
"Rileks Bu, sebentar lagi anaknya akan keluar," ucap Emeli bukan nya takut justru semakin menggoda Justin.
"Awas ya sayang, aku akan membuat perutmu jauh lebih besar dari pada perutku!" ancam Justin yang berhasil membuat Emeli panik. Wanita itu langsung paham ke mana arah pembicaraan suaminya itu.
"Maaf sayang,,, aku hanya bercanda, suwer," ucap Emeli sembari mengangkat dua jarinya dengan mimik wajah yang sangat menggemaskan.
Andai saja perutku tidak kekenyangan mungkin sudah ku makan wanita menggemaskan ini! Batin Justin merapatkan gigitan nya gemas.
"Hm," dehem dingin itu membuat Emeli tersenyum.
"Much, jangan marah lagi,,, kan sudah di cium," ucap Emeli yang berhasil menghilangkan wajah kesal Justin.
"Oya sayang, besok Riko mau menikah, apakah sore nanti kau ingin mencari gaun?" ucap Justin membuat Emeli terdiam di tempatnya.
__ADS_1
"Owh,,,, Riko mau menikah,,," ucap Emeli sembari mengangguk pelan. "Apa Riko mau menikah!" saking terkejutnya, Emeli sampai refleks berteriak membuat Justin menutup telinganya.
"Kau ini sayang, bisa tidak jangan teriak-teriak? macam di hutan saja!" Emeli hanya terkekeh mendengar penuturan Justin.
"Maaf sayang, habisnya aku kaget sih. Soalnya kan selama ini Riko tidak pernah menunjukkan dan memperkenalkan kekasihnya pada kita," ucap Emeli dengan ekspresi herannya.
"Riko akan menikah dengan Stevia yang beberapa bulan yang lalu bertemu dengan kita di Wonderland Prancis," ucap Justin mengalihkan tatapan nya menatap Emeli, "Apakah kau masih mengingatnya sayang?" tanya Justin yang langsung mendapat kan anggukan dari Emeli.
"Stevia, oiya sayang, aku kan menyimpan nomor handphonenya. Tidak sia-sia aku memberikan nomor Riko pada gadis imut itu!" ucap Emeli merasa berjasa pada hubungan Riko dan Stevia.
Emeli melirik kesal pada Justin, "Kau ini tidak bisa membuat aku senang sesaat," ucapnya dengan ketus.
"Daripada kau ngambek terus sayang,,, mending bersiap-siaplah agar kita segera pergi mencari pakaian untuk acara Riko dan Stevia." ucap Justin dengan santainya.
__ADS_1
"Baiklah sayang, aku mau bersiap-siap dulu," ucap Emeli lalu melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi.
Dasar wanita! giliran belanja saja langsung cepat dan bahagia! Batin Justin mendengus sebal ke arah pintu kamar mandi.
Saat ini di butik terkenal yang berada di mall, terlihat Riko dan Stevia sedang sibuk mencoba beberapa gaun pernikahan nya. Di sana Stevia lah yang paling sibuk dan berulangkali keluar masuk ruang ganti.
"Sayang,,, bagaimana dengan gaun yang ini?" tanya Stevia dengan suara imutnya sembari berputar di hadapan Riko yang tengah duduk di sopa yang telah di sediakan.
Cantik sekali,,, belum di make-up saja aku sudah ingin memakannya apalagi sudah di make-up. Beruntungnya aku mempunyai calon istri secantik dan seimut ini,,, Batin Riko dengan mata yang tak berkedip melihat Stevia.
"Sayang," panggil Stevia lagi membuyarkan lamunan Riko.
"I-iya sayang, maaf sayang aku begitu pangling melihat kecantikan mu sehingga tak fokus mendengarkan mu," ucap Riko yang berhasil membuat Stevia tersenyum malu. Ia benar-benar sangat bahagia dengan pujian pria pujaan hatinya itu.
__ADS_1
"Ah sayang, bisa saja sih,,," ucapnya dengan ekspresi yang sangat menggemaskan.
"Oya, jadi gimana sayang, aku cocok nggak mengenakan gaun di pernikahan kita?" tanya Stevia pada Riko yang terlihat sedang berfikir dan menilai.