
"Assalamualaikum Emil," ucap para gadis secara bersamaan membuat Emeli senang sekaligus kesal dengan panggilan yang di sematkan padanya.
"Wa'alaikumussalam," ucapnya dengan wajah ngambek-nya.
"Kenapa ngambek?" tanya Sena dengan usil-nya.
"Tau ah!" ambek-nya membuat semua orang tertawa. Para gadis sudah tau apa yang membuat wanita hamil itu kesal dan ngambek.
"Emil-emil!" ucap Glow sengaja memanas-manasi hati Emeli dengan panggilan jelek itu.
"Is,,, apa salahnya sih kalian memanggilku dengan benar, Emil itu panggilan untuk pria tau!" ketus Emeli masih dengan wajah ngambek-nya.
"Emil itu lucu loh, itu panggilan kesayangan khusus untuk bumil!" ucap Lucy yang langsung di angguki semuanya membuat Emeli langsung mengganti wajah cemberut-nya dengan raut wajah bahagianya.
"Benarkah?" tanyanya dengan penuh antusias.
"Hm," dehem Lucy dengan anggukan kecilnya.
__ADS_1
"Hm,,, syuka,,," ucapnya sembari menjatuhkan kepalanya dengan manja di bahu wanita di sampingnya yang tanpa ia sadari adalah Riya.
Setelah selesai memindahkan beberapa menu makanan di piringnya, Justin pun segera menghampiri Emeli yang sudah di kelilingi oleh para teman-temannya. Karena malu, Justin pun menyerahkan makanan Emeli lalu memilih bergabung dengan perkumpulan para pria. "Suami Kak Emeli perhatian sekali ya," ucap Sasa yang di angguki Stevia.
Andai saja aku di posisi Emeli, pasti aku akan sangat bahagia di perlakukan seperti itu. Aku menyesal telah melakukan kebodohan itu demi Patrick sih penghianat itu! Batin Clara yang tanpa sadar menjatuhkan air matanya.
"Loh, kak Clara kenapa?" tanya Grisela membuat Emeli langsung bangkit dari sandaran nya. Ia sangat malu dan canggung sebab baru menyadari jika di sebelahnya adalah Clara mantan suaminya.
"Kamu kenapa?" tanya Emeli berusaha menyingkirkan hati kesalnya. Ia ingin berdamai dengan keadaan termasuk berdamai dengan Clara.
Mungkin bibirnya bisa berbohong, namun tidak dengan matanya. Pasti ada sesuatu yang di pendam-nya, Batin Lucy terus memperhatikan Clara sembari menikmati air dingin di tangannya.
"Beneran?" tanya Sena yang langsung mendapatkan anggukan kecil dari Clara.
"Baiklah, ini makan," ucap Sena sembari memberikan buah miliknya pada Clara.
"Terimakasih," ucapnya yang di balas senyuman dari Sena.
__ADS_1
Kini suasana yang sempat redup itu kembali bersinar kembali. Para wanita sibuk membahas semua yang berkaitan tentang pria. Dengan penuh semangat mereka menceritakan pasangan nya masing-masing.
Di meja yang lainnya, tepatnya tempat para Pria berkumpul. Mereka semua sibuk membahas bisnis dan kegiatan yang berkaitan tentang pria. "Jadi sudah berapa tahun Tuan Justin masuk ke dunia perbisnisan?" tanya Raka pada Justin yang saat ini baru selesai meneguk jus di milikinya.
"Tidak terlalu lama Tuan Raka, mungkin sekitar tiga tahunan." ucap Justin yang di balas dengan anggukan penuh wibawa oleh Raka. "Bagaimana dengan Tuan Raka sendiri, apa sudah lama masuk ke dunia bisnis?" tanya Justin dengan sangat santai nya sembari menatap mata Raka.
"Saya hampir tujuh tahun masuk ke dunia bisnis," ucap Raka sembari tersenyum tipis.
"Wah, sudah banyak pengalaman berarti," puji Justin dengan senyum simpul nya.
"Alhamdulillah Tuan Justin," ucap Raka lalu kembali menikmati jus-nya.
"Sepertinya seru sekali obrolan para wanita itu," ucap Alvaro membuat semua mata tertuju pada para wanita.
"Itu yang bercadar sendiri siapa? kok baru lihat," tanya Leo sedikit penasaran dengan Lucy yang berada tak jauh dari Clara istrinya.
"Itu Lucy, sahabat istriku dan kalian," ucap Raka yang di angguki semuanya.
__ADS_1