
Hari telah berganti, pagi ini Emeli dan Justin memutuskan untuk pergi ke Museum Louvre. Mereka berdecak kagum dengan monumen yang berada di sana. Sebelum memutuskan untuk masuk, Emeli, Justin, Riko bergantian mengambil foto satu sama lain. Hari ini mereka sangat beruntung karena di sana para pengunjung tidak terlalu ramai dan padat seperti biasanya.
Setelah puas melihat-lihat keindahan di luar museum, Emeli, Justin, dan Riko segera melangkahkan kakinya memasuki ruang bawah tanah untuk melihat ribuan seni bersejarah di dalam sana. Seperti pengunjung pada umumnya, Emeli tak henti-hentinya mengabadikan momen dirinya di sana. Justin yang kesal karena Emeli tak mengajaknya untuk berfoto, segera merebut handphone gadis itu lalu melakukan foto bersama.
"Kau ini selalu saja membuatku terkejut!" omel Emeli yang di balas senyum devil oleh Justin. "Wah, lukisan Monalisa," ucap Emeli sangat kagum melihat lukisan yang terkenal di dunia itu. "Cantik sekali,,, tetapi sayang, lebih cantikan aku lagi," ucap Emeli dengan cepat membuat Justin menatap sinis kearahnya.
"Kepedean!" ejeknya membuat Emeli menjulurkan lidahnya ke arah Justin.
Setelah puas menikmati keindahan Museum Louvre, kini Justin, Emeli, dan Riko memutuskan pergi ke menara Eiffel yang tak jauh dari museum Louvre. Hanya membutuhkan waktu sembilan menit mereka sudah berada di menara Eiffel. Selain Menikmati pemandangan menara berbentuk A itu, mereka juga menikmati keindahan Sungai Seine dari atas perahu.
__ADS_1
"Lihat Jus, banyak sekali gemboknya," ucap Emeli sembari menunjuk ke arah gembok cinta.
"Apa kau mau melihatnya dari dekat?" tanya Justin yang langsung di angguki Emeli.
Mereka pun menghentikan kegiatannya di atas perahu. Sekarang mereka sudah berada di jembatan gembok cinta. Sebelum kesana, Emeli sudah membeli satu gembok berwarna pink. Tak lupa ia juga membeli pulpen air untuk menulis namanya dan Justin di gembok itu. Emeli segera menggantungnya di pagar jaring jembatan itu. "Semoga persahabatan kita abadi selamanya," ucap Justin segera melempar kunci gembok itu ke dalam sungai Seine.
Dari jauh terlihat Riko berdecit tak suka dengan dua orang bodoh di depannya. Kenapa mereka bisa percaya dengan rumor yang beredar itu. Urusan abadi atau tidaknya biarlah itu menjadi urusan Allah. Lagian kalau cinta mereka abadi seperti yang mereka inginkan, itu tak lain hanya berkat campur tangan Allah! bukan karena gembok cinta yang mereka gantung.
"Kruk,,," Emeli tersenyum melihat Justin sembari memegang perutnya yang merasa lapar.
__ADS_1
Karena waktu sudah menunjukkan jam makan siang, akhirnya Justin membawa Emeli mencari makanan. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Keberuntungan kembali menghampiri mereka. Di saat keadaan perut lapar, mereka melihat lestoran Indonesia yang berada tak jauh dari menara Eiffel. Dengan penuh semangat, Justin, Emeli dan Riko menikmati makanannya dengan lahap. Walaupun baru beberapa saat meninggalkan negara tercinta, mereka sudah sangat merindukan makanan khas Indonesia.
Seperti biasa tanpa sepengetahuan Emeli dan Justin, Riko mengambil gambar mereka secara diam-diam. Setelah puas dengan hasil gambarnya, ia kembali menikmati makanannya.
"Jus," panggil Emeli setelah selesai menelan makanannya.
Justin menoleh ke arah Emeli tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mulutnya saat ini masih sibuk menikmati rasa khas makanan Indonesia.
"Kita pergi ke Disneyland?" ucapnya dengan senyum penuh harap.
__ADS_1