
Masih di meja makan, saat ini Clara sedang memuntahkan isi perutnya karena memakan sayur pare yang diberikan oleh Emeli. Ia yang tidak terbiasa dengan sayuran pahit itu terlihat seperti orang yang keracunan. Dalam hati, Emeli merasa senang sebab berhasil memberikan sedikit pelajaran pada Clara.
"Dia ingin membunuhku!" ucapnya menuju Emeli lalu memukul dadanya dengan satu tangan.
Justin menatap Emeli dengan tajam sambil mengelus punggung Clara. Karena tidak tahan, Clara segera meneguk segelas air dengan sekali tegukan. Justin mengelap keringat di kening kekasihnya itu dengan tisu lalu mengelap mulut Clara yang berantakan. Emeli yang melihat drama di depannya seperti kehilangan selera makan ditambah lagi dengan muntahan Clara yang sudah berserakan di meja makan.
Sayang sekali aku harus membuang semua masakan ku! batin Emeli sambil memperhatikan masakannya yang sudah terkena cipratan muntahan Clara.
"Lain kali tidak usah memasak makanan seperti ini!" ucap Justin penuh penekanan dengan sorot mata yang kesal pada Emeli.
"Kenapa? Apa karena dia?" tanya Emeli sambil menunjuk Clara dengan sorot mata sinis-nya.
__ADS_1
"Jaga sikapmu Emeli, wanita yang kau tunjuk ini adalah kekasihku, dan dia lebih berharga daripada kau!" ucap Justin yang sangat menusuk hati Emeli.
Rasakan kau, gadis sialan! Hhhhhh, sepertinya aku harus merayakan kebahagiaanku hari ini, Batin Clara yang tanpa disadari, Justin tersenyum sinis pada Emeli.
"Apa kau bilang? Dia lebih berharga daripada aku? Brak," Emeli mengebrak meja setelah mengatakan itu. "Asal kau tahu ya, Pria yang tidak punya hati, aku ini bukan hanya sahabatmu, tetapi juga istrimu. Aku yang lebih berhak atas dirimu daripada dia. Dia itu hanya masa lalu, ingat itu!" ucap Emeli dengan sangat tegasnya membuat Clara langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Jaga mulutmu, sialan! Kamu hanya pengantin pengganti! Kamu tidak diharapkan di sini! Dan, asal kau tahu, sebentar lagi aku dan Justin akan menikah!" ucap Clara membuat jantung Emeli dan Justin berdetak secara bersamaan.
"Kau! Kau benar-benar tidak menghargaiku, Jus. Aku sangat kecewa padamu!" ucap Emeli berusaha bersikap setegar mungkin.
"Kamu tidak bisa menghalangi keinginan kami!" ucap Clara dengan nada tegasnya.
__ADS_1
Emeli mengalihkan tatapan datar dan kecewanya kepada Justin seakan berkata, 'Benarkah apa yang dikatakan Clara bahwa kalian akan menikah?' Itulah yang sekiranya ditangkap Justin dari mata Emeli.
Mau bagaimanapun pasti hal ini akan terjadi dan tak bisa dihindari, mau tak mau aku harus jujur padanya, Batin Justin sembari menghembuskan nafasnya untuk menetralisasi suasana hatinya yang bimbang.
"Maaf Emeli, aku dan Clara akan menikah secepatnya. Setuju atau tidak, kami tetap akan menikah. Tolong mengertilah Emeli," ucapnya sambil menatap penuh harap pada Emeli.
"Jadi, kau ingin mempoligamiku? Hah!" tanya Emeli dengan senyum kecewa yang tidak disangkanya. "Baiklah jika itu mau-mu, tapi ingat, aku tidak akan menutupi semuanya dari keluarga kita, jadi bersiaplah untuk menghadapi mereka!" ucap Emeli dengan tegas, lalu segera pergi meninggalkan dua orang yang melukai hatinya.
"Deg," lagi-lagi jantung Justin berdetak seakan merasakan suatu hal yang mengganjal di hatinya.
Tak lama lagi aku akan menguasai semuanya. Goodbye, pengganggu sialan! Batin Clara bersorak senang dalam hati.
__ADS_1