CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Sakit Tapi Tak Berdarah


__ADS_3

Di kamarnya saat ini, terlihat Emeli menumpahkan air matanya sembari berteriak dalam ember yang berisi air. Sudah bisa di lihat dengan jelas jika gadis itu merasakan sakit yang teramat di hatinya. Mau seberapa dewasa pun seseorang, jika sudah berurusan dengan hati pasti akan muda menangis seperti seorang bayi. Walaupun sudah mengeluarkan semua suaranya di dalam air, Emeli merasa belum puas dengan semua itu.


Iya terduduk di lantai kamar mandi sembari menangis. Sakit tapi tak berdarah itulah yang dirasakannya saat ini. Justin dan Clara benar-benar tega pada gadis malang yang baik hati itu. "Hiks, Mama,,, Mama,,," tangisnya pelan namun dapat menyayat hati seseorang yang mendengarnya. Berulang kali tangan kecil nan kurus itu menghapus air di matanya yang sudah memerah.


Di kediaman Riya, terlihat wanita paru baya itu menghentikan kegiatannya sembari memegang dadanya yang tiba-tiba merasakan sesuatu yang tak enak. Tiba-tiba saja wanita paru baya itu teringat dengan anak kesayangannya Emeli. Saat ini di fikirkan-nya sudah di penuhi hal-hal buruk.


Ada apa dengan ku, kenapa tiba-tiba hatiku seakan menerima sinyal yang buruk. Hati ku sangat tidak enak saat ini. Bagaimana dengan kondisi anak ku ya, mungkin aku harus segera menghubunginya agar hati ku tenang, batin Riya meninggalkan pekerjaannya lalu berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Kembali ke kediaman Emeli dan Justin.


Setelah pertengkarannya dengan Emeli, Justin terlihat termenung sesaat memikirkan hal yang akan terjadi kedepannya. Clara yang sangat peka dan paham dengan apa yang Justin rasakan segera menghiburnya.


"Sudahlah sayang, biarkan dia, bukan kah hal ini lebih baik daripada kita menutupi semuanya?" ucap Clara tanpa rasa bersalah sedikit pun. Wanita licik itu benar-benar sangat tidak tahu malu. Jika saja semua orang tau kejadian dari awal Clara kabur, mungkin mereka semua akan mengatakan jika Justin adalah pria yang sangat bodoh sebab mau kembali bersama wanita ular Seperti Clara.


"Sayang, dengarkan aku," ucap Clara dengan wajah memohonnya. "Jangan biarkan perasaan tak enak-mu pada Emeli menghalangi pernikahan kita, bukankah kita sudah sepakat untuk berjuang bersama menghadapi segala rintangan untuk kedepannya?" Justin terus menatap mata Clara dengan mata penuh kesedihan.

__ADS_1


"Apa kau mau menyia-nyiakan perjuangan kita yang telah susah payah membawa restu kedua orang tua-ku? kau taukan aku pergi di hari pernikahan kita sebab aku mendapatkan musibah? bukankah aku sudah berkata jujur padamu walaupun aku sakit menceritakan nya, hiks," ucap Clara sudah semakin mendalami aktingnya membuat Justin luluh dan melupakan Emeli yang ia hancurkan perasaannya.


"Tolong bersikap egoislah sesekali, aku sangat mencintaimu dan benar-benar ingin bersama denganmu dalam ikatan pernikahan. Aku tau aku buruk, tetapi tak bisakah kau melihat kesungguhanku untuk berubah?" ucap Clara sembari memegang kedua pipi Justin.


"Jangan menangis lagi sayang, aku akan tetap menikah denganmu," ucap Justin sudah membawa Clara ke dalam pelukannya.


Di balik punggung Justin, Clara mengelap air matanya dengan senyum smirk-nya. Iya mengeluarkan suara sedihnya dengan wajah yang sangat bahagia dan penuh kemenangan, Bahkan tidak ada yang menyadarinya termasuk Justin sekali pun.

__ADS_1


__ADS_2