
"Biarkan dia masuk Pa," ucap Emeli membuat Justin menerbitkan senyumnya. Bowo hanya bisa menghela nafas marahnya lalu segera pergi meninggalkan anak dan menantunya di ruang depan. "Ayo ke kamar ku," ajak Emeli yang langsung di ikuti Justin.
Di sepanjang jalan menuju kamar, keduanya hanya diam. Hanya suara langkah kaki lah yang terdengar di sana. Sesampainya di kamar, Emeli langsung mengobati luka di wajah Justin yang di sebabkan pukulan dari Papa-nya. "Ceria, Maafkan aku," ucap Justin membuat Emeli menghentikan kegiatan mengobatinya.
"Maaf untuk apa?" tanyanya dengan nada yang datar.
"Maaf untuk semuanya. Ceria, aku mohon padamu, jangan tinggalkan aku. Izinkanlah aku menikah dengan Clara," ucap Justin yang langsung mendapatkan dorongan dari Emeli. Emeli segera menjauhkan tubuhnya dari Justin.
"Aku tidak mau, sampai kapan pun aku tidak rela berbagi suami pada wanita mana pun termasuk pjtah itu!" tolak Emeli dengan nada lantangnya.
__ADS_1
"Pjtah?" tanya Justin sembari mengernyit heran.
"Kenapa? kau mau tau apa itu pjtah?" tanya Emeli dengan nada datarnya namun sedikit tinggi. "Baiklah, karena aku sedang berbaik hati saat ini, maka aku akan memberi tau mu kepanjangan dari Pjtah. Pjtah singkatan dari PEREMPUAN JELEK TAK ADA HARGA!" ucap Emeli yang seketika mendapat tamparan dari Justin.
Emeli terdiam di tempatnya dengan wajah yang sudah menghadap ke arah kanannya. Justin yang melihat itu mengutuki perbuatannya yang refleks itu. "Ma-maafkan aku Ceria, aku khilaf," ucap justin sembari hendak menyentuh bahu Emeli namun gadis itu menepisnya dengan kasar.
"Pergi!" usir Emeli sembari mengangkat tangannya menuju ke arah pintu keluar.
"Pergi,,," teriaknya membuat Bowo dan Riya langsung datang ke kamarnya.
__ADS_1
Bowo segera menjauhkan Justin dari Emeli, dengan kasar pria paru baya itu menyeret Justin agar keluar dari kamar Emeli. "Tidak Emeli," teriaknya ketika melihat Emeli menutup pintu kamarnya dengan kasar.
"Ayo, apa kau tidak mendengar jika anak ku sudah tak mau melihatmu!" ucap Bowo dengan sangat tegas. Ketika sudah tiba di depan pintu, Bowo segera mendorong justin dengan kasar.
"Jangan injakan kaki mu di rumah ini lagi kecuali anak ku yang memintanya!" ucapnya sangat tegas lalu segera menutup pintu rumahnya dengan sangat kasar.
"Pa buka Pa," teriak Justin sembari mengetuk pintu dengan sangat kuat. Walaupun begitu, Hendra tak memperdulikannya. Karena tak mendapat sahutan, akhirnya dengan berat hati Justin memilih pergi dari kediaman mertuanya itu. Hatinya terlihat sangat hampa dan bimbang.
"Tring," Justin langsung mengeluarkan handphone miliknya dari dalam saku celananya. Ia melihat nama sang penelepon yang tak lain ialah Clara sang penghancur rumah tangganya dan Emeli.
__ADS_1
Karena hatinya sedang tidak baik-baik saja dan moodnya juga sedang tidak baik, Justin pun memilih mengacuhkan panggilan masuk dari Clara membuat wanita licik itu berdecak kesal di tempatnya. Setelah memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya kembali, Justin pun segera masuk ke dalam mobil, lalu pergi dari kediaman Hendra.
Ketika justin mengalami suatu masalah maka ia akan langsung curhat pada Emeli, namun tidak untuk saat ini. Karena tak punya tempat curhat lagi, maka Justin pun memilih untuk bertemu dengan teman-temannya di klub. Tak hanya sendiri, Riko juga ikut bersama Justin untuk mengawasi pria itu atas perintah Hendra dan Ela.