CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Bakar-Bakar Di Pinggir Danau


__ADS_3

Saat ini di pinggir danau semua orang sibuk menikmati pemandangan langit yang terlihat sangat indah. Malam ini mereka ingin menikmati ikan bakar hasil tangkapan para pria paru bayar yang sendari sore sudah memancing. Bukan hanya ikan saja, namun mereka juga menyediakan beberapa makanan panggang lainnya, seperti ayam, cumi, bakso, jagung, sosis dan udang bakar.


Karena suasana malam sangat dingin, keluarga besar itupun memutuskan membuat api unggun di tengah-tengah mereka. Acara makan malam ini sangat berkesan bagai semuanya termasuk para pasutri muda yang sibuk berfoto dengan pasangannya masing-masing.


"Mau lihat sayang," ucap Clara ingin melihat potret yang di ambil Leo.


"Makasih sayang," ucap Clara sembari mengambil alih handphone milik Leo.


Karena penasaran, Clara pun segera melihat gambar dirinya dan Leo. Clara terdiam di tempatnya memandangi foto itu. Dari sorot mata bisa terlihat jika Clara sedang merasakan sesuatu di hatinya. Sesekali Clara melirik suaminya itu yang sibuk mengusap kedua tangannya ke depan api unggun.


Kenapa kau masuk ke sini? Batin Clara sedih ketika mendapatkan Emeli yang masuk ke dalam fotonya bersama Leo.


Mata Clara tidak bisa berbohong jika ia benar-benar sakit dan cemburu. Ia memalingkan pandangannya pada Emeli yang sedang tertawa bahagia bersama mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Sayang," panggil Leo membuyarkan lamunan Clara. Dengan segera Clara menghapus sedikit air matanya yang sempat jatuh.


"I-iya," sahutnya gugup dengan bibir yang di paksa tersenyum.


"Kau menangis?" tanya Leo terkejut sekaligus khawatir dengan keadaan istrinya itu. "Kenapa sayang? katakanlah," ucap Leo dengan sangat lembutnya.


Bukannya menjawab, Clara justru menggeleng pelan dengan senyum yang tak kunjung pudar. "Baiklah jika saat ini kau tidak ingin bercerita, tapi di lain waktu cerita ya," ucap Leo yang di anggukan Clara.


Berbeda dengan Clara, saat ini Emeli tak henti-hentinya merasakan kebahagiaan hingga hal itu mengundang perhatian Ela dan Riyan. "Jeng, mereka sedang bahas apa ya? sepertinya seru banget ya jeng hingga Emeli anak kita tak henti-hentinya tertawa." ucap Ela pada Riya yang sibuk meminum teh hangatnya.


"Senang banget rasanya jika anak menantu kita akur dan bahagia," ucap Ela yang di anggukan Riya.


Kembali ke Justin dan Emeli, Justin tak henti-hentinya menggoda Emeli, "Sudah ah Jus, perutku sakit," ucap Emeli menyisakan tawa kecil.

__ADS_1


"Apa, perutmu sakit?" panik Justin mengundang perhatian semua orang.


"Tenanglah sayang, aku baik-baik saja," ucap Emeli bingung selalu malu menjadi bahan tatapan semua orang.


"Sayang apakah perut kamu sakit?" tanya Bowo ikut cemas dengan keadaan Emeli dan bayinya.


"Apa kita panggil dokter saja?" tanya Hendra sudah meninggal makanannya.


Ya Allah, drama apa lagi ini, Batin Emeli pusing sendiri menghadapi pertanyaan orang.


"Papa, Emeli baik-baik saja. Perut Emeli sakit itu karena ulah Justin yang gak henti-henti membuat candaan," jelas Emeli membuat hati semua orang langsung lega.


"Alhamdulillah kalau begitu, kami harap Kamu dan bayimu sehat selalu Nak," ucap Bowo yang di angguki Emeli.

__ADS_1


Emeli, aku sungguh iri dan cemburu padamu, bukan hanya semua orang yang perhatian padamu, namun suamiku pun ikut memperhatikanmu. Batin Clara merasa jika hidupnya tak seindah hidup Emeli.


__ADS_2