CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Sok Inggris


__ADS_3

"Apa kau tidak takut padaku?" tanya Riko sembari menunggu reaksi Stevia.


"Tidak, untuk apa aku takut dengan pria tampan sepertimu," ucap Stevia yang berhasil membuat Riko seakan melayang ke awan-awan.


"Bagaimana jika aku membunuhmu atau memperkosamu?" ucap Riko membuat Stevia tertawa.


"Mana ada penjahat yang memberitahukan rencananya pada calon korbannya, selain tampan ternyata kamu lucu juga ya," ucap Stevie kembali tersenyum bahagia dengan tangan yang masih memeluk erat lengan Riko.


Saat ini empat orang itu tengah berjalan menuju wahana layar 3 dimensi. Di dalam sana seakan-akan semua orang yang berada di ruangan, masuk ke negeri dongeng yang mirip seperti dunia nyata. Bukan para pengunjung yang bergerak, tetapi layar-lah yang seolah-olah membuat para pengunjung sedang menaiki sebuah karpet terbang. Saking nyatanya membuat semua orang berteriak histeris, padahal mereka hanya diam saja di ruangan itu.


"Serem banget," ucap Emeli semakin mengeratkan pelukannya di lengan Justin. laju wahana di dalam layar sangat cepat sehingga semua orang seakan-akan seperti menaiki wahana rolerkoster tertinggi di dunia.


"Keren sekali yang menciptakan tempat seperti ini," gumam Justin dengan ekspresi datar namun terpukau.


"Apa kau tidak takut?" tanya Riko pada gadis imut di sampingnya.

__ADS_1


"Kenapa aku harus takut, kan ada kamu!" ucapnya sangat manja membuat Riko selalu tak bisa menahan gejolak di hatinya.


"Kau ini pandai sekali ya menggombal," ucapnya menyembunyikan kebahagiaannya di balik ekspresi wajah datarnya. Stevia hanya menanggapi ucapan Riko dengan senyum manisnya lalu kembali menyaksikan petualangan nyata melalui layar lebar di depannya.


Setelah menikmati wahana tiga dimensi, empat orang itupun keluar dari sana lalu melangkahkan kakinya menuju lestoran yang berada di dalam Disneyland. Emeli dan Justin baru sadar dengan kehadiran Stevia yang begitu dekat dengan Riko. Karena penasaran, akhirnya Emeli membuka suara. Lain halnya dengan Justin yang terlihat acuh dan tak perduli. "Hay, how are you?" tanya Emeli berbasa-basi dengan raut wajah cerianya.


"I'm ok, how are you," tanya Stevia kembali sembari menatap mata Emeli.


"Good, your name?" tanya Emeli membuat Justin menahan tawa mendengar bahasa Inggris amburadul Emeli.


"Your name is so good, my name is Emeli," ucap Emeli sembari menyambut tangan Stevia.


"Thanks you Emeli," ucap Stevia membuat Riko yang memperhatikan mereka sendari tadi tak dapat menahan tawanya lagi.


"Gunakan bahasa Indonesia saja! Sok Inggris banget sih kalian!" sindir Riko membuat Emeli menatap kesal padanya.

__ADS_1


Stevia hanya terkekeh geli dengan ulahnya sendiri. "Jadi kamu orang Indonesia juga ya Stevia?" tanya Emeli dengan wajah yang tak menyangka nya.


"Maaf Nona Emeli," ucap Stevia dengan senyum imutnya.


"Tidak apa Stevia, panggil saja aku Emeli, tidak usah ada embel Nonanya. Ok?" ucap Emeli yang langsung di setujui Stevia.


"Ok," jawaban seperti orang yang sudah Akrab sejak lama.


"Mari pesan, perutku sudah lapar," ucap Justin sembari menyebarkan buku menu pada tiga orang di sekitar nya.


"Tidak sabar banget sih!" ketus Emeli yang di balas dengan tatapan datar Justin.


"Emang banyak bicara bisa mengenyangkan perutmu? tidak kan? jadi makan dulu baru bicara!" ucap Justin sangat pedas namun tak sedikit pun membuat Emeli sakit hati.


"Iya-iya bawel!" balas Emeli dengan wajah cemberut nya.

__ADS_1


__ADS_2