
Saat ini di klub tepatnya di ruang VVIP mewah dan berkelas, terlihat Justin dan teman-teman ya sedang menikmati minuman haram. Tak hanya itu saja, bahkan para pria itu di kelilingi beberapa wanita penghibur yang sangat sexy dan menor. "Bersenang-senanglah Justin, lupakan masalahmu itu sejenak!" ucap Vero salah satu sahabat yang paling dekat dengan Justin. Kedekatan Vero dan Justin hampir mengimbangi kedekatan Justin ke Emeli.
"Aku sedang tidak mood saat ini," ucapnya sembari menghela nafas lelahnya.
"Sudahlah bro, memang beginilah konsekuensinya jika berurusan dengan cinta dan hubungan, inilah kenapa aku dan Vero lebih suka menjomblo, Hhhh," ucap Alex sembari merangkul bahu Vero yang tengah menatap sebal padanya.
"Enak saja, kamu saja kali!" ucap Vero membuat tawa Alex lenyap seketika.
"Kau ini serius sekali, dasar tidak seru!" ucap Alex dengan nada ketus dan jengkelnya.
"Sudahlah, kalian berdua hanya bisa membuat kepalaku semakin pusing saja!" ucap Justin dengan nada tak bersahabatnya.
"Justru itu bro, karena kepalamu pusing, minum saja wine ini banyak-banyak, di jamin pusingmu akan hilang," ucap Aldo yang membuat semua orang tertawa kecuali Justin dan Riko.
__ADS_1
"Sudah-sudah, berhenti menggodanya, nanti ayang Emeli marah, Hhhhhh," ucap Arsen membuat ruang VVIP itu kembali penuh dengan tawa.
"Bug," Justin melepar bantal kecil di sampingnya pada Arsen namun sayang bantal yang ia lempar tak mengenai pria itu.
"Hhhh," tawa Arsen begitu puasnya sebab berhasil mengelak.
Justin hanya bisa mendengus sebal sembari meraih sebotol wine lalu meneguknya dengan cepat. "Rik, kau tak ikut minum?" tanya Vero yang tak mendapat sepatah katapun selain tatapan datar nan tajam Riko.
"Kau ini terlalu kaku Rik, ayolah bersenang-senang bersama kami," ucap Vero yang di angguki Alex, Aldo dan Arsen.
"Kau ini selalu saja menghalangi niat baik kami!" ucap Alex dengan nada ketusnya.
"Niat baik yang mana kau maksud? ngajak mabuk atau main wanita!" ucap Justin dengan wajah ketat nan garangnya.
__ADS_1
"Tentu saja keduanya," ucap Alex dengan senyum menyeringainya.
"Ajaran sesat!" ucap Aldo sembari menatap Alex.
"Haram,,," sambung Vero membuat Alex dan Arsen tertawa bersama.
"Haram-haram tapi habis juga dua botol!" sindir Arsen membuat Vero tersenyum smirk.
Di apartemen Patrick, terlihat Clara tengah melampiaskan amarahnya dengan cara berteriak dan memukul bantal. Patrick hanya diam dan membiarkan kekasihnya itu untuk melakukan semua hal yang di sukainya. Pria itu sudah paham jika Clara tengah kesal pada Justin.
"Tenanglah sayang, lupakan pria itu," ucap Patrick yang saat ini sudah mendekati Clara. "Lagian kenapa kau semarah ini hanya perihal baju pengantin sayang? bukankah tujuan kita hanya untuk menguasai hartanya saja," ucap Patrick sembari memeluk Clara dengan dagu yang sudah bertopang manja di bahu Clara.
"Sayang,,, walaupun ini hanya pernikahan biasa saja, tetapi aku tetap ingin tampil cantik!" ucapnya dengan manja membuat Patrick tersenyum gemas padanya.
__ADS_1
"Ya sudah jangan sedih, besok pergilah ke butik dan carilah baju pengantin yang paling kau suka dan tentunya yang terlihat sexy di mataku sayang," ucap Patrick membuat Clara tersenyum. "Besok ajak dia lagi, jika dia tak mau, maka ancam saja dengan dalih jika ia tak serius menikah denganmu, pasti dia akan luluh, secarakan dia sangat mencintaimu sayang," ucap Patrick yang di angguki Clara.