CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Menjadi Sahabat?


__ADS_3

"Apa dia sudah menikah?" tanya Leo dengan rasa penasarannya.


"Kenapa? apa kau ingin menjadikannya istri kedua?" goda Justin yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Leo, Sedangkan yang lainnya hanya tertawa menyaksikan kekesalan Leo.


"Aku hanya bertanya saja!" ketus Leo yang membuat Justin terlihat sangat bahagia.


"Mana tau kan! hhhhhh," ucap Justin kembali tertawa.


"Lagian kalau mampu kenapa enggak?" ucap Alvaro dengan entengnya yang tanpa ia sadari Glow sudah berada di belakangnya.


"Jadi kamu mau menikah lagi?!" ucap Glow dengan nada kesalnya membuat Alvaro terdiam panik di tempatnya.


"Sa-sayang, bukan begitu maksud ku, kami hanya cerita," ucap Alvaro dengan nada lemah lembutnya.


"Cih, dasar pembohong!" ketus Glow lalu pergi meninggalkan perkumpulan para pria yang asik mentertawakan nasib Alvaro.


"Sayang tunggu," panggil Alvaro sembari terus mengejar Glow yang terlihat kesal.

__ADS_1


"Ini semua salah mu Leo," tuduh Justin yang membuat hati Leo seperti terbakar.


"Kau yang memulainya," balas Leo dengan nada kesal.


"Ah, mereka mulai lagi," ucap Riko dengan nada lemah nya. "Harap maklum ya Tuan- tuan, mereka memang selalu seperti ini jika sudah bertemu," jelas Riko yang di balas dengan senyuman.


"Tidak mengapa Tuan Riko, hal seperti ini memang biasa dalam pertemanan," ucap Raka yang di setujui Vino dan Riko.


"Siapa yang berteman," ucap Justin dan Leo secara bersamaan membuat suasana di meja itu kembali di penuhi tawa.


Apa yang dia lakukan? aku berharap dia tidak mengajakku bertengkar, batin Emeli berharap kedamaian di sana.


Tanpa mengatakan sepatah katapun, Clara mulai melangkahkan kakinya secara perlahan mendekati Emeli. Hal itu membuat Emeli terdiam bingung memperhatikannya. "Deg!" jantung Emeli hampir copot dari tempatnya ketika Clara tiba-tiba saja memeluknya dengan erat sembari menangis di bahunya. Clara menyembunyikan wajah sedihnya di bahu Emeli.


Emeli membiarkan mantan suaminya itu menangis sembari memeluknya. Emeli hanya diam sembari menggenggam tangan Clara yang melingkar di perutnya. "Kenap-" belum lagi Emeli menyelesaikan kalimatnya namun Clara sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Maafkan aku Emeli," ucapnya dengan tangisan yang terdengar sangat pilu.

__ADS_1


Apa ini mimpi? kenapa dia tiba-tiba bisa bersikap seperti ini? seperti bukan dirinya saja? apakah dia benar-benar tulus mengatakan itu padaku? Batin Emeli fokus menatap Clara melalui cermin di depannya.


"Maaf untuk apa?" tanya Emeli mulai mengangkat suaranya dengan lirih.


"Untuk semuanya, hiks," ucapnya dengan Isak tangis yang kembali terdengar di telinga Emeli.


"Kenapa meminta Maaf? aku merasa kau tidak melakukan kesalahan padaku Clara," ucap Emeli sembari melepaskan pelukan Clara agar ia bisa menghadap wanita itu.


"Kenapa kau bersikap baik seperti ini pada orang yang telah menyakitimu dan mencoba merebut suamimu?" tanya Clara dengan kepala yang menunduk lemah.


"Karena kau adalah temanku, sewaktu masih menjadi sahabat Justin, aku juga menganggap mu sahabatku," ucap Emeli lolos begitu saja.


"Lagian untuk apa aku menyimpan kebencian di dalam hatiku untukmu? aku paham sekali bagaimana sakitnya berada di posisimu dan juga paham, jika kau melakukan semua ini pasti karena ada sebabnya. Kau dan aku hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna dalam melakukan segala hal termasuk dalam dunia percintaan," ucap Emeli membuat Clara kembali menabrak tubuhnya dan mendekapnya dengan erat.


"Sudahi semua ini, semuanya juga sudah terjadi dan berlalu. Kita memang tidak bisa mengubah masa lalu, namun kita masih mempunyai kesempatan untuk menata masa depan dan mengubahnya menjadi masa depan yang indah seperti yang kita harapkan. Di sini bukan hanya kau yang salah Clara, namun aku pun juga. Maafkan aku Clara jika aku sudah menyakiti perasaanmu," ucap Emeli dengan sangat tulusnya di balik punggung Clara.


"Maafkan aku juga Emeli, terima kasih atas kebaikanmu. Kau benar-benar wanita yang hebat. Bukan wajahmu saja yang cantik, namun hatimu pun sama cantiknya. Pantas saja Justin lebih memilihmu di bandingkan aku yang tidak ada apa-apa nya ini," ucap Clara sembari tersenyum getir.

__ADS_1


__ADS_2