Cinta Pertama Kalila

Cinta Pertama Kalila
Eps. 10


__ADS_3

Kairav dan Kalila melangkahkan kaki menaiki eskalator, hingga mereka tiba di lantai dua mall tersebut. Ketika mereka tiba di depan restoran yang menjual aneka macam es krim itu, Kairav merasakan perutnya melilit.


“Dek, Abang ke toilet dulu ya,” ucapnya seraya mengelus perut. Kalila yang hendak masuk ke dalam restoran itu pun langsung menghentikan langkahnya dan menatap Kairav.


“Mules nih. Jangan pesan makanan lebih dulu. Tunggu Abang ya.”


Kalila hanya diam, dan menatap punggung kakak lelakinya yang telah berlari menjauh dari sana, menuju toilet. Raut wajah Kalila yang tadinya datar, seketika berubah. Masih menatap punggung Kairav yang semakin menjauh, bibir gadis remaja itu menyeringai.


Kalila berjalan santai masuk ke restoran. Menempati meja yang letaknya di sudut, Kalila langsung memesan makanan yang menjadi kesukaannya jika singgah di restoran ini. Lima menit kemudian, seorang pramusaji pun datang dan mengantarkan jus terong Belanda, kesukaannya. Kalila langsung menyeruputnya.


Sepuluh menit berselang, seorang pramusaji kembali menghampiri meja yang di duduki Kalila. Sepiring nasi yang dibalut oleh telur dadar, dengan kerupuk emping dan acar sebagai pelengkap, kini tersaji di hadapannya.


“Nasi goreng kariiii .... Yummy ...,” ujar Kalila. Mata gadis remaja itu benar-benar bersinar menatap makanan yang tersaji di depannya. Langsung saja dia membelah telur dadar yang membungkus nasi goreng kari itu. Kalila pun memakannya dengan lahap.


Sementara itu, setelah menuntaskan hajatnya, Kairav bergegas menghampiri Kalila. Pria itu berjalan dengan tergesa-gesa. Pasti Kalila merasa malu karena terlalu lama menunggu tanpa memesan sesuatu. Begitulah pikir Kairav, hingga kini dia pun berlari kecil menghampiri Kalila. Antri di toilet, membuat Kairav sedikit lebih lama menghampiri Kalila.


Kairav mengedarkan pandangan ketika memasuki restoran itu. Tampak seorang gadis kecil memakai bando yang sama seperti yang dikenakan oleh Kalila tadi. Dengan senyum terkembang, Kairav pun menghampiri adiknya.


Senyum Kairav padam. Pria itu mendadak kesal, saat menyaksikan Kalila tengah menyantap makanan dengan lahapnya. Bahkan kini terlihat, jika makanan di piring Kalila hanya tinggal separuh porsi saja. Kairav mengambil posisi dan duduk di hadapan Kalila.


“Sejak kapan Kalila Nasution suka mengingkari janji?!”


Kalila yang tengah menunduk dan menyantap makanannya dengan lahap, menghentikan aktivitasnya dan mendongakkan kepala, menatap Kairav yang kini duduk di hadapannya. “Siapa yang mengingkari janji, Bang?”


“Tadi Abang kan sudah katakan, tunggu Abang. Jangan pesan makanan lebih dulu!”


“Lila tidak ada mengiyakan ucapan Abang,” ucap Kalila datar. Gadis remaja itu pun lanjut menyantap makanannya. “Obong poson mokonon sono (Abang pesan makanan sana),” ucap Kalila dengan mulut penuh nasi goreng.


“Telan dulu makanan di mulutmu itu!” ucap Kairav kesal. Seperti biasa, Kalila hanya menanggapinya dengan sebuah cengiran.


Kairav pun memesan makanannya. Tak lama, seporsi burger dengan lapisan keju, daging, telur dan lelehan saos serta mayonaise, tiba di meja mereka.



“Tumben gak makan nasi. Nanti gak kenyang loh.”


Kairav tidak menjawab pertanyaan adiknya dan langsung melahap makanannya. Sementara Kalila sudah selesai dengan hidangannya. Gadis remaja itu pun meminta es krim pesanannya agar disajikan sekarang juga.


“Ish ... kau ini ... Es krim pun sudah pesan?!”


“Sudah dong,” jawab Kalila sembari menaik-turunkan alisnya, menggoda Kairav. Kalila memang sengaja membuat Kairav kesal. Gadis remaja itu hanya membalas perbuatan Kairav padanya di bandara tadi.



“Selamat menikmati,” ucap seorang pramusaji ketika menghidangkan seporsi eskrim di dalam buah nanas segar. Dua cup es krim strawberry, ditambah dengan potongan buah di sekelilingnya, membuat mata Kalila berbinar. Sementara Kairav hanya melirik sekilas, kudapan yang dipesan oleh adiknya itu.


Lihat saja kau— Kalila Nasution. Setelah ini, kau pasti iri dengan es krim yang Abang pesan.

__ADS_1


Kairav terus menyantap burger miliknya sambil sesekali melirik Kalila yang sangat menikmati kudapannya. Kalila terus memamerkan betapa nikmat kudapannya itu.


Kairav sengaja memperlambat tempo makannya. Dia ingin, ketika es krim Kalila habis, es krim yang dia pesan baru saja tersaji, hingga membuat sang adik iri.


Dan benar saja, ketika es krim Kalila hampir habis, seorang pramusaji mengantarkan pesanan Kairav. Kalila bahkan ternganga melihat es krim yang dipesan oleh Kairav.


City Fondue, sajian es krim termahal di sana.



Dua scoop es krim, irisan buah, marshmellow, dan wafer terhidang di sana. Ditambah dengan coklat Belgia yang hampir meleleh.


Seumur hidupnya, menu itu yang paling ingin dipesan oleh Kalila. Namun karena harganya cukup mahal, jika mampir ke restoran itu, Kalila tidak pernah memesannya.


Kairav lebih dulu memakan dua scoop es krim. Sementara Kalila menyaksikan adegan itu sambil menelan ludah. Terlebih ketika Kairav mencelupkan marshmellow ke dalam lelehan coklat, kemudian memasukkan ke mulutnya. Kalila bersusah payah menelan ludah. Menatap marshmellow yang kini masuk ke mulut Kairav.


Tuh ... Rasakan pembalasan Abang!


Kini Kairav kembali menusukkan marshmellow dan mencampurnya dengan lelehan coklat. Namun kali ini dia menyodorkan kepada Kalila.


“Nih ... jangan memelas gitu dong wajahnya.” Dengan wajah berbinar, Kalila pun melahap marshmellow itu.


“Toromokosoh Obong (terimakasih Abang).”


“Telan dulu makanan di mulutmu itu!”


Dan kini, mereka menghabiskan fondue itu bersama.


“Dasar congok!” umpat Kairav. Kalila hanya tertawa mendengar umpatan yang dilontarkan oleh Kairav buat dirinya.


“Habis sudah uang saku Abang untuk lima hari ke depan,” keluh Kairav.


“Siapa suruh Abang pesan es krim mahal itu!” Kali ini Kalila sudah terkekeh. Akhirnya tetap Kairav yang kalah dalam peperangan ini. Setelah cukup lama beristirahat, Kairav dan Kalila memutuskan untuk berkeliling mall tersebut, sebelum akhirnya kembali ke kediaman mereka.


***


Satu tahun sejak Khalid ke kota Bogor. Kalila merasa hidupnya sedikit lebih bebas. Gadis remaja itu bahkan mulai menjalin hubungan dekat dengan lawan jenis.


Dan hanya Kairav lah tempatnya berbagi cerita. Pria itu selalu bersedia menjadi teman curhat Kalila. Kalila pun selalu terbuka dengan Kairav. Tidak ada yang ditutup-tutupi olehnya. Seperti itulah cara Kairav menjaga Kalila.


Bahkan ketika Kalila putus dengan kekasih pertamanya, Kairav lah yang menemani hari-hari galau adiknya itu. Tentu saja mereka merahasiakannya. Namun entah mengapa, hal itu selalu diketahui oleh Khalid.


*****


Hari-hari pun berjalan cepat.


4 tahun sudah Khalid berkuliah di jurusan Arsitektur Lansekap, Institut Pertanian Bogor. Kini pria itu sudah menyelesaikan pendidikannya Strata-1 nya.

__ADS_1


Bu Alinah, Nek Laila, Kairav dan Kalila, menghadiri acara wisuda Khalid. Bu Alinah memang sudah lama menabung untuk hari ini. Mereka bahkan membuat baju seragam untuk menghadiri acara tersebut. Rencananya, mereka menginap selama satu Minggu di sana.


“Undangan untuk masuk ke dalam cuma ada dua. Mamak dan Nenek saja yang masuk,” ujar Khalid. Dan mereka semua pun menyetujuinya. Kairav dan Kalila berbesar hati, menyaksikan ceremoni itu, dari luar gedung.


Bu Alinah mengusap air matanya, ketika nama Khalid dipanggil sebagai salah satu mahasiswa yang lulus dengan nilai terbaik.


Tidak hanya Bu Alinah— Kalila dan Kairav yang menyaksikan itu, ikut terharu.


Dan ketika Khalid beserta Bu Alinah dan Nek Laila keluar dari gedung, Kalila langsung menghampiri dan memeluk Khalid. Namun suara merdu seorang pria membuat Kalila melepaskan pelukannya di tubuh Khalid.


“Selamat Bang!”


Kalila menoleh, menatap pria yang kini berdiri tidak jauh darinya.


Waah ... Ganteng sekali Abang ini.


Tanpa berkedip, Kalila terus memandangi pria tersebut. Pria paling tampan yang pernah dia lihat. Pria yang bahkan bisa mengalahkan ketampanan kedua kakak lelakinya.


Pria itu membawa beberapa bunga di tangannya. Sengaja dia melakukan itu, untuk memberikan ucapan selamat kepada teman-temannya yang telah lulus. Pria itu tersenyum manis sekali— setidaknya itu yang ada di benak Kalila.


Pria itu memberikan setangkai bunga mawar merah kepada Khalid, sebagai ucapan selamat atas kelulusannya hari ini.


Namun, Kalila malah mengambil bunga itu dengan senyuman lebar. Gadis yang kini duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah atas itu, langsung menyodorkan tangannya.


“Kalila Nasution, calon makmumnya Abang kelak.”


Bersambung ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Jejak 👣 :


Congok \= Rakus


Episode kali ini membawaku nostalgia ke masa-masa itu 😅


Rindu nasi goreng kari City Ice Cream 🤭


Pertama kali makan nasi goreng kari, sewaktu ngedate dengan ayah Azzahra, tapi bukan di Plaza Medan Fair. Waktu itu makan di City Ice Cream Medan Plaza.


Kenapa aku jadi curhat kenangan masa lalu 🤣🤣🤣


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......

__ADS_1


...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...


...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan....


__ADS_2