
Stevia hanya mengangguk sembari terus memperhatikan pergerakan Riko yang terlihat bersemangat menciumi seluruh wajahnya. Gadis polos itu merasakan sesuatu yang aneh di tubuhnya. Rasa yang di berikan Riko sangat begitu asing baginya namun terasa nikmat baginya. "Kencang sekali debaran jantungmu sayang, sangking kencangnya aku sampai bisa merasakannya," ucap Riko sembari menempelkan wajahnya di dada Stevia tanpa penghalang.
Imutnya,,, Batin Riko tersenyum bahagia menyaksikan wajah malu-malu Stevia.
"Maaf sayang,,," ucap Stevie dengan sangat polosnya. Ia tak bersalah namun meminta maaf.
__ADS_1
"Tidak apa sayang, hal seperti ini sangat biasa, apalagi bagi pengantin baru yang hendak melakukan Ibadah halal pertamanya," ucap Riko lalu kembali mencium Vera tanpa puasnya. Karena hasrat sudah menguasai hati dan fikiran nya, Riko pun meminta izin pada Stevia untuk memulai malam romantisnya. Stevia hanya mengangguk sebagai tanda setuju. Karena sudah mendapatkan lampu hijau, Riko pun segera mengambil mutiara berharga milik Stevia. Gadis itu meringis bahkan menangis merasakan sakit di kehormatannya. Riko mencoba menenangkan Stevia dengan cara memberikan kecupan-kecupan hangat di wajahnya.
Setelah merasa Stevia mulai membaik, Riko pun segera kembali melancarkan aksinya. Rasa sakit yang di rasakan Stevia pun perlahan berubah menjadi sesuatu yang sangat nikmat dan manis. Begitu pintarnya Riko memilih kamar yang kedap akan suara sehingga ia tak takut jika seseorang mendengar suara yang di timbulkan dari kegiatan halalnya.
Beberapa Minggu telah berlalu. Kini Emeli dan Justin menjalankan kehidupan rumah tangganya secara harmonis. Walaupun beberapa hari terakhir ini Emeli selalu bersikap aneh, namun Justin tak mempermasalahkan hal itu dan tetap memperlakukan Emeli dengan baik. Bahkan saat ini Justin menuruti keinginan Emeli untuk tidak pergi ke kantornya.
__ADS_1
"Ini makan," ucap Justin sembari meletakan sepiring jeruk nipis yang sudah di bumbui dengan gula, garam, dan boncabe. Emeli terlihat menelan Salivanya melihat rujak yang diinginkannya. "Kenapa diam? makanlah sayang, bukankah kau menginginkannya?" tanya Justin namun hanya di tanggapi dengan tatapan penuh arti dari Emeli.
"Kenapa sayang? apa kau mengurungkan niatmu memakan ini?" tanya Justin yang langsung mendapatkan anggukan kecil dari Emeli. "Baguslah sayang, lagian tidak bagus makan jeruk nipis di pagi hari, apalagi kau belum mengisi perutmu, nanti kau bisa sakit sayang," ucap Justin dengan sangat perhatiannya. Ia sangat senang melihat Emeli tak jadi memakan makanan yang bisa membuat perut seseorang sakit itu.
Karena Emeli tak jadi memakan Jeruk nipis itu, Justin pun segera membawa jeruk nipis itu pergi. "Ada apa sayang?" tanya Justin ketika Emeli menghentikannya dengan cara menarik-narik bajunya.
__ADS_1
"Jangan di bawah sayang,,," ucapnya dengan sangat manjanya membuat Justin mengernyit heran. Bukankah Emeli tak ingin memakannya, lantas kenapa ia tak boleh membawanya? itulah yang sekiranya yang berada di dalam fikirannya.
"Kenapa? bukankah sayang tak mau memakannya?" tanya Justin yang lagi-lagi mendapatkan anggukan kecil dari Emeli. "Terus?!" tanya Justin sembari mengernyit kan alisnya bingung dengan sikap aneh Emeli.