
Dalam hitungan detik, puluhan zombie menyerang semua orang yang baru turun dari kereta. Semuanya yang merasa ketakutan segera berlari secepatnya. Bahkan Emeli sendiri beberapa kali tersandung dan hampir terjatuh.
Demi Allah, ini adalah yang pertama dan terakhir ku menaiki wahana mengerikan ini! batin Emeli terus berlari dengan zombie yang sedikit lagi hampir menggapai bahunya. Emeli dan Leo bernafas lega ketika mereka sudah berhasil keluar dari wahana mengerikan itu. Ketakutan yang merasuki mereka hilang begitu saja di ganti dengan tawa bahagia.
"Gimana? seru nggak?" tanya Leo sembari memegang dengkulnya. Ia benar-benar merasa lelah berlari apalagi harus menarik tangan Emeli.
"Seru banget, tapi sepertinya ini terakhir kalinya deh aku naik wahana ini," ucap Emeli tanpa menggunakan bahasa formal nya dengan nafas yang tak teratur. Leo hanya mengangguk sebagai jawaban. Karena haus dan lelah, akhirnya keduanya memilih mencari tempat duduk yang terdapat penjual minuman.
__ADS_1
Setelah menuruni bianglala, terlihat Justin sibuk mencari Emeli membuat hati Clara terasa panas menahan cemburu. Gara-gara Emeli, momen kebersamaannya dengan Justin berantakan. "Sudahlah sayang, ngapain sih mencari gadis itu? dia pasti baik-baik saja!" ucap Clara mencoba membuat Justin berhenti memperhatikan Emeli. Pria itu terlihat sangat cemas sebab tak melihat Emeli sendari tadi.
"Aku tak bisa sayang, Emeli adalah sahabat terbaikku, aku tak tenang jika tak melihat keberadaannya di sisi ku," ucap Justin mencoba memberi pengertian pada Clara yang saat ini tengah menekuk-kan wajahnya.
Mau tak mau Clara mengikuti langkah Justin yang berjalan mengikuti instingnya.
Di sebuah tempat yang cukup nyaman, terlihat Emeli dan Leo mengobrol santai dengan sesekali becanda. Mereka masih terlihat senang menceritakan kejadian di permainan halilintar yang mereka naiki beberapa waktu lalu. "Makasih Leo atas segala kebaikan mu," ucap Emeli yang di angguki Leo.
__ADS_1
"Tentu, kenapa tidak?" ucapnya membuat keduanya kembali tertawa. Tak ingin kehilangan kesempatan, Leo segera menyimpan nomor Emeli dengan cepat.
Tanpa di sadari, terlihat Justin menatap tak suka melihat Emeli yang sangat akrab dengan pria lain. Entah cemburu karena cinta ataupun cemburu karena takut sahabatnya di rebut, Justin segera menghampiri keduanya dengan Clara yang tersenyum devil di belakang Justin. Clara yang sudah tau dengan sikap posesif Justin pada Emeli, terlihat bahagia menyaksikan drama yang akan terjadi di depannya.
Tanpa permisi, Justin menarik tangan Emeli tanpa persetujuan. Emeli yang kaget langsung mendongakkan wajahnya menatap mata Justin yang terlihat marah. "Justin?! ada apa? sejak kapan kau berada di sini?" tanya Emeli menampilkan wajah bingungnya membuat Justin membuang nafasnya dengan kesal.
"Seharusnya aku yang bertanya, darimana saja kau. Sendari tadi aku berkeliling mencari mu bersama Clara," ucap Justin membuat Emeli menggaruk tengkuknya yang tak gatal di sebabkan tak enak dengan Leo. Leo yang melihat pembicaraan itu terlihat heran. Siapa pria yang memegang lengan teman barunya itu. Itulah yang sekiranya yang ada di fikiran Leo.
__ADS_1
"Maaf, anda siapa? apakah anda mengenal teman saya ini?" tanyanya sopan dengan mata yang fokus menatap Justin yang menatapnya dengan datar.
"Bukan hanya kenal, tetapi kami adalah sahabat!" ucap Justin menekankan kata sahabat membuat Leo mengangguk-kan kepalanya pelan.