CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Mengalah


__ADS_3

"Kenakanlah sabuk pengamanmu sayang, nanti kamu bisa jatuh ke lubang cintaku padamu," ucap Justin sembari terkekeh geli ketika Emeli mencoba mencubit perutnya.


"Sayang aku lagi menyetir!" ucap Justin mencoba memberi peringatan.


"Biarkan saja!" ketusnya dengan tangan yang sudah terlipat di dada.


"Beneran? emang sayangku ini sudah siap menjadi bidadari di neraka?" tanya Justin dengan ekspresi tak menyangkanya.


"Kamu tuh ya,,, bidadari itu adanya di surga bukan di neraka!" ketusnya dengan gigi yang di tekan.


Ya Allah gemasnya istriku, Batin Justin terlihat sangat senang sebab berhasil mengembalikan sedikit sikap Emeli yang dulu.


"Hhhhhh, maaf sayang, aku hanya becanda. Lagian kau tidak perlu menjadi bidadari di neraka sebab kau sudah ku pinang terlebih dahulu menjadi bidadariku, Hhhh," tawa Justin terlihat begitu puas membuat Emeli tak mampu lagi menahan tawanya sendari tadi.

__ADS_1


"Hhhhhh," tawa kuat keduanya memenuhi seisi mobil.


"Sakit banget perutku," aduh Emeli sembari memegang perutnya yang sakit sebab banyak tertawa.


"Kenapa sayang? apakah anak kita nakal di dalam sana?" tanya Justin tak bosan-bosannya menggoda Emeli.


"Udah ih,,, kamu tu ya!" kesal Emeli sembari menutup mulutnya yang ingin tertawa lepas


"Hhhhhh, semenjak tinggal di California kau semakin sensitif dan manja ya sayang," ucap Justin namun tak di tanggapi Emeli. "Tapi tak apa, aku sangat menyukainya," ucap nya lagi namun masih tak di respon oleh Emeli.


Ma, aku akan memenuhi keinginanmu, Batin Justin terus menjalankan mobilnya dengan raut wajah bahagia.


Setelah selesai memesan makanan, kini Emeli dan Justin pun memilih kembali tanpa berniat singgah ke suatu tempat lagi. Di sepanjang perjalanan keduanya tampak diam tak seperti di awal pergi. Beberapa menit membelah jalan, mobil yang di kendarai Justin pun tiba di parkiran rumah sakit. Emeli segera turun sembari membawa beberapa kantung plastik yang berisi makanan yang berbeda.

__ADS_1


"Pa, ayo makan dulu," ucap Emeli sembari memberikan sepiring nasi pandang pada Hendra.


"Terimakasih kasih, Nak," ucap Hendra yang di balas dengan senyuman Emeli.


Tak hanya membaginya pada Hendra, Emeli pun juga membagikan makanan itu pada semua orang yang berada di sana. Mereka terlihat menikmati makanannya dengan tenang.


"Sayang, kau mau?" tanya Justin ketika Emeli melirik makanan nya sendari tadi sebab lauk mereka berbeda.


Tanpa menjawab Emeli segera menukarkan makanan miliknya dengan Justin. Justin terlihat tersenyum senang melihat Emeli yang mencicipi makanan miliknya. Justin menaikan satu alisnya melihat Emeli yang tak henti-hentinya memasukkan makanan miliknya ke dalam mulutnya.


"Sayang, bagaimana dengan makananmu ini?" tanya Justin sembari menunjukkan makanan Emeli.


Emeli melirik makanan di tangan Justin lalu berkata, "Sekarang itu milikmu dan ini milikku," ucap Emeli tanpa merasa berdosa sedikit pun. Justin hanya bisa membuang nafasnya menahan sabar dengan sikap Emeli.

__ADS_1


"Baiklah sayang, jika kau suka dengan makanan milikku, maka habiskanlah," ucap Justin dengan nada yang terdengar tak rela di telinga Emeli. "Kenapa di tukar lagi?" tanya Justin ketika melihat Emeli mengembangkan makanan milik nya.


"Bukankah kau tak suka aku memakan makanan milikmu itu!" ucapnya dengan nada ketus yang berhasil membuat Justin menegang di tempatnya.


__ADS_2