CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Pernikahan Clara


__ADS_3

Tak ingin membuang waktu, Justin pun masuk ke kamar mandi yang lain. Karena kamar yang mereka tempati adalah kamar President Suite, maka tak heran jika di dalamnya sangat mewah dan lengkap, termasuk memiliki beberapa kamar mandi di dalamnya.


Beberapa menit berlalu, kini Justin maupun Emeli sudah berada di dalam lift. Sendari tadi Emeli terlihat menggesekkan kedua paha atasnya sebab merasa risi di aset berharganya. Justin yang memperhatikan ketidaknyamanan istrinya itu langsung berkata, "Apakah masih sakit sayang? apa kita makan di kamar saja?" tanya Justin dengan penuh perhatian dan rasa khawatir.


"Tidak sayang, kita makan di luar saja," tolak Emeli yang langsung di setujui Justin.


Enak saja kembali ke kamar, nanti kalau terjadi perang dunia lagi gimana? aku sudah tau arah fikiran pria mesum ini! Batin Emeli sembari melirik tak bersahabat pada Justin suaminya.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Seperti rencana kedua belah pihak, Leonardo akan menikahi Clara setelah wanita itu melahirkan bayinya. Dan hari inilah keduanya melangsungkan pesta pernikahan. Acara pernikahan mewah ini berlangsung di hotel bintang lima. Setelah Nardo selesai mengucapkan ijab kabulnya, kini ia resmi menjadi suami dari seorang Clara.


Beberapa menit Nardo menunggu, kini terlihatlah wanita cantik yang sudah mengenakan gaun pengantin tengah menuruni tangga menuju dirinya. Erika selaku Ibu kandung Clara menuntun wanita beranak satu itu untuk duduk di samping Nardo. Tidak ada binar bahagia yang di tunjukkan Clara, ia tetap bersikap datar dan acuh atas semua godaan dari beberapa orang yang berada di sana.


Setelah berada di samping Nardo, penghulu pun mengarahkan Clara untuk mencium tangan suaminya, begitupun dengan Nardo yang harus mencium kening Clara.


"Tersenyumlah!" bisik Nardo sangat datar namun dapat membuat jantung Clara merasakan sesuatu yang berbeda. Clara bisa merasakan ketidaksukaan Leo terhadap pernikahan ini. Mendengar ucapan dengan nada penuh ancaman itu membuat Clara mengeraskan rahangnya.


Setelah selesai bersalaman dan bertukar cincin, kini Nardo maupun Clara naik ke atas pelaminan yang sudah di hias sedemikian rupa. Keduanya terlihat menampilkan senyum kepura-puraan-nya. Karena tak ingin semua orang bergosip buruk tentangnya, Nardo maupun Clara memutarbalikkan sikap buruk nan manipulatif-nya. Keduanya terlihat sangat serasi dan kompak, walaupun kedua hati mereka saling bertolak, namun terdapat sedikit kemiripan sikap di antara keduanya.

__ADS_1


Setelah keduanya selesai menyalami para tamu, kini mereka pun kembali duduk di kursi pelaminan. Keduanya sama-sama menyisakan sedikit celah di antara duduknya.


"Biasanya jika seseorang merasakan dirinya jelek, maka dia akan tersenyum bukan merenggut,"


Mendengar sindiran itu membuat hati Clara teras panas. "Apa katamu? aku jelek?" tanya Clara dengan nada tak bersahabat-nya.


Melihat wajah kesal Clara membuat Nardo semakin ingin menggangu Clara. Tanpa rasa bersalah Nardo menganggukkan kepalanya dengan pelan sembari memperlihatkan senyum menjengkelkannya.


Beraninya dia,,, Batin Clara benar-benar sangat kesal saat ini.

__ADS_1


"Asal kau tau ya, kecantikan Putri Peritovia saja kalah dengan kecantikan-ku!" ucap Clara dengan sangat percaya dirinya membuat pria yang baru beberapa waktu menjadi suaminya itu tertawa meremehkan.


Menyebalkan sekali pria sok tampan ini! Batin Clara menatap sedikit nyaman pada Nardo suaminya.


__ADS_2