CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Memberikan Kesempatan Untuk Berbicara


__ADS_3

"Pergilah Mentari, kami akan menunggumu di sini," ucap Leo yang langsung di angguki Emeli dengan senyum manisnya.


"Berhentilah memanggil istriku dengan sebutan jelek itu!" ucap Justin tak terima Leo mempunyai panggilan kesayangan untuk Emeli. Menurutnya, cukup lah dia saja yang mempunyai panggilan spesial itu untuk Emeli istrinya.


"Dasar pencemburu," ucap Leo sembari melepar buah kecil ke arah Justin.


"Wek," ejek Justin tanpa sepengetahuan Emeli.


"Wek," saking tak ingin kalahnya Leo pun membalas ejekan Justin. Riko yang sendari tadi menyaksikan dan memperhatikan sikap kekanakan keduanya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Leo, mari kita kesana," ajak Sterla dengan tangan yang sudah menunjuk ke arah penjual minuman.

__ADS_1


"Baiklah," ucap nya sembari mengangguk kecil. "Riko, ikutlah bersama kami ke sana," ucap Leo yang di setujui Riko. Lagian untuk apa dia berdiri seperti orang tak waras di sana. Mengikuti Leo dan Sterla mungkin tak terlalu buruk baginya.


"Ayolah Tuan tampan," ucap Sterla pada Riko dengan penuh godaan.


"Duluanlah," ucap Riko menyimpan rasa geli dan ilfilnya di balik wajah datarnya.


Datar sekali, Dia dan Tuan Buaya itu sama saja! Batin Sterla sembari terus melangkah kan kakinya bersama dengan Leo sedangkan Riko mengikuti langkah mereka dari belakang.


"Huh," Justin menetralkan perasaannya sebelum memulai ucapan nya. Saat ini Justin terlihat lebih gugup di banding berbicara dengan Sterla sebelumnya. "Ceria, Maafkan semua kesalahanku, maafkan aku sebab telah menyakiti hatimu dan kedua orang tua kita. Aku mengakuinya Ceria, aku salah, aku brengsek, aku bajingan, semua hal buruk pantas di tujukan padaku. Aku mohon padamu sayang, pulanglah, mari kita mulai semuanya dari awal," ucap Justin dengan tatapan sendu nya.


"Apa yang kau maksud memulai semuanya dari awal bersama istri baru nan tercintamu itu!" ucap Emeli dengan nada datar nan tak sukanya.

__ADS_1


Ya Allah, bagaimana aku harus menjelaskan semuanya pada istriku ini? batin Justin seakan tak sanggup mengucapkan serangkaian kata yang sebelumnya sudah ia persiapkan sendari lama.


"Bukan seperti itu sayang, apa yang ada di fikiranmu saat ini sangat tidak benar. Aku ingin memperbaiki hubungan kita dan memulai semuanya dari awal dan itu hanya kita berdua saja tanpa adanya orang ketiga, keempat, dan kelima," ucap Justin dengan tangan yang sudah menggenggam tangan Emeli dengan lembut.


Kini mata keduanya saling menatap. Emeli menatap mata Justin dengan dalam seakan mencari kejujuran di sana. "Lepaskan aku," ucap Emeli sembari melepaskan genggaman Justin di tangannya.


"Sayang tolong percayalah padaku," ucap Justin kembali memegang tangan Emeli yang sempat terlepas.


"Percaya padamu? setelah semua rasa sakit yang kau berikan secara terang-terangan?" tanya Emeli dengan wajah kecewa bercampur marah.


"Aku tau aku salah sayang, tapi tak bisakah kau memaafkan dan mempercayaiku?" tanya Justin dengan wajah menghibanya.

__ADS_1


__ADS_2