CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Hujan Bunga Sakura


__ADS_3

Hari ini di Jepang, terlihat Emeli dan Justin tengah menikmati hujan bunga sakura. Di sepanjang jalan mengelilingi taman, tak henti-hentinya angin meniup bunga-bunga indah itu. Walaupun angin berhembus sedikit kencang, tak membuat Emeli dan Justin berkeinginan untuk kembali ke hotelnya. "Sayang, sepertinya bagus deh jika kita menggunakan busana seperti itu," ucap Emeli sembari menunjuk beberapa wanita dan pria yang saat ini tengah mengenakan pakaian adat Jepang.


Justin mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk Emeli. "Tidak, tidak, tidak," tolak Justin dengan cepat sembari menggelengkan kepalanya.


"Ya, kenapa?" tanyanya mulai menampilkan wajah sendunya.


"Lihatlah pakaian prianya sayang, sepertinya aku sangat tidak cocok mengenakannya. Jika kau ingin mengenakan pakai itu, aku tidak masalah sayang," ucap Justin membuat Emeli menyebirkan bibirnya.


Tampilkan ekspresi sesedih mungkin Emeli, jangan lewatkan kesempatan ini. Kau harus bisa membuat pria ini mengenakan seragam yang sama sepertimu, Batin Emeli dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Huh," Justin yang melihat ekspresi Emeli terlihat tak tega. Mau tak mau, suka tak suka, Justin pun menuruti keinginan Emeli. "Baiklah sayang, mari kita mengenakan busana itu," ucap Justin membuat Emeli berdecak senang. Saking senangnya, Emeli pun melompat ke tubuh Justin dan memeluk lehernya.


"Kau ini pecicilan sekali," kesal Justin dengan tangan yang sudah memeluk tubuh Emeli dengan erat agar tidak terjatuh.


"Maafkan aku sayang, aku sangat bahagia," ucapnya sembari mengecup buah cery Justin dengan singkat.


"Cuma segitu saja?" tanya Justin yang membuat Emeli mengernyit heran menatapnya.


Justin yang gemas langsung meraup manisnya buah cery milik Emeli tanpa meminta persetujuan wanita itu terlebih dahulu. "Begitu cara berterima kasih yang benar sayang," ucap Justin tersenyum senang menyaksikan wajah Emeli yang perlahan mulai memerah sebab menahan malu.

__ADS_1


"Ih kamu tu ya!" kesalnya sembari memukul dada Justin dengan pelan membuat pria itu tertawa puas.


"Ckrek," lampu kamera membuat Justin dan Emeli menolehkan wajahnya secara bersamaan pada orang yang telah memotret mereka tanpa izin.


Karena malu, Emeli pun segera turun dari gendongan Justin dengan ekspresi yang sangat malu dan canggung. "Maaf Tuan, Nona, aku sangat suka mengambil gambar, maukah kalian menjadi model-ku hari ini? aku tidak akan meminta bayaran pada kalian, sebab ini kemauanku sendiri," ucap seorang fotografer dalam bahas Inggris membuat Justin dan Emeli saling pandang.


Seakan sama-sama tak ingin kehilangan kesempatan, Justin dan Emeli pun sama-sama mengangguk pelan lalu tersenyum ke arah sang fotografer. "Baiklah," ucap mereka secara bersamaan membuat fotografer tersenyum senang melihat kekompakan dan keromantisan dua sejoli yang berada di depannya itu.


"Saya sangat senang Tuan dan Nona berkenan menjadi foto model saya," ucap fotografer yang di balas dengan senyum simpul Emeli dan Justin.

__ADS_1


Sebelum melakukan sesi foto, kedua sejoli itupun mengenakan busana adat Jepang sesuai dengan yang diinginkan Emeli. Emeli tersenyum senang melihat busana Jepang yang sudah bertengger cantik di tubuhnya. beda halnya dengan Emeli, Justin justru merasa risi dan tak suka dengan busana yang di kenakan-nya saat ini. Ia merasa menjadi pria yang tak keren padahal pada kenyataannya ia terlihat sangat tampan mengenakan busana adat Jepang itu.


__ADS_2