangkat satu.
"Nggak papa sayang, aku hanya ingin saja!" ucap Emeli tanpa beban. Bahkan wanita itu menampilkan senyum tanpa berdosanya pada Justin.
__ADS_1
Aku baru tau jika keinginan wanita seaneh ini! kenapa ya aku bisa jatuh cinta dan tergila-gila pada wanita aneh ini! semakin aneh sikapnya maka semakin cinta pula aku padanya! sepertinya aku sudah gila! Batin Justin menatap Emeli dengan sangat dalam.
"Sayang kenapa bicara terus sih, ayo makan!" desak Emeli dengan nada menjengkelkannya.
"Iya-iya ini mau di makan," ucap Justin lalu mengambil sesendok sup mangga muda lalu memasukkan nya ke dalam mulut nya. "byur," Justin menyemburkan makanan yang berada di dalam mulutnya. Bahkan saat ini ia ingin mengeluarkan isi perutnya di sebabkan sup aneh itu.
"Kenapa sayang?" tanya Emeli terlihat sangat khawatir.
Pakai bertanya lagi, sudah tau jelas-jelas muntah! Batin Justin merana dalam hati.
"Apa sup-nya nggak enak?" tanya Emeli mulai mengeluarkan air mata buayanya.
"Bukan begitu sayang, sup buahnya enak kok, cuma tadi aku tak sengaja tersedak saja." ucap Justin berusaha menyembunyikan ketidak sukaan nya terhadap sup mangga muda buatan Emeli.
__ADS_1
"Syukurlah sayang, ini minum," ucap Emeli sembari memberikan segelas air pada Justin.
"Terimakasih Sayang," ucap Justin sembari mengambil segelas air dari tangan Emeli lalu meminumnya.