
"Sayangku, cintaku, bidadari-ku, ibu dari anak-anak ku, maafkan aku ya sayang, aku tak sengaja menyakiti hatimu. Aku salah, walaupun sebenarnya ini kesalahan setan, tapi ya udahlah ya kan," ucap Justin laku menyengir kuda membuat Emeli kembali tertawa.
"Ih,,, Jus,,," kesal Emeli lalu mendorong Justin dengan gemasnya.
"Hhhh," tawa Justin seakan tak merasa bersalah.
Kenapa bisa aku mencintai pria ngeselin ini. Sebesar besarnya amarahku namun tak mampu mengalahkan rasa cintaku untuknya. Batin Emeli kesal namun tak tega marah lama-lama dengan Justin.
"Dasar nyebelin,,," ucap Emeli dengan nada yang sangat manja lalu menggelitik pinggang Justin membuat pria itu tak berhenti tertawa.
"Ampun sayang, ampun, hhhh," pintanya berusaha menghindari tangan Emeli.
__ADS_1
"Nggak ada ampun-ampun!" kesalnya tak ingin menghentikan gelitikkannya.
🍎🍎🍎
Di tempat lain, tepatnya di rumah sakit yang berada di Singapura, terlihat Leo dan Clara sudah berada di ruang vvip dengan beberapa alat yang masih setia menempel pada tubuhnya.
"Sayang, aku berharap kau kuat menghadapi semua ini. Aku akan selalu berada di samping mu jadi kau tidak perlu memikirkan apapun selain kondisimu saat ini. Abel pasti di jaga dengan baik oleh mama dan papa dan nggak lama lagi mereka akan menyusul kita kesini," ucap Leo memberikan semangat pada Clara sembari menggenggam tangannya.
Mata sembab yang mengalirkan ketulusan dan kasih sayang tak luput dari Clara. Leo mengelus rambut indah Clara dengan lembut nan penuh cinta. "Istirahatlah sayang, aku keluar sebentar ya," ucap Leo lalu keluar. Sebelum itu tak lupa dia meninggalkan satu kecupan di kening Clara.
Sebelum benar-benar keluar, Leo pun menoleh pada Clara seakan memastikan istrinya itu baik-baik saja. Setelah merasa semuanya baik, Leo pun menutup pintu lalu pergi mencari kantin rumah sakit. Dia ingin mengisi perutnya yang semalaman belum terisi.
__ADS_1
Melihat kepergian Leo, seseorang yang tengah bersembunyi segera masuk ke ruang rawat Clara. Setibanya di dalam, orang itu tersenyum menyeringai melihat kondisi Clara yang sekarat. "Wah-wah, lihatlah rivalku yang malang ini," ucap seorang wanita yang tak lain adalah Nita mantan selingkuhan Patrick. "Aku tak menyangka bisa bertemu kau disini setelah aku melarikan diri dari jeratan Patrick sialan itu!" ucap Nita dengan nada yang penuh kebencian.
Clara yang sudah bangun dari tidurnya terlihat terkejut mendengar suara yang tidak asing itu. "Dia, mau apa dia disini? dan dimana Nardo?" tanya Clara dalam hati. Ada sedikit kekhawatiran dalam dirinya.
Nita yang melihat jari Clara bergerak semakin mengembangkan senyumnya. "Aku tau kenapa kau tidak menjawab, kau lumpuh ya? Hhhhh, mimpi apa aku semalam," ucapnya dengan nada yang sangat bahagia. Dia merasa puas melihat penderitaan Clara.
"Pergilah jal*ng, menjauh dariku! Nardo kau dimana?" Batin Clara dengan hati yang sangat cemas.
"Kira-kira jika alat-alat di tubuhmu di cabut, kau masih hidup nggak ya?!" ucap Nita semakin membuat Clara ketakutan.
Bagaimana ini, ya Allah, selamatkanlah aku,,, Batinnya dengan dahi yang sudah berkeringat.
__ADS_1