CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Luluh


__ADS_3

"Tok-tok-tok," Justin menggedor pintu apartemen Patrick dengan sangat keras. "Buka!" teriak Justin membuat keributan di luar apartemen Patrick. Hal itu mengundang sejumlah tetangga.


"Maaf Tuan, apakah anda mencari Tuan Patrick?" tanya salah satu wanita hamil yang tak lain ialah tetangga Patrick.


"Betul Nona," ucap Justin sembari menahan emosinya di depan wanita hamil itu.


"Maaf Tuan, sepertinya apartemen ini sudah kosong, kemarin malam saya melihat Tuan Patrick pergi bersama seorang wanita, dan mereka membawa koper yang cukup besar," ucap wanita itu membuat Justin kembali mengepalkan kedua tangannya.


"Apakah anda tau mereka pergi kemana dan seperti apa Ciri-ciri wanita yang bersamanya Nona?" tanya Riko penuh selidik.


"Maaf Tuan, Saya tidak tau Tuan Patrick pergi kemana, yang saya tau Tuan Patrick pergi bersama seorang wanita yang berbeda dari yang sebelumnya," ucap wanita hamil itu membuat Justin dan Riko saling pandang.

__ADS_1


"Baiklah Nona, terima kasih atas informasinya," ucap Riko yang di balas dengan anggukan.


Karena merasa tak ada kepentingan lagi, Justin maupun Riko segera pergi dari sana dan memutuskan untuk pulang kekediaman Hendra dan Ela.


"Rik," panggil Justin pada Riko yang terlihat fokus menyetir mobil.


"Iya Tuan," ucapnya melirik Justin sekilas dari kaca spion.


"Selidiki Clara dan kekasihnya, perintahkan seseorang untuk mengecek cctv di sekitar apartemen sih bed*bah sial*n itu!" perintah Justin yang di angguki Riko.


Saat ini terlihat Justin dan Riko masuk kekediaman Hendra dan Ela. Hendra mendenguskan nafasnya dengan kasar ketika melihat kehadiran Justin di kediamannya. "Mau apa kau datang kesini!" tanya Hendra dengan nada yang sangat tidak bersahabat. Walaupun begitu Hendra tetap duduk santai di sopa ruang tv. Ela yang baru saja kembali dari dapur terkejut melihat kehadiran Justin anaknya. Untung saja nampak minuman di tangannya tak jatuh dan mengotori lantai.

__ADS_1


Bagaimana ini, kenapa kamu nekat sekali sih Nak datang kesini, batin Ela terlihat cemas. Ia segera meletakkan nampan yang ia pegang di atas meja lalu menyamperi suaminya yang masih tenang menonton film di depannya.


"Papa," ucapnya dengan nada yang sedikit gemetar lantaran berharap Papanya memaafkan nya.


"Jangan Sebut aku Papa mu!" ucap tanpa menoleh sedikit pun pada Justin.


"Sayang,,," rayu Ela sembari mengelus pundak suaminya dengan lembut.


"Pa," panggil Justin lagi dengan tubuh yang sudah ambruk di hadapan Hendra. Pria itu berlutut dengan kepala yang menunduk seakan memohon pengampunan Papa nya.


"Sayang,,," ucap Ela seakan meminta suaminya untuk memaafkan Justin.

__ADS_1


Karena tak tega akhirnya Hendra pun mengalihkan pandangan ke arah Justin yang masih setia berlutut di hadapannya dan Ela. "Kenapa?" tanyanya dengan nada yang masih tak bersahabat.


"Maafkan Justin, Pa, hiks," ucapnya dengan Isak tangis yang terdengar pilu. Nada suaranya terdengar tulus. Hendra masih enggan untuk membuka suaranya, ia ingin melihat sampai mana Justin akan merayunya agar ia memaafkan nya. "Pa, Justin mengakui semua perbuatan dan kesalahan yang telah Justin perbuat Pa. Justin menyesal Pa, sebab lebih mendengarkan wanita itu daripada ucapan Papa dan Mama. Justin juga menyesal karena telah menyakiti hati Emeli dan semua orang, Justin ingin memperbaiki semuanya Pa, hiks," ucapnya dengan tangis penuh penyesalannya.


__ADS_2