
"Ada apa?" tanyanya sembari menatap Riko dengan wajah bantalnya.
"Maaf Tuan, saya mendapat kabar jika Nona Emeli tengah berada di lestoran yang berada di hotel ini," ucap Riko yang langsung membuat Justin menampilkan wajah antusiasnya.
"Aku harus segera menemuinya," ucap Justin segera bangkit dari duduknya.
"Maaf Tuan, saat ini Nona Emeli sedang bersama Tuan Leo," jelas Riko yang membuat mata Justin membulat seketika.
"Apa!" ucapnya dengan nada tinggi. "Sejak kapan pria itu berada di sini bersama istriku!" tanya Justin dengan nada yang sangat tak bersahabat. Tubuhnya saat ini setengah membungkuk dengan tangan yang menekan meja kaca di depannya.
"Sejak Nona Emeli menetap di sini Tuan, mereka bertemu secara kebetulan," ucap Riko membuat Justin langsung mengebrak meja sembab merasakan kecemburuan yang amat sangat pada istrinya. Ia tak terima jika Leo mendekati istri nya walaupun hanya sebatas teman.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku Riko!" Bentak Justin sembari menendang sopa dengan sangat kuat. Riko hanya bisa diam menghadapi kemarahan Justin.
__ADS_1
"Saya sudah memberitahu anda Tuan, namun anda memotong penjelasan saya ketika di telepon," ucap Riko membela diri nya dari tuduhan Justin.
"Huh," Justin menghela nafas frustasi sembari mengusap wajahnya dengan kasar.
"Jadi, apa yang akan anda lakukan Tuan?" tanya Riko yang kini sudah ikut berdiri seperti Justin.
"Aku akan menghajar bed*bah itu sekarang juga!" ucap Justin yang langsung di hentikan Riko.
"Jika boleh memberi saran, sebaiknya anda tidak melakukan hal itu Tuan. Selain merugikan anda, Nona Emeli akan semakin membenci anda. Bahkan itu bisa membuat anda berpisah dari Nona Emeli selamanya," ucap Riko dengan penekanan di ujung kalimat.
"Sebaiknya untuk saat ini kita awasi saja mereka Tuan, jika nanti terdapat waktu yang tepat, maka bertindaklah dan ambil kembali hati Nona Emeli," ucap Riko bijaknya.
"Baiklah Rik," ucapnya dengan wajah yang terlihat putus asa.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Justin segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Riko kembali ke kamarnya.
Di lantai dasar, tempatnya di mana lestoran berada, kini terlihat Emeli dan Leo tengah asik tertawa sembari menunggu pesanannya tiba. Dari meja yang tak jauh dari mereka, terlihat Justin menajamkan matanya sembari mengepalkan kedua tangannya di atas meja. Hati Justin benar-benar sangat panas saat ini melihat kedekatan Leo dan Emeli yang sudah terlihat seperti sepasang kekasih.
"Jadi Mentari kamu suka menonton film Barbie?" tanya Leo dengan senyum tak percayanya.
"Kenapa? terdengar lucu ya? Hhhh, aku memang sangat menyukai film itu," ucapnya sembari terkekeh pelan membuat Leo ikut terkekeh.
Dulu kau hanya menampilkan tawa bahagia itu pada ku Ceria, tapi sekarang,,, kau menunjukkannya kepada pria lain, batin Justin merasakan sakit di hatinya.
"Silahkan, Tuan, Nona," ucap pelayan wanita sembari meletakan beberapa pesanan Emeli dan Leo.
"Terimakasih," ucap Emeli dan Leo secara bersamaan.
__ADS_1
Karena sudah lapar, mereka pun memilih menghentikan pembicaraannya terlebih dahulu. Emeli dan Leo terlihat sangat menikmati makanannya dengan tenang. Sama halnya dengan Emeli dan Leo, Justin pun saat ini tengah menikmati makanan bersama Riko. Kedua pria itu terlihat menikmati makanannya tanpa takut Emeli melihatnya sebab meja mereka sedikit jauh dan tertutup beberapa hiasan yang berada di lestoran itu.