
Ternyata seru juga ya mempunyai sirkel seperti ini. Batin Emeli memperhatikan keakraban dan kebahagiaan semua wanita yang berada di sekelilingnya.
Sangking sibuknya aku dengan Patrick penghianat bin sialan itu, aku jadi lupa caranya berteman. Menyesal sekali aku tidak mencari sirkel seperti mereka. Batin Clara mengutuki kebodohannya di masa lalu. Ia baru menyadari betapa menyenangkannya berkumpul dengan teman akrab seumurannya.
"Gusy mari berkumpul, sudah waktunya aku dan Riko melempar bunga," ucap Stevia yang di angguki semuanya.
Kini para jomblo baik wanita maupun pria tengah bersiap-siap menangkap bunga pengantin. Ketika hitungan ketiga selesai, Riko dan Stevia pun melemparkan bunga mereka dengan penuh semangat. Bukannya menangkap, para jomblo itu justru berlari berserakan sebab tak ingin mendapatkan bunga pengantin itu. Semua orang pada tertawa termasuk dua pengantin.
__ADS_1
Di sini Griselalah yang terlihat kesal sebab bunga pengantin itu jatuh dan tersangkut di rambutnya yang terdapat hiasan. "Uu,,, kenapa harus aku sih! aku belum mau menikah tau,,," rengek Grisela membuat beberapa yang lainnya memegang perutnya sebab tak kuat menahan tawa.
"Kami tunggu ya undangannya Gris," goda Glow sembari melempar bunga mawar yang sudah ia pisahkan dari batangnya.
"Diam!" kesalnya pada Glow membuat wanita itu tertawa puas.
Malam ini terlihat Riko dan Stevia sudah berada di dalam kamarnya, tepatnya kamar pengantin. Kamar itu sudah di dekorasi seindah mungkin. Di setiap sudut kamar itu sudah di penuhi berbagai warna bunga mawar. Bahkan di ranjang pengantin pun sudah bertabur kelopak mawar segar.
__ADS_1
Dulu sewaktu pacaran mereka terlihat biasa saja melakukan hal kecil seperti itu, namun tidak untuk saat ini. Keduanya benar-benar seperti orang yang menikah sebab di jodohkan. "Kenapa sayang?" tanya Riko dengan lembut ketika Stevia menarik tangan nya dengan pelan.
Stevia menggelengkan Kepadanya sembari tersenyum lembut, "Tidak apa sayang, aku hanya sedikit gugup dan malu," ucap Stevia dengan polos nya membuat Riko tersenyum gemas dengan istri imutnya itu.
"Kenapa kita bisa sama ya sayang? aku juga gugup dan malu," ucap Riko membuat Stevia tersenyum senang sebab mereka merasakan hal yang sama dan menurut Stevia itu adalah hal yang sangat romantis.
"Aku senang banget deh kita merasakan hal yang sama," ucap Stevie dengan sangat imut nya membuat Riko mendaratkan satu kecupan di buah cery-nya.
__ADS_1
Stevia langsung mematung ketika mendapatkan kecupan yang tak di sangka itu. Matanya melebar sembari menatap dalam mata Riko. Karena tak mendapat penolakan dari Stevia, Riko pun melancarkan keinginannya lagi. "Sayang, bolehkah?" bisik Riko dengan lembut membuat bulu kuduk Stevia langsung berdiri. Gadis itu merinding sekarang. Ia yang tak pernah melakukan hal seperti yang di inginkan suaminya hanya mengangguk pelan tanpa tau apa yang sebenarnya akan ia rasakan.
"Terimakasih Sayang, aku berjanji akan membuatmu nyaman selama melakukannya," ucap Riko lalu membaringkan Stevia di tengah ranjang. Karena kamar terlalu terang bagi Riko, iapun mematikan salah satu lampu sehingga kamar pun semakin gelap namun masih bisa melihat.