CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Hari Spesial Riko dan Stevia


__ADS_3

"Romantis sekali,,," ucap Emeli segera mendorong tubuh Riko agar segera menjauh darinya. Dia benar-benar sangat malu pada dua wanita yang sudah berada di depan nya.


"Hihihi," Stevia menutup mulutnya menahan tawa.


Lucu sekali mereka, baru kali ini aku melihat bos dan asisten ini begitu romantisnya. Batin Emeli sembari berniat menggodanya keduanya.


"Sayang apakah kau sebegitu sedihnya di tinggal menikah oleh Riko?" tanya Emeli membuat Justin bungkam seakan mulutnya keluh untuk mengatakan sesuatu. "Kenapa diam sayang? kau malu ya,,," goda Emeli dengan senyum menggoda yang terlihat sangat menjengkelkan di mata Emeli.


"Sayang,,," ucapan romantis namun penuh penekanan seakan memberikan peringatan bahwa sang empu tengah kesal.


"Hhhhhh," tawa Emeli begitu puasnya melihat raut wajah Justin suaminya.


"Apakah sudah selesai?" tanya Justin yang di angguki Emeli, "Kalau begitu mari kita pergi dari sini," ucap Justin dengan tubuh yang sudah bangkit dari duduknya. Tak hanya Justin, Riko pun ikut berdiri lalu menghampiri Stevia yang berada di samping Emeli.

__ADS_1


"Baiklah karena kita sudah lama tidak bertemu, bagaimana jika kita makan es krim sebentar," ajak Emeli dengan sangat antusias pada Stevia.


"Mau,,," ucap Stevie tanpa penolakan.


Karena sama-sama ingin memakan es krim, akhirnya kedua wanita itu pergi terlebih dahulu dengan tangan yang saling bergandengan. Dua pria yang masih tertinggal di belakang sana hanya bisa menghela pasrah mengikuti keinginan wanita yang di cintainya.


"Jaga jarak dariku, nanti semua orang yang melihat kita menganggap jika kita adalah pasangan G*y," ucap Justin dengan nada ketusnya.


"Baik Tuan," ucap Riko memundurkan sedikit langkahnya agar berjarak dengan Justin. Tak sampai dua menit melangkah, kini justin dan Riko pun tiba di toko es krim yang di pilih Emeli dan Stevia. Mereka berjalan ke arah meja yang dimana Emeli dan Stevia sudah duduk sembari menikmati es krim mereka di sana.


Sore itu menjadi waktu yang paling berkesan bagi Riko dan Stevia. Setelah melangsungkan akad, kini sepasang pengantin baru itu resmi menikah. Keduanya melepas masa lajangnya dengan senyum dan tawa kebahagiaan. Kening dan hidung kedua pengantin baru itu saling menempel dengan senyum yang mengembang.


Semua tamu bersorak sembari bertepuk tangan menyaksikan dua pengantin baru yang terlihat sangat romantis itu. "So sweet,,," teriak Emeli sembari bertepuk tangan.

__ADS_1


"Sayang,,," ucap Justin memberi peringatan agar Emeli menjaga sikapnya.


"Maaf sayang, aku terlalu bahagia melihat mereka," ucap Emeli sembari memeluk Justin dengan kepala yang bersandar di dadanya. Justin hanya mengangguk tanpa membalas ucapan Emeli.


Beberapa menit berlalu, kini Emeli dan Justin sibuk menikmati makanan yang telah di suguhkan di acara pernikahan estetik itu. Karena sudah selesai menyalami para tamu, Stevia dan Riko pun menghampiri Justin dan Emeli yang sedang duduk berdua di meja yang paling dekat dengan air. "Tuan, Nona," sapa Riko sembari menggandeng Stevia.


"Wah,,, pengantin baru,,," goda Emeli yang membuat Riko dan Stevia tersenyum malu.


"Silahkan duduk," ucap Emeli sembari menarik dua kursi spesial untuk dua pengantin baru itu.


"Terimakasih Nona,"


"Terimakasih Kak Emeli,"

__ADS_1


Ucap keduanya secara bersamaan. "Sama-sama pengantin baru,,," balas Emeli dengan senyum menggodanya.


__ADS_2