CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Pingsan


__ADS_3

Justin berhenti mengucapkan ijab kabulnya lalu menarik tangannya dari Nino sebab refleks menangkap tubuh Clara yang hendak jatuh ke lantai. Semua orang panik sebab Clara jatuh pingsan di pelukan Justin yang saat ini tengah mencoba menyadarkannya dengan cara menepuk pipinya berulang kali dengan pelan.


"Sayang," panggil Justin sembari terus menepuk pipi Clara.


"Sayang bangun sayang," ucap Erika dengan nada khawatirnya dan mata yang berkaca-kaca.


"Oleskan minyak angin ini pada putri anda Tuan," ucap penghulu sembari memberikan satu botol minyak angin. Nino mengangguk lalu mengambil botol itu dan mengoleskan isinya di hidung Clara.


Waktu terus berjalan, penghulu mengecek jam di tangannya, "Maaf Tuan, sepertinya waktu saya tidak memungkinkan lagi untuk menikahkan anak dan calon menantu anda, sekarang sudah waktunya saya menikahkan pengantin lain di luar KUA," ucap penghulu yang langsung membuat Nino mengangguk paham.


"Baiklah Pak, Maaf sudah membuat Bapak menunggu, ini minyak angin milik Bapak," ucap Nino sembari mengembalikan minta angin penghulu.

__ADS_1


"Tidak perlu Tuan, mungkin Tuan lebih membutuhkannya sekarang ini, jadi bawalah minyak angin itu bersama Tuan," ucap penghulu sembari tersenyum.


"Terimakasih banyak Pak," ucap Nino sembari menjabat tangan penghulu.


"Sama-sama Tuan," ucap penghulu lalu segera pamit pergi pada semua orang yang masih berada di ruang nikah KUA itu.


"Pa, mari kita bawa anak kita ke rumah sakit, hiks," ucap Erika dengan Isak tangis khawatirnya.


Karena Clara tak kunjung sadar juga, kini mereka semua pun memutuskan membawa Clara ke rumah sakit terdekat. Justin segera mengangkat tubuh Clara memasuki mobil. Saat ini Nino mengendarai mobil dengan Erika yang duduk di sampingnya, sedangkan Justin duduk di kursi penumpang demi memangku kepala Clara yang tidur di pahanya.


"Dokter, dokter, tolong periksa anak saya," ucap Nino yang langsung di angguki dokter dan perawat.

__ADS_1


Dokter pun segera memeriksa keadaan Clara, "Bagaimana keadaan putri saya Dok?" tanya Nino dengan wajah khawatir bercampur penasarannya.


Justin dan Erika fokus menata Dokter yang terlihat tersenyum. "Anak Tuan baik-baik saja, dan Selamat, anak anda tengah mengandung," ucap dokter membuat Jantung Justin, Nino, dan Erika berdetak secara bersamaan. Mereka semua menggeleng tak percaya. Erika langsung menutup mulutnya yang terbuka lebar.


"Maaf Dokter, kalau boleh tau berapa usia kandungannya?" tanya Justin begitu penasaran.


"Usia kandungan istri anda sudah berusia tiga minggu Tuan," ucap Dokter yang lagi-lagi kembali membuat Justin, Nino, dan Erika terkejut.


"Baik dokter, terima kasih atas penjelasannya," ucap Nino yang di angguki dokter yang memeriksa keadaan Clara.


Setelah Dokter pergi, Justin segera meluruhkan tubuhnya ke bawah dengan tangan yang memegang kepalanya. Justin sangat tak menyangka dan tak percaya dengan semua yang tengah di alaminya. Nino yang melihat itu langsung mendatangi Justin dengan perasaan iba dan tak enak hati.

__ADS_1


"Nak, maaf jika pertanyaan Papa menyinggungmu, apakah sebelumnya kau pernah berhubungan dengan Clara anakku,?" tanya Nino dengan penuh kehati-hatian.


"Aku tidak pernah tidur dengannya, anakmu menipuku Tuan," ucapnya dengan mata yang sudah memerah sebab merasakan kekecewaan yang sangat mendalam disebabkan kebohongan Clara. Justin mengepalkan tangannya menahan amarah menatap Clara yang masih setia memejamkan matanya. Justin pun mengalihkan pandangan ke arah Nino dan Erika.


__ADS_2