CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Merindukan Abel


__ADS_3

Setelah puas bercermin, Clara pun segera masuk ke dalam bathtub dan merendam tubuhnya menggunakan air hangat. Di saat tengah menikmati sensasi berendam-nya, tiba-tiba saja Nardo mengetuk pintu kamar mandi dengan keras.


"Kenapa?" teriak Clara dengan tubuh yang sudah tak menyandar di kepala bathtub lagi.


"Cepatlah, kita akan pulang ke kediaman orang tuamu, anakmu menangis," ucap Nardo lalu pergi dari pintu kamar mandi itu.


"Iya sebentar lagi,,," jawaban dengan sedikit kesal.


Hu, baru saja aku ingin merilekskan tubuhku yang sakit ini. Ah sudahlah, aku harus cepat, pasti Abel sudah merindukanku, Batinnya tersenyum sembari memikirkan wajah lucu bayinya.


Beberapa menit berlalu, kini Clara sudah mengenakan pakaiannya dengan lengkap. "Ayo," ajak Nardo sembari mengambil kunci mobilnya di atas meja. Clara hanya menurut tanpa berniat menjawab ucapan Nardo. Kini keduanya pun menaiki mobil menuju kediaman Nino.


Setibanya di kediaman Nino, Nardo dan Clara pun turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah mewah itu. "oekk,,,oekk,,,oekk," tangisan cempreng Abel mengisi rumah mewah itu. Nino maupun Erika terus berusaha menenangkan cucu nya itu dengan berbagai cara.

__ADS_1


"Ma, Abel kenapa Ma?" tanya Clara membuat Erika dan Nino tersenyum lega sebab Clara sudah tiba.


"Sepertinya Abel merindukanmu sayang, dia tak mau meminum susunya sendari tadi," ucap Erika sembari terus menimang Abel yang masih menangis.


"Sini Ma biar Clara yang tenangkan, mungkin Abel ingin asih," ucap Clara yang di angguki Erika.


Erika segera menyerahkan Abel pada Clara untuk di susui. Setibanya di gendongan Clara, Abel berhenti menangis seakan rasa rindunya sudah terobati. "Cup, cup, cup, sayang,,, rindu banget ya sama Mommy? iya, Nak? rindu Mommy ya?" tanya Clara dengan wajah yang tersenyum pada Abel. "Hm,,, Mommy juga rindu sama Abel, much," ucapnya lagi sembari memberikan satu kecupan di pipi gembul Abel.


Ternyata dia mempunyai sisi manis juga, Batin Nardo yang sendari tadi memperhatikan Clara yang sibuk berceloteh pada Abel anaknya.


"Emang sayang inginnya kita pergi kemana ?" bukannya menjawab Justin justru melontarkan pertanyaan yang sama.


"Aku tanya kamu, kamu bertanya sama aku, aneh tau!" ucap Emeli membuat Justin cekikikan.

__ADS_1


"Aku juga nggak tau sayang mau pergi kemana lagi," ucap Justin membuat Emeli mendaratkan cubitan kecil di pinggang Justin.


"Aduh, aduh, sakit sayang,,," ucap Justin sembari mengelakkan tubuh nya dari cubitan Emeli. Untung saja mereka menggunakan supir, jika tidak, habislah mereka akan kecelakaan.


"Rasain tu!" ucapnya dengan wajah yang sangat menggemaskan.


"Galak banget sih," goda Justin sembari mencolek dagu Emeli.


"Wek,,," ejek Emeli saking gemasnya pada Justin.


"Sayang," panggil Justin namun tak di sahutin Emeli. "Dengar-dengar di sini juga ada Wonderland-loh, tadinya aku ingin mengajakmu untuk pergi ke sana, tapi karena kau terlihat lelah aku akan mengurungkannya," ucap Justin yang berhasil memancing Emeli.


Emeli menolehkan wajah Cerianya melihat Justin. Dengan hebohnya ia menggenggam tangan Justin dengan erat. "Siapa bilang aku lelah, aku masih sangat bugar dan bersemangat, jadi,,, ayo kita kesana sayang,,," ucap Emeli dengan nada yang sangat manja.

__ADS_1


"Cium dulu,,," ucap Justin sembari mengetuk-ngetuk bibir nya dengan jari telunjuk.


__ADS_2