
Tanpa berkata apapun Emeli pun langsung mendaratkan beberapa kecupan singkat di bibir Justin. Bukan hanya itu, Emeli bahkan mencium habis seluruh wajah tampan itu membuat Justin tersenyum puas.
"Pak, kita ke Wonderland ya," perintah Justin yang di angguki supir yang membawa mereka.
"Baik Tuan," jawab supir yang membuat Emeli senang tak karuan.
Di tempat lain, tepatnya di kediaman Stevia, terlihat Riko memberanikan diri untuk melamar gadis pujaan hatinya secara langsung pada kedua orang tuanya. Saat ini Riko tengah berhadapan dengan kedua orang tua Stevia. "Jadi hal apa yang ingin kau sampaikan Kepada kami, Nak?" tanya Candra yang tak lain ialah Papa Stevia.
__ADS_1
Candra dan Rena istrinya menatap Riko sembari menunggu ucapan Pria yang sedang dekat dengan anaknya itu. "Maafkan saya Tuan, Nyonya, Jika saya mengganggu waktunya. Kedatangan saya kesini ingin menyampaikan niat baik saya untuk melamar Stevia putri Tuan dan Nyonya. Maaf jika saya lancang mengatakan ini, Jujur saja Tuan, Nyonya, saya sangat mencintai putri anda melebihi saya mencintai diri saya sendiri. Saya berharap, Tuan dan Nyonya merestui hubungan kami untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius," ucap Riko dengan dada yang berdetak tak karuan. Gugup, takut, malu kini ia rasakan sekarang. Setelah mengeluarkan isi hatinya, Riko pun menundukkan kepalanya menunggu jawaban kedua orang tua Stevia.
Stevia yang berada di sisi Mamanya terlihat tersenyum lucu memperhatikan kekasihnya yang terlihat tak berdaya itu. Candra dan Rena saling pandang dan melempar senyum manisnya sembari mengangguk pelan. "Bagaimana seandainya aku tidak mengizinkan kau menikahi putriku?" tanya Candra membuat Riko seakan ingin pingsan dan menangis di tempatnya. Bagaimana bisa ia melepaskan wanita yang sangat di cintai-nya itu. Ia sudah sangat menyayangi Stevia dan berharap bisa hidup bersamanya dalam ikatan pernikahan.
Sebelum menjawab, Riko pun menghela nafasnya secara perlahan agar kegugupan dalam dirinya sedikit berkurang. "Maka saya tidak akan menikahi putri anda Tuan walaupun saya sangat mencintainya. Mau bagaimana pun anda adalah orang tuanya yang harus di hormati dan di patuhi. Jika menolak lamaran saya menurut anda adalah yang terbaik, saya Ikhlas melepaskan putri anda Tuan. Saya berharap Anda mendatangkan pria yang jauh lebih baik dari saya dan tentunya bisa memberikan kebahagiaan yang jauh lebih banyak dari saya," ucapan Riko membuat kedua orang tua Stevia tersenyum puas.
Riko menatap Rena seakan meminta pembenaran. Rena yang paham dengan tatapan Riko langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Menikahlah dengan putriku Stevia, Setelah itu bawah lah dia bersamamu. Aku merestui hubungan kalian," ucap Candra membuat Stevia menangis haru sembari memeluk tubuh Mama dan Papanya.
__ADS_1
"Terimakasih Pa, hiks," ucap Stevia yang mendapatkan kecupan kasih sayang dari Candra.
"Sama-sama sayang, berbahagialah bersamanya," ucap Candra dengan tangan yang mengelus punggung Stevia dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih Tuan, saya sangat bahagia karena anda telah merestui hubungan kami," ucap Riko yang langsung di peluk oleh Candra sebagaimana ia memeluk anak nya sendiri. Riko yang sudah lama tak merasakan pelukan hangat dan kasih sayang dari kedua orang tuanya terlihat menangis haru di pelukan Candra.
"Sama-sama, Nak," ucap Candra sembari menepuk punggung Riko dengan pelan.
__ADS_1