CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Doa Erika


__ADS_3

Kembali keruangan Clara, kini Para Dokter dan perawat sibuk memeriksa Clara. Dokter menghela nafas.


"Sangat di sayangkan, saraf-saraf penghubung ke seluruh tubuhnya delapan puluh lima persen tidak berfungsi," ucap Dokter pada rekan sesama Dokternya.


"Ini sudah sangat fatal dan kita tidak akan mampu menanganinya, sebaiknya kita rujuk pasien ini ke luar negeri yang dimana alat medisnya lebih lengkap dan canggih," saran Dokter ke dua.


"Benar, tapi untuk saat ini sepertinya pasien tidak bisa melakukan perjalanan jauh, dia masih memerlukan alat-alat ini agar bisa bertahan," ucap Dokter pertama yang di setuju teman Dokternya.


"Cek detak jantungnya," ucap Dokter kedua yang di angguki Dokter pertama.


Di luar raung ICU, terlihat Leo duduk termenung menunggu para medis memeriksa istrinya. Riko yang baru saja tiba segera menghampiri Leo dan memberikannya sebotol air, tak lupa dia juga membawa makanan untuk pria itu.


"Tuan," panggil Riko yang seketika membuat Leo langsung menoleh padanya.

__ADS_1


"Kau datang Rik," ucapnya lirih dengan pandangan yang sudah kembali menatap pintu ruang ICU.


"Iya Tuan, saya membawa makanan dan minuman untuk anda," ucap Riko memberikan bungkusan di tangannya pada Leo.


"Terima kasih Rik," ucap Leo sembari mengambil alih bungkusan di tangan Riko lalu meletakkannya di sampingnya.


"Sama-sama Tuan," ucap Riko lalu duduk di samping Leo.


Tak lama Riko tiba, Kedua orang tua Leo dan Clara pun tiba secara bersamaan. Mereka segera menghampiri Leo dengan wajah cemasnya.


"Dokter masih memeriksanya Pa, sebentar lagi mungkin selesai," ucap Leo yang di pahami semuanya. Dan seperti kata Leo, kini Dokter keluar dengan perawat yang mengikutinya.


"Dokter, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Erika dengan sangat cemasnya.

__ADS_1


"Huh, mari kita bicara di ruangan saya Tuan, Nyonya," ucap Dokter yang di angguki semuanya.


Mereka pun segera mengikuti Dokter menuju ruangan. Setibanya di sana, mereka di persilahkan duduk di sopan yang sudah tersedia di sana. Setelah semuanya sudah duduk dan tenang, Dokter pun segera menjelaskan tentang kondisi Clara yang cukup parah. Mendengar penjelasan Dokter membuat Erika, Rena, Leo, dan Nino menangis sebab prihatin dengan keadaan Clara yang sangat mengerikan.


"Jadi kapan kami boleh membawanya ke luar negeri Dok?" tanya Nino dengan wajah sendunya.


"Mungkin sekitar tiga sampai lima hari lagi Tuan, kami ingin memastikan pasien aman agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan ketika dalam perjalanan," Jelas Dokter yang di pahami semuanya.


"Apa kemungkinan Anak kami masih bisa kembali normal Dok?" tanya Erika dengan sangat cemasnya.


Mendengar pertanyaan itu membuat Dokter lagi-lagi menghela nafas. "Bisa saja Nyonya, tapi mungkin sangat mini," ucap Dokter membuat Erika menutup mulutnya tak percaya. Dia sangat syok mendengar itu. Nino segera merangkul Erika sembari mengelus bahunya seakan memberikan kekuatan.


"Kami mohon Dok, lakukanlah yang terbaik untuk anak kami," pintar Nino dengan nada sendunya.

__ADS_1


"Akan kami usahakan Tuan, berdoalah agar Tuhan memberikan keajaibannya," ucap Dokter membuat hati Erika semakin sesak.


Selamatkan lah anak kami ya Allah, kembalikan dia seperti semula. Dia masih punya anak yang harus di urus dan di beri kasih sayang. Mohon kabulkan lah doa hamba mu yang tak sempurna ini ya Allah, hanya padamu lah kami berharap. Batin Erika berdoa dalam hati.


__ADS_2