Cinta Pertama Kalila

Cinta Pertama Kalila
Eps. 31


__ADS_3

Apa yang kau rasakan, jika lelaki pertama yang membuat hatimu bergetar, lelaki pertama yang membuat irama detak jantung mu berdentang tidak karuan ... tiba-tiba mengatakan harapannya. Harapannya agar kau bersedia menunggunya siap. Siap untuk datang melamar mu. Pasti akan sangat bahagia sekali.


Begitu juga dengan apa yang dirasakan oleh Kalila. Gadis itu merasa berdebar dan sangat bahagia mendengar ucapan Ibrahim. Bukan kah itu artinya Ibrahim menginginkan Kalila? Menginginkan gadis itu menunggunya.


Dan tentu saja Kalila pasti bersedia. Gadis itu memang begitu terpesona dengan Ibrahim. Gadis itu bahkan rela, langsung memutuskan hubungan dengan kekasihnya saat ini juga.


10 menit. Hanya sepuluh menit Kalila dan Ibrahim berbincang. Pria itu meminta Kalila untuk segera meminta maaf kepada keluarganya. Kalila pun menyanggupi hal itu.


Ibrahim dan Kalila melangkahkan kaki menuju kamar tempat mereka menginap. Karena kamar mereka memang bersebelahan. Dan begitu tiba di sana, ternyata, seluruh keluarganya, termasuk Feni, sedang berkumpul di kamar tempat Kalila menginap.


Semua mata kini tertuju kepada sepasang anak manusia yang baru saja tiba di sana— Ibrahim dan Kalila. Ibrahim menoleh, menatap gadis yang masih berdiri di sebelahnya. “Ayo Kalila,” ucapnya pelan.


Kalila yang mendengar suara samar itu pun melangkah maju. “Lila ... mau minta maaf.”


Semua orang terperangah. Terlebih Kairav. “Kenapa kau meminta maaf?” Entah pengaruh apa yang diberikan oleh Ibrahim hingga adik kesayangannya itu mengucapkan kata maaf. Padahal mereka semua tau, jika Khalid dan Feni lah yang harus meminta maaf kepada Kalila.


“Karena Lila sudah mendiamkan semua orang. Jadi Lila minta maaf,” ujar Kalila. Suasana hati gadis itu sangat baik sekarang. Feni langsung menghampiri dan memeluk sahabatnya itu.


“Maaf ya La. Maaf kalau aku menyembunyikan perihal ini.” Kalila menganggukkan kepalanya, “tapi kau, masih hutang penjelasan kepadaku,” ujar Kalila.


Feni melepaskan pelukannya. Gadis itu tersenyum, “akan aku ceritakan dari awal. Tapi hanya kau dan aku,” jelas Feni. Kalila mengangguk setuju. Gadis itu beralih menatap Khalid. “Abang juga hutang penjelasan!”


“Biar Feni saja yang menjelaskan,” ucap Khalid santai. Kalila menatap tajam kakak sulungnya itu, hingga Khalid pun menghampiri Kalila dan mengacak rambut Kalila sembari terkekeh.


Dengan langkah kesal, Kalila menarik lengan Feni. Mereka pun berbincang di taman. Hanya berdua. Kalila benar-benar merasa terkejut dengan fakta yang diceritakan oleh Feni.

__ADS_1


“Jadi kalian sudah sering chatting sejak kita SMP?!” Feni hanya mengangguk sambil tersenyum malu.


“Tapi saat itu hanya sekedar membicarakan tentang kau— Kalila.”


“Jadi, selama ini, kau yang menjadi mata-mata buat Bang Alid?!” Feni tertawa canggung. Mau tidak mau, gadis itu mengangguk pelan. “Dasar penghianat!”


“Sorry .... Tapi Bang Alid tidak pernah memarahi kau, kan? Itu karena aku, asal kau tau,” ucap Feni bangga. Dengan mata menyipit, Kalila menatap tajam Feni. “Tetap saja, kau mata-mata. Penghianat!”


“Terus bagaimana? Kenapa tiba-tiba bisa bertunangan? Sejak kapan kalian merencanakan pertunangan ini?! Tidak ... tidak ... sejak kapan kalian punya hubungan sedekat ini, hah?! Bisa-bisanya kalian merahasiakannya dari aku!”


Feni memijat pelipisnya mendengar pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Kalila. “Awalnya hubungan kami hanya sebatas teman biasa. Kau tau sendiri kan jika Bang Alid sudah punya kekasih?”


Kalila mengangguk. Gadis itu tau betul jika abangnya beberapa kali menjalin hubungan dengan seorang gadis. “Jadi kau menikung ya?” Sebuah tepukan yang cukup keras mendarat di lengan Kalila. Gadis itu meringis, karena tepukan yang dilayangkan Feni cukup keras. Kalila mengusap-usap lengannya, “pelan dong! Tangan ku masih dipakai, kau tau?!”


Feni menghela napas kasar melihat tingkah Kalila. Gadis yang memakai hijab itu kembali melanjutkan kisahnya. “Sebelum Bang Alid wisuda kemarin ... Mereka baru saja putus. Dan sejak saat itu, aku dan Bang Alid semakin dekat,” jelas Feni. Kalila hanya mengangguk-angguk mendengarnya.


“Satu Minggu sebelum Abang kau itu pulang ke Medan!”


“Satu Minggu sebelum pulang? Bang Alid melamar kau, satu Minggu sebelum dia balik ke Medan?” tanya Kalila tidak percaya.


Feni menggelengkan kepalanya, “bukan. Satu Minggu sebelum bang Alid kembali ke Medan, dia baru saja menyatakan perasaannya. Kami sedang melakukan panggilan video saat itu. Dan kau tau, ibu memergoki kami. Jadilah seperti ini. Bang Alid diinterogasi hingga ditanya mengenai keseriusannya.” Kalila hanya menganga mendengar kisah Khalid dan Feni.


Kalila memang sudah mengetahui seberapa ketat aturan di rumah Feni. Gadis itu memang dilarang untuk berpacaran sebelum menikah. Ketahuan melakukan panggilan video dengan seorang pria, terlebih pria itu tengah menyatakan rasa cintanya, pastilah membuat kedua orang tua Feni khawatir.


“Saat ditodong ayah, Bang Alid berani. Dia berani membawa hubungan ini ke arah yang lebih serius. Bang Alid setuju untuk melamar ku saat kembali ke Medan.” Lagi-lagi Kalila menganga.

__ADS_1


“Kami hanya mempersiapkan ini selama satu Minggu, Lila. Aku saja masih bingung mencerna semuanya. Makanya aku belum bercerita kepada kau. Bang Alid juga baru memberitahukan kepada mamak sehari sebelum kepulangannya ke Medan,” ujar Feni.


“Tapi ... apa kau yakin Fen? Kau yakin mau menikah setelah lulus SMA? Kau yakin mau menikah muda? Kau tidak mau melanjutkan pendidikan mu?”


Feni tersenyum sumringah, “Bang Alid sudah menyiapkan semuanya, kau tau? Dia sudah merencanakan mengenai pendidikan ku. Ayah dan ibu bahkan sudah tau dan setuju.”


“Setuju mengenai apa?”


“Mengenai pendidikan ku nantinya. Mungkin aku akan melanjutkan pendidikan in formal, seperti mengikuti kursus memasak selama satu hingga dua tahun, dan mungkin bisa membuat usaha dari ilmu yang ku peroleh itu.”


Kalila tersenyum samar. Khalid memang seperti itu. Dia selalu merencanakan segalanya. Merencanakan buat semuanya. Kalila yang tadinya berencana menjadi seorang guru pun, harus merelakan mimpinya, karena Khalid sudah mengatur jurusan apa yang harus diambil Kalila saat berkuliah nanti.


Dan kini, ada Feni. Feni yang baru masuk dalam kehidupannya pun, tidak lepas dari aturan Khalid. Pria itu mengatur segala hal yang ada di sekelilingnya.


Sebenarnya Kalila merasa khawatir dengan Feni. Bisakah sahabatnya itu menyesuaikan diri dengan Khalid yang terlalu dominan? Sementara Feni, gadis itu sungguh lembut.


Sejak saat itu, Kalila pun berjanji untuk selalu ada buat Feni. Ada di kala sahabatnya itu membutuhkannya. Karena Kalila tau rasanya berada di sekitar Khalid.


Bersambung ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR ✍️ kamu dan...


...BERI GIFT & VOTE yaaa .......

__ADS_1


...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...


...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan....


__ADS_2