
"Iya sesuatu apa?!" tanyanya lagi masih fokus mendengarkan Justin.
Justin mengangkat kepalanya ke arah Emeli, ia menatap dalam wanita itu. Emeli masih diam menunggu ucapan Justin selanjutnya. "Saranghaeyo,,," ucap Justin sembari membuat love menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya. Tanpa rasa bersalah ia menerbitkan senyum terindahnya.
Emeli hanya bisa diam terpaku dengan mulut yang terbuka sebab tak percaya dengan kata yang keluar dari mulut Justin. "A-apa ma-maksudmu?!" tanyanya dengan ekspresi bingungnya. "Apa hal penting yang kau maksud adalah Saranghaeyo?" tanya Emeli yang langsung di angguki Justin dengan cepat.
"Jadi kau menipuku! beraninya kau,,," teriak Emeli lalu segera menyerang Justin dengan cara memukul dan menjambaknya. Justin hanya bisa tertawa terbahak-bahak sembari berusaha melindungi dirinya dari serangan Emeli.
"Hhhhhh, ampun sayang, Hhhh," saat ini keduanya menjadi pusat perhatian para pengunjung. Bahkan tanpa mereka sadari, kegiatan mereka itu sudah di abadikan oleh beberapa pengunjung yang ikut bahagia melihat kemesraan keduanya.
"Aku membencimu, hiks," ucap Emeli sembari menghapus air mata bodohnya.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, aku hanya becanda," ucap Justin dengan bibir yang masih setia tertawa kecil.
"Becandamu tidak lucu bodoh!" ucap Emeli dengan wajah menyedihkannya.
"Baiklah sayang, sebagai tanda permintaan maafku, bagaimana jika kita memakan es krim dan bakso favorit kita?" Emeli langsung menghapus air matanya lalu menatap Justin dengan tatapan seriusnya.
Karena sudah lama Emeli tidak memakan bakso langganannya, akhirnya ia pun menerima tawaran Justin. Di sana ia menikmati semangkuk Bakso dan es krim yang di pesan Justin. Mereka pun menikmati momen kebersamaannya yang sudah lama tidak terjadi lagi.
"Aku bersumpah akan menghancurkan hubungan kalian! akan aku pastikan Justin akan menikahiku dan mencampakkanmu wanita murahan!" ucap Clara yang tak sadar jika ia hanya mengatai dirinya sendiri.
"Akh,,," teriaknya sembari membuang semua yang berada di atas meja riasnya.
__ADS_1
Erika yang mendengar teriakan dan suara keributan dari kamar Clara segera pergi ke kamar anaknya itu dengan perasaan panik. "Tok-tok-tok, Sayang, bukan Nak, ada apa?" tanya Erika dengan nada paniknya membuat Clara membuang nafasnya kasar lalu menampilkan senyum palsunya.
"Cklek," ketika pintu terbuka, Erika langsung melihat ekspresi ceria Clara. Erika mengerutkan dahinya heran sebab mendapatkan Clara dalam keadaan baik-baik saja, padahal sebelumnya ia mendengar keributan di sana. "Sayang, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Erika sembari mengecek setiap inci tubuh Clara.
"Tenanglah Ma, Clara baik-baik saja," ucapnya sembari berusaha memberikan senyuman terbaiknya.
"Kalau kamu baik-baik saja, lalu kenapa Mama tadi mendengar suara keributan dari dalam kamarmu?" tanya Erika lagi membuat Clara berusaha memutar otaknya untuk mencari jawaban yang tepat.
"Owh yang itu, tadi Clara mau mengambil bedak di meja rias lalu tak sengaja melihat cicak di sana Ma. Clara takut dan geli, sebab itu Clara berteriak dan menghancurkan semuanya," jelas Clara sembari memperlihatkan lantai kamarnya yang sudah terdapat banyak alat makeup dan pecahan gelas.
"Huh, Mama kira apa Nak," ucap Erika membuang nafas leganya.
__ADS_1