CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Liburan Keluarga


__ADS_3

"Maaf Om, izin memberi saran. Apa tidak sebaiknya kita liburan di Indonesia saja, sebab kita memiliki dua bumil, dan tentunya Om dan Tante semua juga pasti akan kelelahan dengan perjalanan jauh ini," ucap Leo sembari melirik Emeli sekilas. Justin dan Clara yang sendari tadi memperhatikan pria itu berbicara terlihat tak suka.


Para orang tua mengangguk setuju mendengar saran dari Leo. "Benar Nak, kami setuju jika acara berliburnya di negara kita saja," ucap Hendra dengan sangat beribawanya.


"Bagaimana dengan yang lainnya, apakah kalian setuju?" tanya Leo sembari mengendarkan pandangannya.


"Bagaimana sayang?" tanya Emeli pada Justin yang masih menatap Leo dengan datar.


"Jika kau setuju, maka akupun pasti setuju sayang," ucap Justin yang di angguki Emeli.


"Kami setuju Leo," ucap Emeli sembari tersenyum kecil.


Ngapain sih Emeli tersenyum pada suamiku, Batin Clara terlihat tak senang sebab cemburu dengan Emeli.


"Bagaimana denganmu sayang?" tanya Leo dengan sangat lembutnya pada Clara.

__ADS_1


"Tentu saja aku setuju," ucapnya membalas senyuman Leo.


"Kami juga setuju Kak Leo," ucap Stevia yang di angguki Riko. Dua pengantin baru itu terlihat sangat bersemangat mengatakannya.


"Baiklah jika semuanya sudah setuju, berarti sekarang kita tinggal menentukan tempat liburannya," ucap Bowo pada semua orang yang berada di sana.


Mendengar itu, semua orang sibuk memikirkan tempat terbaik untuk liburan keluarga. Setelah beberapa menit berfikir, kini semua orang pun mulai mengutarakan pendapatnya. Dan tempat liburan jatuh pada pegunungan yang sejuk dan asri.


"Baiklah kita akan menyewa tempat itu, kelihatannya tempatnya sangat tenang dan sejuk, apalagi ada danau di tengahnya. Selain kita bisa piknik, kita juga bisa merasakan berbagai wisata yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kebun Raya ini," ucap Hendra dengan sangat senangnya.


"Besok pagi, gimana?" tanya Hendra yang langsung di setujui semuanya.


Setelah pembicaraan singkat itu kini semuanya pun kembali menikmati malam indahnya, Mereka semua berhenti membicarakan tempat liburan, kini mereka fokus bercerita banyak hal.


Waktu telah berlalu, kini pagi telah tiba dengan begitu cepatnya. Seperti kesepakatan kemarin malam, semua orang pun sibuk bersiap-siap untuk pergi ke wisata tujuannya. Keluarga besar itu mengendarai mobil mewahnya masing-masing, tak lupa para pengawal dan pelayan ikut serta dengan mereka.

__ADS_1


"Papa tidak sabar ingin segera tiba di sana, jika di lihat dari fotonya, tempatnya sangat indah dan asri, apalagi ada danaunya, Papa jadi ingin memancing," ucap Hendra pada Ela membuat wanita paruh baya itu tersenyum pada suaminya itu.


"Itu sebabnya Papa membeli beberapa peralatan pancing?" tanya Ela yang langsung di angguki Hendra.


"Benar Ma, nanti kita bakar-bakar ya," ucap Hendra yang langsung mendapatkan anggukan lembut dari Ela.


Di mobil yang berbeda, terlihat Emeli dan Justin duduk berdua di kursi penumpang. Mereka memiliki membawa mobil sendiri ketimbang satu mobil dengan kedua orang tuanya. Bukan hanya berdua saja, Riko dan Stevia ikut bersama mereka dengan Riko yang menyetir mobilnya.


Tak jauh di belakang mereka, terdapat mobil yang di Kendarai Leo dengan istrinya dengan kedua orang tua Clara yang duduk di kursi penumpang.


"Ekh,,," Rengek Abel sembari menggeliatkan tubuh kecilnya dengan tatapan penuh harap pada Clara.


"Sayang, sepertinya Abel ingin bersamamu," ucap Erika sembari menyerahkan Abel pada Clara.


"Sini sayang," ucap Clara mengambil alih Abel lalu meletakkannya di pangkuannya.

__ADS_1


__ADS_2