
"Apa yang terjadi Nak?" tanya Rina pada Leo anaknya.
"Sepertinya Clara mual dan pusing sebab naik Ayunan putar Ma," ucap Leo yang di pahami Rina.
"Baiklah sayang, kalau begitu tolong ambilkan istrimu air hangat. Sepertinya tempat ini menyediakan-nya," ucap Rina yang di angguki Leo.
"Baiklah Ma, kalau begitu jaga Clara untuk Nardo," ucapnya yang di angguki Rina. Setelah mengatakan itu, Leo pun bergegas pergi mencari air hangat. Sangking terburu-buru-nya Leo sampai menabrak seseorang. "Maaf Tuan," ucap Leo namun tak mendapat sahutan dari pria yang di tabrak-nya itu.
"Dasar aneh!" ketus Leo pada pria misterius berpakaian serba hitam yang sudah pergi meninggalkannya.
Kembali ke cafe, saat ini terlihat Abel yang duduk di atas meja menghampiri Clara. "Mammah," ucapnya tak terlalu jelas namun dapat membuat kondisi hati Clara sedikit membaik.
"Apa sayang? Coba panggil lagi," pintar Clara merasa senang di panggil Mama.
"Mammah," celoteh Abel lagi membuat Clara melupakan mual dan pusingnya.
__ADS_1
"Anak Mama pintar sekali,,," puji Clara yang sudah mendudukkan Abel di depannya. "Gemas banget sih,,," gemas Clara terus menciumi Abel yang tertawa geli.
"Ih tertawa," sambung Erika sembari mencolek pipi chubby Abel.
Tunggulah, aku akan membawa kalian kembali ke dalam pelukanku. Itu anakku, bukan anak sih brengsek itu. Batin Pria misterius yang tak lain ialah Patrick mantan selingkuhan Clara.
Patrick masih sibuk memperhatikan Clara dan anaknya, tak lama dari itu tibalah pria yang bertabrakan dengannya tadi, siapa lagi jika bukan Leo. "Sayang, minumlah air hangat ini," ucap Leo sembari menyodorkan segelas air hangat. Clara langsung menerima pemberian Leo tanpa mengatakan sepatah katapun, sungguh saat ini hatinya masih tidak baik-baik saja.
Di tempat yang tak jauh dari wahana, terlihat Emeli berdebat dengan Justin. Wanita hamil itu terlihat ingin menaiki wahana roller coaster namun Justin melarangnya.
"Kali imj aku tak akan terprovokasi dengan senjata andalanmu itu!" ucap Justin dengan tegas membuat Emeli memanyunkan bibirnya.
"Sayang,,," rengek-nya lagi hampir menangis.
"Baiklah begini saja, mari kita hubungi dokter kandunganmu. Jika dokter mengatakan boleh, maka kita akan naik wahana itu, namun jika sebaliknya, maka wassalam sayang, kita naik wahana lain yang lebih baik untukmu," ucap Justin lalu segera menghubungi dokter kandungan Emeli.
__ADS_1
Tak menunggu lama, Panggilan Justin terhubung dengan dokter kandungan Emeli. Sebelum berbicara, Justin pun menghidupkan loudspeaker agar Emeli dapat mendengarnya.
"Assalamu'alaikum Dok, selamat sore," ucap Justin dengan sangat beribawanya.
"Wa'alaikumsalam, Selamat sore juga Tuan, Maaf sebelumnya, ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter di ujung sana.
"Maaf dokter mengganggu waktunya, saya ingin bertanya sedikit, apakah boleh wanita hamil menaiki wahana roller coaster?" tanya Justin sembari melirik Emeli yang diam memperhatikannya.
"Boleh-boleh saja Tuan, namun sebaiknya wanita yang sedang hamil menghindari permainan roller coaster, sebab sentakan dan tarikan sewaktu mengendarai roller coaster bisa menyebabkan keguguran pada tiga bulan pertama kehamilan," ucap Dokter yang membuat Keduanya terkejut.
Emeli yang sempat ingin menaiki wahana menyeramkan itu kini mengurungkan niatnya sebab takut terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan pada bayi di dalam kandungannya.
"Baiklah Dokter, Saya sudah paham sekarang. Terimakasih dan Maaf menyita waktunya," ucap Justin yang membuat dokter kandungan tersenyum di ujung sana.
"Sama-sama Tuan," jawab sangat dokter lalu memutuskan sambungan teleponnya.
__ADS_1