CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Kaburnya Clara


__ADS_3

"Tanganmu sangat dingin," ucap Emeli sembari memijat pelan telapak tangan Justin.


"Apa kau gugup Jus?" tanya Emeli dengan senyum simpul di wajahnya.


"Sedikit," ucapnya menatap Emeli sebentar lalu kembali menatap ke arah depan.


Aku bukan gugup Ceria, tetapi ntah kenapa perasaanku tiba-tiba saja menjadi tak enak. Rasa cemas tiba-tiba saja menghampiri hatiku. Bukan hanya itu saja, aku juga tengah memikirkan mu. Ntah kenapa, aku takut kehilanganmu jika aku menikah. batin Justin memendam perasaannya sendiri. Biasanya ia akan berbagi pada Emeli. Tetapi karena di sekitarnya terdapat banyak orang membuatnya mengurungkan niatnya untuk bercerita.


Setelah sampai, Justin dan keluarganya segera masuk ke area pesta yang dimana di sana sudah terlihat beberapa tamu yang hadir. Keluarga dari mempelai wanita menyambut Justin dan keluarganya dengan hangat di sertai raut wajah yang bahagia.

__ADS_1


Bagaimana mereka tak bahagia jika calon besannya adalah orang yang berpengaruh di negeri itu. Mereka bukanlah orang sembarangan atau pun orang kaya biasa. Keluarga Justin adalah Sultan Asia yang sangat di segani banyak orang. Bukan hanya Citra mereka yang semakin naik, tetapi harta mereka juga akan semakin bertambah.


Jam terus berputar, semua orang sedang menunggu kedua mempelai untuk melangsungkan akad. Dan benar saja kecemasan yang di rasakan Justin sendari tadi. Justin maupun keluarganya mendapatkan kabar jika mempelai wanita kabur. Hal itu membuat Justin sangat sedih sekaligus kecewa. Saat ini rasa di hatinya bercampur aduk. Sedih, gemas, kecewa, membuatnya seakan ingin menangis namun ia menahannya.


Bukan hanya keluarga Justin saja, tetapi keluar Clara juga kaget dengan berita kaburnya Clara di hari pernikahan yang di nanti-nanti ini. Tamu sudah pada hadir, bahkan semua orang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi. "Dimana kau Clara?" gumamnya pelan di kamar pengantin. Di dalam sana kedua orang tuanya dan Clara terlihat tak bisa berbuat apa-apa. Sendari tadi tak henti-hentinya kedua orang tua Clara meminta maaf atas kaburnya anak mereka.


"Tidak mengapa om, ini semua bukan salah kalian," ucap Justin terdengar sangat tegar membuat Hendra mengelus punggung Justin sebagai penyemangat.


"Tak ada gunanya lagi di tangisi, semuanya sudah terjadi. Dengan berat hati kita harus membatalkan pernikahan ini," ucap Hendra yang di angguki semuanya.

__ADS_1


"Jangan di batalkan," ucap Riya membuat semua mata tertuju padanya termasuk mata merah Justin. "Lanjutkan saja acara ini," ucap Riya lagi membuat Ela langsung menghampiri nya.


"Bagaimana kita akan melanjutkan pernikahan ini jika mempelai wanitanya saja tidak ada," ucap Ela dengan sendu.


"Bagaimana kalau Emeli yang menjadi penggantinya, bukannya kalian bersahabat? ia takkan menolaknya," ucap Riya membuat harapan di mata semua orang kembali terbit.


Ela mendekati Justin sembari menatap matanya, "Bagaimana Nak, apakah kau mau menikah dengan sahabatmu Emeli?" tanya Ela yang langsung mendapat anggukan dari Justin membuat semua orang sangat bergembira. Kabar inipun segera sampai di telinga Emeli, Emeli yang memang mencintai Justin, segera menerima tawaran ini tanpa ragu. Semua orang tak menyangka termasuk Emeli yang sempat putus harapan.


Betapa baiknya Allah mengabulkan keinginannya walaupun hanya terlintas dalam hati sebelum berniat di ucapkan.

__ADS_1


__ADS_2