CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Wanita Asing


__ADS_3

Setelah menyaksikan parade, Emeli segera mengajak Justin untuk berkeliling kembali. Saat mereka berniat untuk menaiki beberapa wahana yang paling terkenal di Disneyland. Pilihan Justin dan Emeli jatuh pada wahana Gunung Guntur Besar. Sebelum sampai di sana, Emeli kembali berfoto bersama para pery yang berada di film Tinkerbell. Di sana terdapat Tinkerbell, Silvermist, Fawn, Rosetta,


Iridessa, Clank, Booble, Terence dan pery winkle.


Setelah selesai, Emeli kembali melangkahkan kakinya bersamaan Justin dengan tangan yang bergandengan. Mereka sudah seperti pengantin pada umumnya yang menikmati bulan madunya. "Rik, naiklah," pinta Justin membuat Riko menghela nafasnya lalu mengikuti Emeli dan Justin untuk menaiki wahana yang lumayan menguji adrenalin itu. Setelah semuanya sudah siap dan aman di atas kereta mini itu, kini penjaga wahana segera menekan tombol merah dan membuat kereta itu meluncur dengan cepat tanpa meminta izin.


Semua orang yang naik di sana berteriak dengan tubuh yang seakan seperti ingin terhempas dari tempatnya. Emeli yang takut melihat terowongan hantu yang mereka lewati segera memeluk lengan Justin dengan kuat. Justin membiarkan Emeli memeluknya dengan ekspresi yang datar. Tanpa sadar, di belakang mereka, terlihat seorang wanita yang memeluk lengan Riko tanpa permisi. Riko yang melihat itu seketika terkejut. Walaupun terkejut, ia tetap membiarkan wanita itu memeluk lengannya.


Rezeki tidak boleh di tolak, batin Riko menampilkan senyum samarnya di tempat yang lumayan gelap.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu, kini wahana yang membuat bulu kuduk merinding itu telah berakhir. Semua orang perlahan turun satu persatu dari wahana itu. Wanita yang memeluk Riko tanpa malu terus mengaitkan lengannya sembari terus mengikuti pria tampan itu. Emeli dan Justin yang sudah berjalan terlebih dahulu tak terlalu memperhatikan Vino yang berada di belakang bersama gadis asing.


"Siapa namamu?" tanya Riko dengan suara datarnya namun mampu membuat hati wanita di sebelahnya meleleh.


"Aku Stevia," jawaban dengan suara imutnya membuat Riko berhenti dan membeku di tempatnya. Ntah kenapa tiba-tiba saja jantungnya berdetak tanpa di minta.


Ada apa dengan jantungku? kenapa aku tidak marah dengan gadis asing ini? sudahlah, lagian aku lebih nyaman bersamanya daripada sendiri seperti nyamuk. batin Riko sembari menatap sinis pada dua orang di depannya.


"Sepertinya kamu bukan berasal dari negara ini," ucap Riko dengan langkah yang menyeimbangi langkah Stevia.

__ADS_1


"Benar," ucapnya singkat namun mampu membuat seorang Riko sangat penasaran.


"Darimana asal mu?" tanyanya lagi tanpa melihat Stevia.


"Indonesia," ucapnya berhasil membuat langkah Riko kembali terhenti.


"Indonesia?" tanyanya memastikan membuat Stevia mengangguk pelan. "Saya juga berasal dari Indonesia, berarti kamu bisa dong berbicara menggunakan bahasa Indonesia?" tanya Riko sudah mengganti bahasa Inggris nya menjadi bahasa Indonesia.


"Tentu saja," jawab Stevia yang sudah menggunakan bahasa yang sama.

__ADS_1


Riko tertawa tertahan melihat wanita di sampingnya itu. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan wanita seimut dan terlihat polos itu. "Apa kamu akan terus mengikuti ku?" tanya Riko kembali pada ekspresi datarnya. Stevia mengangguk pelan sembari tersenyum ke arah Riko. Lagi-lagi jantung Riko berdetak di buat gadis itu. "Kau kesini sama siapa?" tanya Riko tanpa menggunakan bahasa formalnya lagi.


"Sama Mama dan Papa, cuma karena mereka ada urusan, jadi aku sendiri deh ke sini. Sebenarnya sih aku di ajak untuk ikut bersama mereka tetapi aku menolaknya. Aku cuma sebentar berada di sini,,, takutnya besok-besok tidak sempat lagi datang ke sini," ucapnya sangat terbuka dengan pria yang baru saja ia kenal.


__ADS_2