
Beberapa jam telah berlalu, kini mobil-mobil mewah itu mulai memasuki kawasan Kebun Raya yang di kelilingi pegunungan. Semua orang tak henti-hentinya menatap kagum taman wisata yang sudah di sewa itu. Tak menyesal mereka memilih tempat sejuk nan indah itu. Selain luas, taman itu juga asri. Dan yang lebih membuat para pria senang ialah danau yang berada di sana terdapat banyak ikan yang bisa di pancing.
Setelah tiba, semua orang sibuk turun dari mobil lalu membereskan barang-barangnya. Satu persatu dan mereka mulai membawa barang miliknya masuk ke penginapan yang sudah di sediakan. Mereka sudah berencana untuk tinggal beberapa hari di sana.
"25 menit lagi kita bertemu di ruang makan ya," ucap Ela pada semuanya lalu melanjutkan langkahnya bersama Hendra menuju kamarnya.
Di kamarnya saat ini, terlihat Emeli sibuk membereskan barang-barang bawaannya. Tak ingin istrinya kelelahan, Justin pun membantu Emeli merapikan barang-barang dan menyusunnya ke dalam lemari yang sudah ada di kamarnya.
"Sayang, siap ini kita jalan-jalan sebentar ya, aku ingin melihat pemandangan di sini," ucap Emeli berharap Justin mau menyetujuinya dan ikut bersamanya.
"Apakah kau tidak lelah setelah perjalanan jauh kita?" tanya Justin dengan tatapan seriusnya. Bukannya menjawab, Emeli justru hanya menggeleng pelan. "Baiklah sayang, tapi sebentar saja ya," ucapnya yang di setujui Emeli.
Setelah pekerjaan ringannya selesai, Emeli dan Justin pun segera keluar dari kamar menuju halaman depan. Semenjak hamil, Justin selalu menjaga Emeli dengan sangat baik. Jus tomatnya Emeli itu dengan siaga berjaga di samping Emeli. Bahkan di saat berjalan pelan pun Justin enggan melepaskan genggaman tangannya pada Emeli.
__ADS_1
"Sayang," panggil Emeli sembari mendongakkan wajahnya menatap Justin.
"Hm," sahut Justin sembari menikmati suasana sejuk di sana.
"Bisa tidak kamu jangan menggenggam tanganku terus?" ucap Emeli dengan penuh harap agar ia bisa menikmati pemandangan dengan bebas.
"Tidak bisa," ucapnya dengan cepat membuat Emeli terkejut dan hampir terjatuh. Justin yang selalu siap siaga mendapatkan Emeli di pelukannya. "Inilah kenapa aku tidak mau melepaskan genggamanku," ucap Justin membuat Emeli tak dapat berkata-kata. Ia sekarang kalah telak jika sudah beraduh argumen dengan sahabat sekaligus suaminya itu.
"Cekrik," satu jepretan berhasil di tangkap kamera milik Ela. Wanita paruh baya itu tersenyum senang menyaksikan keharmonisan rumah tangga anak dan menantunya itu.
"Maaf ya Mama mengganggu kalian," ucap Ela dengan senyum lembutnya.
"Tidak menggangu Mama, Justru kami senang Mama berada di sini, iyakan sayang?" ucap Emeli dengan raut wajah bahagianya.
__ADS_1
"Benar Ma, kami senang Mama berada di sini bersama kami," ucap Justin sembari menghampiri Ela lalu mengecup puncak kepalanya.
"Hay Tante, Hay kak Emeli, Hay kak Justin," sapa Stevia yang baru tiba bersama Riko.
"Hay sayang," sapa Ela kembali dengan senyum hangatnya.
"Hay Stevia, kalian habis daripada?" tanya Emeli sembari memperhatikan rambu Stevia yang terdapat beberapa bunga.
"Kami dari taman belakang kak, di sana banyak sekali bunga," ucap Stevia membuat Emeli tersenyum antusias.
"Ayo kita kesana sayang, sepertinya sangat indah," ucap Emeli yang di tatap datar oleh Justin. "Kenapa?" tanya Emeli heran dengan ekspresi datar Justin.
"Nanti saja kita ke taman belakang, sekarang waktunya makan," ucap Justin sembari melirik layar handphone.
__ADS_1
"Huh!" Emeli langsung melemah di tempatnya. Harapannya untuk melihat bunga-bunga indah hilang sudah.