
"Bagaimana sayang, bagus nggak?" tanya Clara sembari berputar di depan Justin.
"Bagus sayang, kau sangat cantik dan anggun," puji Justin membuat Clara seakan terbang ke awan-awan.
"Ah,,, sayang, Ma acih," ucapnya lalu memeluk Justin. Setelah selesai, kini Justin menemani Clara berbelanja barang branded di mall, dan tentunya Justin-lah yang membayarnya.
***
Di kediaman Bowo dan Riya, terlihat Emeli tengah menikmati waktu santainya di taman belakang mansion nya. Kini gadis itu fokus menyaksikan keindahan kupu-kupu dan bunga di depannya dengan mulut yang sibuk mengunyah buah. Belum ada terlintas di fikirannya untuk berniat kembali kerumahnya dan Justin. Ia masih tak ingin bertemu pria yang sudah tegah menampar pipinya.
"Sayang," panggil Riya sembari melangkahkan kakinya mendekati Emeli yang saya ini sudah menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Mama," ucapnya sembari menerbitkan senyum manis dan tulusnya.
"Kenapa disini sayang? apa kamu tidak kepanasan?" tanya Riya sembari menghalangi cahaya mata hari yang menyorot ke arah Emeli.
"Panas sih Ma, cuma ntah kenapa rasanya sangat tenang dan nyaman berada di sini," ucapnya dengan wajah lemah dan hampa.
Riya pun paham pada apa yang saat ini tengah di rasakan dan di fikirkan Putri semata wayangnya itu.
Emeli menatap wajah Mamanya dengan bibir yang di paksa untuk tersenyum simpul. "Emeli tidak tau Ma harus gimana, Emeli ingin menenangkan diri terlebih dahulu. Rasanya hati Emeli sangat sakit dan hancur memikirkan semuanya," ucapnya dengan tatapan yang sudah kosong ke arah taman bunga.
Riya langsung memegang bahu Emeli sembari menatap mata sendu dan terlihat lelah itu, "Sayang, lihat Mama dan dengarkan, apakah kamu mencintai Justin, Nak?" tanyanya sembari menatap Emeli dengan serius.
__ADS_1
Aku terlalu malu untuk mengatakannya Ma, jujur saja, sebelum kami menikah pun Emeli memang sudah sangat mencintainya sehingga rela menjadi pengantin pengganti. Batin Emeli dengan wajah yang sendu.
"Jujur lah, sayang," ucap Riya berusaha menekan Emeli agar segera berkata jujur padanya.
"Iya Ma, Emeli sangat mencintainya bahkan ketika ia belum bertemu dan kenal dengan Clara," ucap Emeli yang membuat Riya langsung terkejut dan menutup mulutnya tak percaya.
"Sayang, hiks, kenapa kau tidak mengatakannya sayang," ucap Riya yang sudah terisak menatap Emeli yang juga sudah berkaca- kaca. "Kenapa kau tidak mengungkapkannya pada Justin?" tanya Riya sembari mengguncang bahu Emeli dengan pelan namun dapat meruntuhkan pertahanan gadis itu. Emeli sudah mengeluarkan air matanya tanpa suara.
"Ma, Emeli ingin sekali mengatakannya, tetapi Emeli tidak bisa Ma," ucapnya dengan tangan yang sudah menghapus air matanya.
"Kenapa tidak bisa sayang?" tanyanya lagi masih menatap Emeli dengan lekat.
__ADS_1
"Karena justin sering mengatakan berulang kali pada Emeli jika dia tak akan pernah mau menikah dengan yang namanya sahabat, hal itulah yang membuat Emeli menahan diri dan menyimpan baik-baik rasa cinta di dalam hati Emeli untuknya. Emeli tak ingin persahabatan kami merenggang hingga putus hubungan. Emeli nggak mau menjauh darinya Ma, Walaupun pada kenyataannya Emeli selalu merasa sakit ketika ia bersama Clara, bahkan Justin juga sering curhat tentang Clara walaupun wanita itu sedang tidak ada bersama kami, hiks," jelas Emeli membuat Riya langsung memeluk anaknya itu dengan air mata yang sudah mengalir.