
Setelah berada di dalam kamar mandi, Emeli segera menetralkan jantungnya yang masih berdetak. Karena sudah berada di dalam sana, akhirnya Emeli memilih untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, Emeli keluar dari kamar mandi. Pandangan gadis itu tertuju pada Justin yang sedang tertidur di atas ranjang.
Karena sudah puas tidur di pesawat membuat Emeli tak mengantuk sedikit pun. Ia memilih menghidupkan tv di depannya. Tak selang berapa lama tv hidup, tiba-tiba saja Justin sudah membuka matanya. Pria itu mengucek matanya lalu melirik jam yang menempel di dinding. Di sana waktu tengah menunjukkan pukul 17:16 sore. Karena merasa tubuhnya lengket, Justin segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh. Setelah selesai, ia menghampiri Emeli yang sedang duduk di sopa depan tv.
"Ceria," panggil Justin membuat gadis itu langsung menoleh ke arahnya. "Apa kau sudah tidak lelah lagi?" tanya Justin menatap Emeli dengan serius.
Kenapa dia bertanya seperti itu? apa dia tak melihat jika aku sudah segar dan bugar begini. Batin Emeli menatap mata Justin.
"Kenapa Jus?" tanya Emeli penasaran.
__ADS_1
"Jika kau tidak lelah, mari pergi melihat menara Eiffel, pasti sangat bagus pemandangannya malam ini," ucap Justin membuat Emeli terkejut senang.
"Ayo-ayo," ucapnya Semangat empat lima membuat Justin menampilkan wajah mengejeknya.
"Giliran jalan-jalan saja semangat!" ucapnya yang tak di pedulikan Emeli.
Karena sudah sama-sama setuju, kini keduanya pun segera bersiap, tak lupa Justin menghubungi Riko untuk ikut bersamanya. Beberapa menit bersiap, kini ketiga orang itu melesat menuju menara Eiffel menggunakan taksi. Posisi mereka saat ini sangat rapi. Riko duduk di samping supir, sedangkan Justin duduk berdua bersama Emeli di kursi penumpang.
"Ayo masuk," ajak Justin sembari menggandeng tangan Emeli untuk masuk ke lestoran yang paling dekat dengan menara Eiffel. Kebetulan mereka belum sempat makan sebelum pergi tadi.
__ADS_1
Karena tak ingin mengganggu, Riko memilih mencari mejanya sendiri, dan tentunya meja itu pas untuk mengambil posisi gambar yang bagus. Saat ini pemandangan menara Eiffel begitu sangat indah dengan di dampingi bintang-bintang di sekitarnya. Dinding lestoran itu terbuat dari kaca sehingga setiap pengunjung dapat melihat pemandangan di luar. "Ceria, mari foto," ucap Justin lalu menarik kursi Emeli ke dekatnya. Dengan cepat Justin mengambil gambar tanpa menunggu kesiapan Emeli. Hal hasil gambar Emeli terlihat sangat lucu di foto itu membuat Justin sangat puas dan senang. "Hhhhhh," tawanya berhasil membuat Emeli kesal.
"Hapus Jus," ucapnya dengan mata yang sudah menatap Justin dengan tajam.
"Tidak mau, wek," ejeknya membuat Emeli memberikan pukulan bertubi-tubinya di bahu Justin. Bukannya merasa sakit, Justru Justin semakin tertawa karena tak merasakan sakit sedikitpun di bahunya.
Momen ini tak di sia-siakan oleh Riko, kaki tangan Ela itu segera mengambil gambar keduanya beberapa kali. Ia begitu puas melihat gambar yang di ambilnya.
Pemandangan di luar benar-benar sangat mendukung momen makan malam itu. Setelah selesai dengan foto memfotonya, Riko segera kembali melahap makanannya. Ia tak peduli dengan keseruan dua pengantin baru itu.
__ADS_1
Awas kalian ya, jika nanti aku punya jodoh, aku akan membalas kalian. batin Riko terlihat kesal karena dirinya seperti nyamuk bagi kedua orang yang tengah asik becanda itu.