CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Posesif


__ADS_3

"Tuan," panggil Sterla yang berhasil membuyarkan lamunan Leo. Saat ini keduanya menjadi pusat perhatian Emeli, Justin dan Leo.


"Apa kau baik-baik saja Leo?" tanya Emeli dengan lembut nan penuh perhatian.


"Jangan khawatir sayang, dia baik-baik saja," ucap Justin membuat Leo kesal. "Kenapa kau menatapku begitu? apakah perkataan ku salah?" tanya Justin dengan senyum penuh kemenangan.


Apa kau kira kau bisa mengalahkanku? Hhhh, tak akan bisa. Batin Justin tertawa dalam hati sebab berhasil membuat hati Leo menjadi panas.


"Aku baik-baik saja Mentari," ucap Leo berusaha menampilkan sisi terbaiknya di hadapan Emeli.


Aku tak akan melakukan hal yang sama dengan mu pria bodoh! Batin Leo seakan mengatakan hal itu pada Justin melalui sorot matanya.


"Baguslah jika kau baik," ucap Emeli dengan senyum simpulnya.


"Silahkan Nona, Tuan," ucap Pelayan wanita sembari meletakan teh manis di dingin di hadapan Emeli dan Justin.

__ADS_1


"Terimakasih Mbak," ucap Emeli yang langsung di angguki Pelayan wanita itu.


"Sama-sama Nona," ucapnya lalu pergi meninggalkan meja Emeli.


Karena tenggorokannya sudah terlampau kering, Emeli pun segera menyeruput teh manis dinginnya hingga setengah gelas.


"Ah,,," nafas lega nan bahagia Emeli terlihat indah di mata Leo dan Justin.


"Haus banget ya Mentari?" tanya Leo dengan senyum manisnya.


"Tidak usah sok perhatian pada istri ku!" ucap Justin yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Emeli.


Sial, awas kau ya! batin Justin kesal dengan Leo yang terlihat mengejeknya melalui sorot mata dan senyum tipisnya.


Di Indonesia, terlihat Riya tengah berbicara santai bersama Bowo di ruang tv. Riya terlihat serius menatap suaminya itu, "Pa, tadi papa dengar sendiri kan dari besan kita jika Justin sudah mengetahui keberadaan anak kita dan menyusul nya." ucap Riya pada Bowo yang masih menampil kan wajah tenangnya. "Apakah Papa akan menerima Justin kembali menjadi menantu kita?" tanya Riya masih serius menatap Bowo.

__ADS_1


Bowo mengalihkan pandangannya ke arah Riya. Dengan lembut tangan tua itu mengelus bahu Riya. "Tentu saja Papa akan memaafkannya Ma, Papa berharap rumah tangga anak kita akan segera membaik. Apalagi jika di fikiran hubungan anak dan menantu kita sudah berjalan cukup lama. Papa merasa sayang melepaskan Justin, sebab dia pria baik yang selalu ada untuk anak kita. Cuma satulah kekurangannya, dia tidak bisa mengendalikan egonya dan satu, dia seakan tidak mempunyai prinsip. Menantu kita ini termasuk tipe orang yang mudah dipengaruhi Ma. cuma itu saja sih kekurangan yang Papa lihat darinya, kalau dari segi yang lainnya, menurut Papa dia sudah sangat sempurna," ucap Bowo yang di angguki Riya.


"Berarti Papa masih maukan Justin menjadi menantu kita?" tanya Riya memastikan ucapan suaminya itu.


"Tentu, Kenapa tidak?" ucapnya dengan senyum yang melegakan hati Riya.


"Mama senang sekali Papa mendukung perjuangan Justin untuk mendapatkan hati anak kita kembali," ucap Riya sembari memeluk Bowo dengan erat.


"Ma, Papa sudah tua dan susah bernafas," ucap Bowo membuat Riya melepaskan pelukannya sembari tertawa.


"Maaf Pa, Mama terlalu bahagia," ucap Riya masih dengan raut wajah bahagianya.


"Tring," terdengar suara panggilan masuk dari handphone milik Bowo.


"Siapa Pa?" tanya Riya sembari mencoba melihat layar handphone suaminya.

__ADS_1


"Hendra Ma," ucap Bowo sembari mengangkat panggilan teleponnya. "Halo, ada apa Hendra," ucap Bowo langsung pada intinya. "Apa! Ela masuk rumah sakit?" tanyanya dengan nada terkejut nan paniknya.


"Astaghfirullah," ucap Riya sembari menutup mulutnya dengan cepat.


__ADS_2